Frank baru saja menutup matanya saat Elena masuk. Dari aroma parfumnya Frank tahu mantan istrinya itu datang. Ia enggan membuka matanya setelah apa yang terjadi. Ia tidak tahu bagaimana menghadapi Elena sekarang.
Elena duduk di sampingnya dan memandangnya tanpa berkedip. Ia pikir Frank sedang tidur. Lalu ponselnya berdering.
"Baiklah. Tunggu aku di halaman parkir".
Derek menelepon. Ia tahu apa yang terjadi dan itu membuat Elena kesal.
"Kenapa kau ada di sini?".
Itu pertanyaan pertama Elena saat bertemu Derek.
"Aku khawatir tentang dirimu. Apa kau baik-baik saja?".
Elena tertawa.
"Kau melebihi ayahku. Aku sedikit takut. Hanya kurang dari beberapa jam dan kau sungguh tahu apa yang terjadi. Apa kau punya mata-mata?".
Derek bisa melihat nada tak suka dari suara Elena. Ia maju dan meraih tangannya.
"Bukan seperti itu. Apakah aku tidak boleh khawatir?".
"Ini berlebihan. Aku sedikit risih".
Muka Derek memerah. Ia tersinggung dengan ucapan Elena.
"Apa karena itu mantan suamimu? Sekarang kau lupa bagaimana ia telah menyakitimu? Pria itu! Pria di dalam sana telah melukaimu dengan dalam dan kau masih membelanya".
"Hentikan itu Derek! Siapa dirimu sehingga berani bicara seperti itu? Sungguh itu bukan urusanmu! Aku mohon, pergilah dari sini".
Wajah Derek begitu kecewa. Ia menatap Elena dengan nanar.
"Aku jatuh cinta padamu. Aku ingin melindungimu. Apa itu salah?".
Seharusnya Elena tidak terkejut dengan ungkapan cinta Derek. Jauh sebelum rumah tangganya benar-benar hancur, Derek telah menunjukkan sikap itu. Hanya saja Elena tidak ambil pusing. Dia berpikir bahwa Derek hanya terjebak dalam situasi sesaat dan Elena tidak menyangka bahwa Derek akan mengucapkan apa yang ia takutkan selama ini.
"Kau tahu itu tidak mungkin Derek...".
"Tapi...Kau tidak menolak saat aku menciummu semalam".
"Itu...itu adalah kesalahan".
Mata Derek berkaca-kaca. Ia maju dan membelai rambut Elena.
"Aku tahu kau masih abu-abu. Aku tidak memintamu menjawabnya sekarang. Aku memberikan waktu agar kau menyelesaikan segalanya. Setelah semuanya membaik, temui aku dan berikan jawabanmu".
Elena menggeleng. Jauh di sudut hatinya ada keraguan tapi memikirkan alasan Frank terbaring di rumah sakit sekarang ia membuang perasaan itu.
"Kau pria baik. Aku yakin di luar sana ada wanita yang sepadan denganmu. Aku sungguh bukanlah hati yang kau cari. Tolong jangan seperti ini".
Derek memeluknya erat dan Elena menangis di pelukannya.
"Baiklah tapi ini bukan berarti aku menyerah. Ingat ini, kapan pun kau membutuhkan aku, datanglah. Biarkan aku menjadi rumah kedua untukmu. Aku mencintaimu dengan tulus dan aku tidak menginginkan hati yang lain. Berjanjilah bahwa kau akan baik-baik saja".
Elena mengangguk dan melepaskan pelukannya. Derek mengecup keningnya dengan lembut dan menyeka air matanya.
"Aku harus pergi sekarang. Hubungi aku jika kau ingin ".
Elena hanya mengangguk berulang kali. Ia menggigit bibirnya kuat-kuat saat melihat Derek masuk ke mobil. Ia melambaikan tangannya saat mobil Derek meninggalkan dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SECOND HOME (TAMAT)
Romansa"Aku menikahimu karena aku sangat menghormati ayahmu". Kalimat Frank Jensen membuat seluruh perasaan Elena Mayer membeku. Sungguh bukan itu yang ada di kepalanya selama 16 tahun menikah dengan suaminya. Pernikahan yang semula bahagia dan tentram tib...
