34. Rumit

463 68 0
                                        

Lee Donghyuck tidak tahu kenapa dia menjadikan Na Jaemin sebagai seseorang yang ia pikirkan ketika salah satu polisi tersebut menanyakan siapa seseorang yang bisa datang ke kantor polisi untuk menjemput Donghyuck.

Seharusnya, Donghyuck jawab saja kalau dia bisa pulang sendiri naik taksi. Namun, Donghyuck justru meminta salah satu polisi itu menghubungi Jaemin walaupun dia tidak yakin kalau Na Jaemin akan menerima panggilan darinya atau pun datang ke kantor polisi jika memang panggilan tersebut dijawab oleh Jaemin.

Donghyuck tidak menyangka jika Jaemin benar-benar datang. Bahkan, tidak hanya Jaemin yang datang, keempat sahabatnya yang lain juga ikut datang membuat Donghyuck tidak percaya bahwa mereka semudah itu datang menghampiri Donghyuck di malam hari seperti ini.

"Aku kira kau terlibat kasus mengerikan, hyung!"  seru Chenle dan Jisung menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Chenle.

Kedua remaja itu terlihat khawatir, mereka pikir terjadi apa-apa pada Donghyuck yang menyebabkan dia ditahan polisi, tapi ternyata yang terjadi adalah suatu hal yang tidak mereka sangka-sangka.

Walaupun mereka bersyukur Donghyuck tidak terlibat kasus apa pun dan berakhir masuk ke dalam penjara. Tetap saja, kasus yang satu ini membuat mereka diam-diam merasa iba ketika tahu seseorang yang mereka kenal dan telah mereka anggap teman ini ternyata memikul sebuah beban yang berat di atas kedua pundak kecilnya.

Setelah mendengar penjelasan dari polisi. Mereka bersyukur karena paman dari Donghyuck itu akan diselidiki dan mungkin akan mendapatkan hukuman berat karena begitu banyak hal mengerikan yang ia lakukan.

"Jadi, kau ingin pulang atau menginap saja di rumah Chenle?" tawar Minhyung yang tahu kalau orang tua Chenle jarang sekali ada di rumah.

Donghyuck menatap satu per satu teman-temannya yang menanti sebuah jawaban dari Donghyuck. Sejujurnya, Donghyuck tidak tahu ingin pergi ke mana. Dia tidak ada keinginan pulang ke rumah. Dia juga tidak ingin ke rumah Chenle. Entahlah, Donghyuck bagaikan kehilangan arah sampai dia tidak bisa menjawab sebuah pertanyaan sederhana.

"Lebih baik kita semua ke rumah Chenle" ucap Jaemin dan mereka semua melihat ke arahnya.

Jaemin tidak peduli dengan tatapan mereka, dia berlalu menuju tempat parkir meninggalkan mereka berlima terpaku karena keputusan sepihak dari Jaemin.

"Bagaimana Donghyuck?" tanya Jeno membuat Donghyuck tersadar dari lamunannya.

Dia memandang sejenak kantor polisi di mana pamannya masih berada di dalam sana. Lalu pandangannya tertuju pada empat sahabatnya yang sedari tadi tidak mengeluh karena Donghyuck terlalu lama menjawab pertanyaan mereka.

Pada akhirnya, Donghyuck memutuskan untuk ikut mereka ke rumah Chenle.

Dia juga tidak tahan merasakan sepi di rumah kecilnya.

***

Tidak ada pembicaraan di antara mereka, bahkan Chenle yang biasanya cerewet pun memilih untuk diam. Dia sibuk memperhatikan orang-orang yang ada di dalam kamarnya nan cukup luas. Chenle hanya takut salah bicara dan semakin meredupkan suasana jika membuka suara. Remaja itu melirik Minhyung seolah meminta laki-laki itu untuk mencairkan suasana kaku di antara mereka.

Minhyung yang menangkap kode dari Chenle itu diam-diam menghela nafas lelah. Jujur saja, dia tidak tahu harus bagaimana dengan situasi asing yang baru pertama kali ia rasakan.

"Maaf sudah merepotkan kalian semua, pasti kalian merasa terganggu karena aku mengganggu tidur kalian malam ini."

Pada akhirnya Donghyuck membuka suaranya setelah sekian lama terdiam. Dia menatap wajah para sahabatnya itu yang pada akhirnya terlihat sedikit rileks karena mendengar suara Donghyuck.

[FF NCT DREAM] EVEN IFCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang