EXTRA PART || GRADUATION

154 12 9
                                        

Tiga bulan berlalu begitu saja tanpa benar-benar memberi waktu untuk berhenti dan memahami apa saja yang sudah berubah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tiga bulan berlalu begitu saja tanpa benar-benar memberi waktu untuk berhenti dan memahami apa saja yang sudah berubah. Hari-hari yang dulu terasa panjang kini seperti berlari meninggalkan jejak kenangan yang perlahan menjadi masa lalu.

Dan kini waktu itu tiba......Hari kelulusan.

Seluruh siswa-siswi kelas XII menunggu hari ini, hari dimana mereka secara resmi menutup satu bab penting dalam hidup mereka, dan bersiap membuka lembaran baru yang entah akan membawa mereka ke arah mana.

Langit diatas tampak cerah seolah ikut merayakan momen itu. Angin berhembus pelan, membawa suara riuh dari lapangan upacara yang hari ini tidak lagi terasa kaku seperti biasanya.

Melepaskan masa putih abu bukanlah hal yang mudah, banyak kenangan yang hadir dimasa ini. Katanya, masa putih abu adalah masa yang paling indah, dan itu memang benar bagi sebagian orang.

Kini seluruh kelas XII tengah berkumpul di lapang upacara, tidak-bukan untuk upacara atau acara penyambutan lagi, melainkan untuk merayakan hari kelulusan.

Lapangan yang biasanya dipenuhi barisan rapi kini berubah menjadi lautan kebebasan. Tidak ada lagi aturan ketat, tidak ada lagi teguran guru yang menuntut kerapian, yang ada hanyalah tawa, teriakan, dan kebahagiaan yang meluap-luap.

Warna-warna cerah memenuhi udara. Kaos putih yang awalnya bersih kini berubah menjadi penuh coretan-tanda kenangan, tanda bahwa mereka pernah ada di titik ini bersama-sama.

Suara tawa pecah di berbagai sudut. Ada yang berlari menghindar, ada yang sengaja mengejar. Ada yang tertawa sampai terjongkok, ada pula yang hanya berdiri, menikmati semuanya dengan mata yang berbinar.

Begitu juga dengan inti Alvagoz, Liona, Eliza, dan Alga. Mereka berkumpul untuk saling mewarnai baju dengan pilox masing-masing, canda tawa terdengar dimana-mana.

"ANJIR ARFAN KENA MATA GUE YA!" Eliza bertetiak seraya mengucek matanya yang hampir terkena semprotan pilox.

Arfan terbahak melihatnya. "SORRY EL SORRY HAHAHAHA"

"SIALAN! LO SENGAJA BANGKE!"

"BANGSAT LO VANO GAUSAH KETEK GUE JUGA KALI!" Tetiak Yudha ketika merasa ada pilox yang sengaja di arahkan pada ketiaknya.

"BUAHAHHAA SEKALIAN BIAR GAK ITEM KETEK LO, BAGUS GITU BERWARNA" Balas Vano yang tertawa puas.

"DASAR MONYETTT!"

Suasana semakin ricuh, namun justru disitulah letak kebahagiaannya. Momen-momen kecil seperti ini akan begitu berharga suatu saat nanti.

REZVAN : Better TogetherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang