Kesepuluh jemarinya begitu cepat menari di atas keyboard. Sorot matanya tidak lepas dari layar komputer yang dipenuhi dengan tulisan serta angka-angka yang membuat kedua mata Donghyuck sakit. Saat ini, dia hanya berharap jam istirahat segera tiba sehingga dia bisa lepas dari komputer yang dari tadi pagi terus ia lihat.
Sebuah notifikasi e-mail muncul ketika Donghyuck hendak membuka file laporan berikutnya yang harus ia kerjakan. Melihat username yang aneh tersebut membuat Donghyuck langsung saja membuka e-mail tersebut.
Dia tahu kalau e-mail itu dari Admin 01.
Kepada Tuan Lee Donghyuck,
Diharapkan kedatangan anda di Miracle Company nanti malam pukul 19.00
Ada sesuatu yang harus disampaikan oleh Staff 1810 kepada tuan dan tuan diwajibkan datang di jam itu.
Terima kasih.
Donghyuck mengernyit ketika membaca pesan yang singkat dan terkesan dingin itu. Apakah Admin 01 mengirim pesannya terburu-buru?
Hah, sudahlah, yang terpenting Donghyuck harus menyelesaikan pekerjaannya supaya dia bisa pulang cepat lalu pergi ke Miracle Company.
***
Pukul tujuh lewat sepuluh menit.
Donghyuck tahu dia sangat terlambat datang ke Miracle Company. Tapi, mau bagaimana lagi? Pekerjaannya baru rampung di pukul tujuh dan keadaan di jalan tidak semulus yang Donghyuck bayangkan. Karena adanya kecelakaan beruntun di jalan malam itu menyebabkan Donghyuck harus mencari jalan alternatif lain supaya bisa lebih cepat tiba di Miracle Company.
Donghyuck disambut oleh dua penjaga yang setia berdiri di depan gedung tinggi itu. Mereka menyambut Donghyuck dengan hangat lalu menyuruh pria itu segera menemui Staff 1810 sebelum staff tersebut memilih kembali ke kamarnya.
Dengan tergesa-gesa Donghyuck berjalan menuju Ruang Proses lalu membuka pintunya sedikit keras. Suasana di dalam ternyata masih ramai sehingga beberapa orang di sana menoleh serentak ke pintu membuat Donghyuck mengucapkan kata maaf sambil tersenyum kikuk.
Donghyuck pun berjalan menuju bilik Staff 1810 yang ternyata sedang mengobrol dengan salah satu staff yang sempat menghina Donghyuck waktu itu.
Staff tersebut melirik Donghyuck sekilas lalu berlalu pergi entah ke mana membuat Donghyuck mendengus.
"Maaf aku terlambat, jalanan macet karena-"
"Baiklah tuan, kita tidak punya banyak waktu. Jadi, langsung saja kita bicarakan kenapa tuan datang kemari malam ini" potong Staff 1810 membuat Donghyuck menatapnya gondok.
Staff 1810 tidak terlalu peduli dengan tatapan itu, dia sibuk mencari sesuatu di dalam laci mejanya mengabaikan gerutuan Donghyuck karena tidak suka ucapannya dipotong. Padahal, Donghyuck awalnya merasa bersalah karena telat 10 menit. Tetapi, melihat Staff 1810 tidak terganggu dengan keterlambatan Donghyuck, membuat pria itu memutuskan untuk membuang rasa bersalahnya.
Staff 1810 menyodorkan sebuah kertas yang dilipat kepada Donghyuck.
"Lee Donghyuck 16 tahun mengirimkan surat untuk anda tuan. Ini kesempatan langka yang ia gunakan. Kesempatan langka yang hanya boleh digunakan satu kali" jelas Staff 1810 membuat Donghyuck langsung meraih surat tersebut lalu membukanya.
Hai, diriku di masa depan.
Jujur, suratmu sangat tidak membantuku. Apa yang kau pikirkan sampai-sampai kau membuat surat menyedihkan itu kepadaku?
Baiklah, karena waktuku tidak banyak seperti yang biasa Staff 1810 katakan. Aku langsung saja menanyakan beberapa hal kepadamu supaya aku terlepas dari kesalahan bodohmu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] EVEN IF
FanfictionHal pertama yang dia ketahui ketika dia tersadar dari tidur panjangnya adalah, persahabatan mereka telah hancur. Dia tidak tahu kesalahan apa yang menyebabkan persahabatan mereka retak seperti ini dan tidak bisa dia perbaiki lagi. Persahabatan yang...
![[FF NCT DREAM] EVEN IF](https://img.wattpad.com/cover/363075072-64-k180808.jpg)