Sekali lagi, Lee Donghyuck membaca surat yang dikirim oleh dirinya sendiri dari masa depan. Kertas putih itu keadaannya sudah tidak seperti di awal Donghyuck menerima surat. Terdapat jejak lipatan kertas serta sedikit koyakan karena Donghyuck sempat meremas kertas itu karena merasa gemas ketika berbicara dengan Staff 1810.
Dia membaca dengan seksama poin-poin yang Donghyuck dari masa depan tulis. Bahkan, setelah Donghyuck membacanya berulang kali pun, dia tidak menemukan tiitk terang mengenai kesalahan yang Donghyuck lakukan sehingga persahabatan mereka hancur.
Dia juga tidak menemukan alasan mengapa persahabatan mereka hancur. Apakah itu kesalahan yang ingin Donghyuck perbaiki? Tetapi, kenapa Donghyuck dari masa depan tidak tahu mengapa persahabatan mereka hancur? Apakah terjadi sesuatu dan Donghyuck dari masa depan tidak mengetahuinya?
"Sial, ini lebih rumit dari kalkulus" gerutu Donghyuck lalu menyimpan surat tersebut di dalam buku kumpulan soalnya.
Donghyuck kembali mengingat tentang kesempatan yang sempat dijelaskan oleh Staff 1810. Sebuah kesempatan tentang bertanya kepada Lee Donghyuck di masa depan mengenai persahabatan mereka. Dari isi surat yang Donghyuck baca, dia yakin kalau dirinya di masa depan tidak terlalu rinci menjelaskan tentang persahabatan mereka.
Surat tersebut seperti ditulis dengan terburu-buru. Masih banyak bagian yang kosong dan terpaksa Donghyuck sendiri yang mencaritahu. Dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan bertanya kepada dirinya di masa depan yang hanya boleh digunakan satu kali itu.
Dia harus menggunakan kesempatan itu di waktu yang tepat jika tidak mau semakin tersesat dengan isi surat terburu-buru ala Lee Donghyuck 27 tahun.
Donghyuck berdecak karena merasa dirinya di masa depan sangat ceroboh dan tingkat kecerdasannya menurun. Apakah terjadi sesuatu di masa depan sehingga Lee Donghyuck berubah menjadi sosok yang seceroboh ini?
"Baiklah, hal pertama yang harus aku lakukan adalah berteman dengan Na Jaemin" gumam Donghyuck lalu dia mengerang kesal.
"Dan Donghyuck sialan itu tidak menjelaskan kepadaku bagaimana bisa aku bersahabat dengannya! Apakah aku akan berubah menjadi berandalan sepertinya? Atau malah lebih parahnya, aku menjadi budak Na Jaemin selama di sekolah?" Donghyuck terus menggumamkan hal-hal terburuk mengenai pertemuan pertamanya dengan Na Jaemin.
Padahal, Na Jaemin tidak mungkin merundungnya karena Na Jaemin sendiri sangat benci dengan perundungan.
***
Di pagi hari yang cerah ini, Lee Donghyuck harus mendapatkan bogeman mentah dari si iblis hanya karena Donghyuck tidak memberikan si iblis itu uang untuk berjudi.
Donghyuck mengernyit ketika mendengar suara gelas yang pecah karena dibanting oleh si iblis. Wajah yang memerah dengan kedua mata melotot seakan hendak keluar dari tempatnya membuat Donghyuck yakin kalau pamannya ini adalah jelmaan iblis.
"Sial! Sial! SIAAAAL! YA! Bagaimana caranya aku bisa berjudi kalau kau tidak memberikanku uang, hah?!" seru si iblis itu dan mengacak rambutnya dengan brutal, dia benar-benar marah lalu berjalan cepat menghampiri Donghyuck dan meraih rambut anak itu untuk ia cengkram.
Sepertinya, sebuah tinjuan tidak cukup membuat si iblis puas.
Sedangkan remaja 16 tahun yang malang itu, hanya bisa meringis kesakitan sambil berusaha melepas cengkraman tangan si iblis dari rambutnya. Kepalanya terasa sakit dan pening karena tarikan kuat dari si iblis. Berjalan dalam keadaan rambut ditarik membuat Donghyuck kehilangan keseimbangan dan terjatuh di atas lantai. Tetapi, si iblis sepertinya tidak berniat untuk berhenti, dia justru menyeret Donghyuck dengan tangan masih mencengkram kuat di rambut anak itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] EVEN IF
FanfictionHal pertama yang dia ketahui ketika dia tersadar dari tidur panjangnya adalah, persahabatan mereka telah hancur. Dia tidak tahu kesalahan apa yang menyebabkan persahabatan mereka retak seperti ini dan tidak bisa dia perbaiki lagi. Persahabatan yang...
![[FF NCT DREAM] EVEN IF](https://img.wattpad.com/cover/363075072-64-k180808.jpg)