⚠️𝙳𝚊𝚛𝚔 𝚁𝚘𝚖𝚊𝚗𝚌𝚎⚠️
𝑾𝒊𝒕𝒉 𝒐𝒓 𝒘𝒊𝒕𝒉𝒐𝒖𝒕 𝒚𝒐𝒖, 𝒕𝒉𝒊𝒔 𝒊𝒔 𝒐𝒖𝒓 𝒃𝒂𝒅 𝒇𝒂𝒕𝒆.
Rezvan Fahreza Raveenzy harus mengkhianati Liona Gisella karena sebuah alasan. Ia mengorbankan perasaannya agar gadis itu tetap hidup dalam cahaya...
Gimana kabarnyaaa? Sebelumnya aku mau ngucapin terima kasih banyak untuk kalian yang masih stay di cerita ini, terima kasih untuk dukungannya, dan jangan lupa untuk selalu Vote & komen, karena itu satu-satunya cara agar aku semangat untuk up next chapter🤗
Btw siapin tenaga buat baca part sedih ini :(
HAPPY READING‼️🖤💗
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal."
Dua bulan kemudian.
Hari terasa begitu cepat sejak Rezvan berencana untuk pergi ke London, enam puluh hari yang seharusnya lama itu malah berlalu terlalu cepat, seolah takdir memang sengaja membuatnya seperti itu.
Dua bulan tanpa bertegur sapa, dua bulan tanpa melihat, dan dua bulan tanpa kontak, itu menyiksa. Padahal ini baru dua bulan, dan mereka masih berada di tempat yang sama. Lalu bagaimana jika nanti? Selamanya? Selamanya mereka akan terpisah dan berada di tempat yang berbeda, bahkan sangat jauh jaraknya.
Dan sialnya, ini adalah waktunya untuk perpisahan itu.
Kini Rezvan sudah siap dengan long pants abu dan hoodie polos hitam yang membalut tubuhnya. Cowok itu duduk di seat paling depan Jet pribadinya-menunggu untuk lepas landas, ia melirik jam di pergelangan tangannya sebelum kembali melihat keluar jendela.
Pukul sembilan malam, beberapa menit lagi dirinya akan pergi. Sangat sulit membayangkan bagaimana rasanya meninggalkan semua yang telah lama bersamanya.
Rezvan termenung, mengingat satu jam sebelumnya, dimana ia bertemu dengan Alga di taman kota, dan Rezvan yang merencanakan pertemuan itu, karena ada sesuatu yang harus ia berikan padanya.
"Tolong kasih ini ke Liona, itu handphone dia." Ucap Rezvan, memberikan ponsel Liona yang masih berada padanya. "Waktu itu ketinggalan, dan belum sempet gue balikin."
Alga mengambil ponsel itu, "kenapa gak lo kasih sendiri dan malah nyuruh gue?"
"You know i'm busy, and that's not important."
Alga terkekeh kecil, "oke, thanks" cowok itu hendak melangkah pergi sebelum ucapan Rezvan menghentikan niatnya.
"Tolong jaga Liona," Rezvan menatap lekat cowok di hadapannya itu, "apapun yang terjadi, jaga dia."
Alis Alga terangkat heran, "tanpa lo suruh, I will take care of her." Ucapnya.
Sebelah sudut bibir Rezvan terangkat, "gue pegang kata-kata lo, Alga." Setelah mengatakan itu, Rezvan berbalik dan melangkah pergi, masuk kedalam mobilnya meninggalkan Alga yang masih berada di tempatnya.
"Tuan, tolong kencangkan sabuk pengaman anda, kita akan segera lepas landas"
Ucapan seseorang itu membuyarkan pikiran Rezvan, cowok itu menatap asisten pribadinya sekilas sebelum mengencangkan sabuk pengamannya.