Bagian 30

888 80 6
                                        

🙏🙏🙏🙏




Seharusnya Rosie tak sadarkan diri saat itu, tapi Rosie malah membuka matanya perlahan.

keheningan tercipta, dan dia bisa melihat supir keluarga mereka berlari dengan panik.

Rosie bingung kemana pergi nya kakak nya Jisoo, kenapa tidak ada di depan supermarket sana.

Lalu sesaat kemudian akhirnya Rosie menangkap presensi Jisoo yang tengah berbaring dengan genangan darah di sekitar tubuhnya.

Dia juga melihat sebuah Motor yang seperti sangat familiar di matanya tergeletak di tengah jalan, entah pengemudinya kemana Rosie tidak tau.

Tiba-tiba saja dia seperti di serang ribuan belati menyerang dadanya, Setelah itu Rosie tidak tau apa-apa lagi, dunianya ikut menggelap, bersama sakit yang ia rasakan di kepalanya.

.
.
.
.
.
.
.

Plak..!!!

Jennie datang menampar kuat pipi Lisa, di depan ruang ICU. Matanya berkaca-kaca.

Jennie seperti tidak perduli bagaimana keadaan Lisa juga saat ini yang sama khawatir dan terluka nya melihat saudaranya terbaring di ruangan itu.

di tambah Lisa juga merasa bersalah karena dia lah yang menyebabkan semua ini terjadi.

"Eonn~...?" Lirih Lisa memegang pipi nya yang merah akibat tamparan Jennie.

"Lisa.. Kenapa lo nabrak adek gue!!" Teriak Jennie

"Kenapa Lo buat Eonnie dan Rosie terluka?.. Hiks.. Kenapa Lisa.? Kenapa..?~"

Jennie memukul-mukul bahu depan Lisa sambil menangis sejadi-jadinya.

"Maafin aku eonn.." Menunduk menerima semua yang Jennie lakukan.

"Kenapa lo buat mereka seperti ini..?~ Kenapa Lisa..?~" Lirih suara Jennie pelan menunduk kemas dan dengan cepat Lisa merengkuh tubuh Jennie.

Celananya yang sobek dan basah karena darah keluar di sana tidak Lisa pedulikan.

Rasa sakit yang Lisa rasakan pada kaki nya tidak terasa sama sekali, tentu saja karena ada sakit lain yang melebihi semua itu..
.
.
.

.
.
.

"Sampai saat ini sulit mencari donor paru, setelah pandemi tahun lalu, membuat organ pasien cenderung rusak di bagian paru." Ucap dokter setelah memeriksa kondisi Rosie yang sudah di pindahkan ke kamar rawat.

"Lalu bagiamana kondisi anak ku jika begini~" Lirih Jiyoung

"Maaf kan kami, pihak Rumah sakit tetap berusaha mencari sampai titik terakhir kami tidak bisa membantu" Ucap dokter namun tidak membuat tenang sedikitpun bagi Jiyoung.

Niat ingin melihat kondisi Rosie, Lisa malah mendengar percakapan Mami dan Dokter membuatnya semakin terluka hati.

Tangan nya mengepal matanya merah menahan sesuatu keluar, dia pun pergi dari sana tanpa di ketahui.

.
.
.

Ruangan memiliki warna dominan putih, ada banyak alat yang entah apa saja fungsinya, tapi suara tak beraturan dari monitor samping ranjang yang paling memuakkan.

Rosie terbangun tiba-tiba dari tidurnya, dadanya terasa dihimpit bebatuan besar dan sesuatu seperti menghalangi jalan napasnya.

Anak itu bergerak gelisah, Kata-kata penenang dari jiyoung Bahkan rasanya tak mempan sama sekali.

Ingatan semalam kembali berputar, dia ingat dengan jelas bagaimana kondisi Jisoo saat itu.

Tubuh Rosie tidak terluka, hanya lecet-lecet kecil dan itu tidak berdampak besar selain penyakitnya yang kambuh tidak tau waktu.

RELUNG ☑️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang