Sebenarnya chapter ini udh siap pas hari jumat, cuman aku sibuk jafi lupaa, maaf yaaa😭
HAPPY READING‼️💗
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Maybe in the next life we will be together"
Suasana markas besar malam ini sangat ramai di huni oleh seluruh anggota Alvagoz. Mereka semua berkumpul disana untuk menyerahkan jabatannya dan menerima calon ketua yang baru.
Sorak sorai riuh menyeruakkan nama-nama yang mungkin sudah di pilih oleh mereka sebagai calon. Malam ini benar-benar menjadj sejarah bagi anggota Alvagoz, terutama para senior yang mungkin tidak akan merasakan perkumpulan seperti ini lagi setelah lengser dan menginjakkan kaki ke jenjang baru.
Rezvan berdiri di tengah-tengah bersama anggota inti, mereka berlima menatap anggotanya, merasa bangga bisa berada di antara mereka semua.
"Sebelumnya gue mau minta maaf sama kalian semua, selama gue memimpin, banyak hal yang terjadi, entah itu suka atau nggak, dan terduga atau tidak, gue minta maaf. Dan terimakasih banyak untuk kalian yang udah bertahan sampai di titik ini. good luck untuk ke depannya, Alvagoz harus lebih baik dari masa ke masa. Gue titip amanah ini untuk kalian semua, terutama untuk Rajendra sebagai pemimpin berikutnya. Gue, sebagai Leader Alvagoz generasi kedua, pamit undur diri. Goodbye second generation, and welcome third generation." Rezvan sedikit membungkuk, memberi hormat kepada mereka semua.
HUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!
Suara tepuk tangan dan sorakan meriah mengintrupsi setelah Rezvan berbicara. Mereka menatap ketua-mantan ketuanya itu dengan tatapan kagum.
Rajendra, selaku Leader of Alvagoz generasi ketiga berjabat tangan dengan Rezvan, "thank you"
Rezvan mengangguk singkat, "gue titip Alvagoz sama lo, jaga mereka, jaga nama baik Alvagoz."
"Pasti. Alvagoz harga mati bagi gue."
"Untuk pemilihan wakil dan tiga anggota inti lainnya, kita semua serahin sama lo, Jen. Biar lo yang nentuin sendiri" sahut Arfan.
"Bawa nama baik Alvagoz untuk lebih besar" timpal Vano, cowok itu tersenyum tipis.
"Congratulations, Jen. I'm sure you can do all this" Yudha menepuk pelan bahunya.
Rajendra mengangguk pasti, "oke bang, gue gak akan ngecewain kalian"
PROK PROK
Althar menepuk tangannya dua kali, mengalihkan perhatian seluruh anggota. "Untuk Rajendra Altair Astara, good luck in carrying out your duties as the third generation Leader of Alvagoz."
HUUUUUUUUUUUUUUU!!
Rezvan melirik Rajendra, menyuruhnya untuk memimpin selogan.
Dengan senang hati Rajendra mengambil langkah dan berdiri di tengah-tengah, di antara ketua dan anggota inti generasi kedua, juga di antara seluruh anggota Alvagoz, ia meletakkan lengan kanannya di tengah-tengah, disusul dengan Rezvan, Althar, Arfan, Vano, dan yang terakhir-Yudha.