28. Tidak Ada Gunanya

477 70 0
                                        

Rumah ini kecilnya sama dengan rumah milik Donghyuck. Yang membedakannya hanyalah, rumah kecil tersebut terlihat lebih terawat dibandingkan rumah Donghyuck. Bahkan di halaman kecilnya terdapat taman yang ditanami berbagai macam bunga serta cabai, bawang daun, dan beberapa bumbu dapur lainnya.

Sepertinya si pemilik rumah suka bercocok tanam.

Sebelumnya, Jaemin meminta Jeno serta Donghyuck dan Jisung untuk membawa Minhyung keluar dari klub malam milik Jaehyun. Donghyuck tiba-tiba sedikit gugup ketika Jaemin mengatakan akan membawa Minhyung ke rumah Renjun dengan alasan Renjun tinggal sendirian di sana.

Jaemin memesan taksi lalu membawa Donghyuck dan Jeno ke rumah Renjun. Sedangkan Jisung dan Chenle pulang ke rumah masing-masing walaupun Chenle melakukan berbagai cara supaya bisa ikut. Tetapi, Jaemin berhasil membuat Chenle menyerah dan alhasil pulang ke rumah bersama Jisung.

Donghyuck menggerutu karena membawa tubuh lunglai Minhyung, dia berdecak kagum melihat Jeno tidak mengeluh padahal membawa Minhyung yang berat. Melihat bagaimana Jeno menggotong Minhyung dengan melingkarkan lengan Minhyung ke pundaknya membuat Donghyuck memutuskan untuk melepaskan lengan Minhyung di pundaknya dan membiarkan Jeno yang mengambil alih Minhyung.

"Apa? Dia sangat berat, aku tidak mau pundakku turun sebelah karena berat badan Minhyung" ucap Donghyuck ketika melihat Jeno menatapnya datar.

Donghyuck melihat Jaemin mengetuk pintu rumah itu beberapa kali. Jaemin mengetuk kakinya tidak sabaran ke lantai teras. Dia sibuk bergumam entah apa lalu kembali mengetuk pintu dan ini sedikit keras.

Tidak lama kemudian, terdengar suara kunci yang dibuka, lalu pintu yang tertutup itu terbuka sedikit dan terlihat wajah mengantuk si pemilik rumah. Ada lebam keunguan di dekat matanya membuat hati Donghyuck mencelos karena selalu menemukan keadaan anak itu dalam keadaan terluka.

"Jaemin?" tanya si pemilik rumah yang merupakan Huang Renjun. Remaja itu kebingungan ketika melihat ada banyak orang di teras rumahnya.

Renjun memberikan sedikit celah di pintu yang tadinya terbuka cukup lebar, sekarang hanya terlihat setengah wajahnya saja dengan pandangan mata menatap takut-takut Jaemin, Jeno, Donghyuck secara bergantian.

Donghyuck tidak mengerti kenapa Renjun begitu waspada terhadap mereka. Apalagi, Renjun terlihat jauh lebih takut ketika tidak sengaja bersitatap dengan Donghyuck.

Apa wajahku seperti penjahat?

"Kenapa?" tanya Renjun dengan pandangan mata mengarah ke Jaemin.

"Minhyung mabuk, biarkan dia tidur di sini" jelas Jaemin dan Renjun melihat sosok Minhyung yang terkulai lemas dan dibantu oleh Jeno.

Pandangan matanya kembali tertuju pada Jaemin, "Jaemin, dia tidak bisa di sini" bisik Renjun dengan tatapan memohon ke arah Jaemin.

Donghyuck melihat ada keputusasaan di manik mata Renjun. Dia seperti berharap Jaemin mendengarkan permohonannya kali ini.

"Biar aku yang urus dia. Sekarang, aku ingin kau membiarkan Minhyung di sini, hanya sampai besok pagi dan aku sendiri yang menjemputnya besok" ucap Jaemin yang terdengar tidak mau dibantah.

Donghyuck kasihan dengan Renjun yang hanya bisa menunduk takut dan membiarkan pintu rumahnya terbuka lebar. Renjun seperti tidak memiliki pilihan lain selain mengiyakan permintaan Jaemin.

Jeno yang melihat Renjun membuka pintu rumahnya langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam sambil menyeret Minhyung, dia tidak ada tenaga lagi menggendong Minhyung.

"Bawa dia ke sini" ucap Renjun berjalan masuk ke sebuah ruangan yang sepertinya kamar Renjun sendiri.

Donghyuck yang masih berada di luar bersama Jaemin perlahan berjalan mendekati Jaemin lalu menyikutnya.

[FF NCT DREAM] EVEN IFCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang