"T- tidak mungkin ... Anda?" gumam Ara. Netranya ke arah sosok pria yang sedang menatap mereka dingin.
"Ini kantin kantor! Kalian kenapa ribut?" Pria itu berseru yang membuat semua mata ke arahnya.
"Mereka berdua duluan, Pak. Kami baru datang sudah ditumpahi makanan." Viola mengadu ke pria itu sambil tangannya menunjuk ke arah Ara dan Zahra.
"Heh! Enak, saja. Fitnah itu, Pak. Mereka yang duluan," sangkal Zahra tak terima.
"Apa? Dasar iblis ini—"
"Apa? Mau berkelahi? Sini aku tidak takut," potong Zahra sembari memasang kuda-kuda. Viola tersulut emosi pun terpancing, tetapi Claudia mencoba menghentikan Viola. Jika Viola maju masalah akan bertambah.
"Cukup kalian! Claudia, bawa temanmu pergi biar mereka aku urus!" titahnya.
"Apa? Ka— maksudku, Pak Calvin kami—"
"Pergi atau kamu mau kena hukuman," ancam Calvin dengan tatapan menajam ke arah Claudia.
"Baik," lirih Claudia lalu ia menarik tangan Viola meninggalkan kantin. Sesaat sebelum itu, ia berbisik ke Calvin. "Kak, berpura-pura tidak mengenaliku kedepannya." Setelah itu, Claudia benar-benar pergi bersama Viola.
"Mereka itu kegatelan banget," lirih Zahra sambil menggertakkan gigi.
Calvin menghela napas lalu menyuruh semua orang di tempat itu melupakan kejadian tadi dan Ara serta Zahra mereka diomeli lalu dihukum membersihkan kekacauan yang mereka perbuat.
"Gara-gara dua karyawan pindahan sok kegatelan itu kita kena omel Pak Calvin," gerutu Zahra sembari membersihkan tumpahan makanan tadi.
"Kasihan dihukum," ejek seorang pria yang sedang duduk santai menikmati es limunnya.
"Ih, diam kamu Delson," ucap Zahra dengan kesal.
"Gimana kalau kami membantu kalian mendapatkan Pak direktur dan Pak wakil direktur." Seorang pria lain yang duduk di sebelah Delson menyunggikan senyuman ke arah Zahra.
"Kalian ini nggak kapok. Aku ini mau hidup normal, tapi malah terseret masalah kalian," sanggah Ara sambil memutar bola matanya dengan malas.
"Kamu ni gimana, sih. Kamu juga kan mau bergabung dan berkeinginan mendapatkan Pak Satya," balas Zahra.
"Memang, tapi aku merasa dari sebelum kedua karyawan tadi pindah tidak pernah membuahkan hasil. Lagian aku kerja di sini cuma ingin mengungkap kasus terbunuhnya suamiku," ungkap Ara. Iya, Aranika telah menikah 7 bulan lalu. Namun, suaminya meninggal dengan cara tidak wajar.
"Aku tahu kamu di sini ingin mencari orang yang telah membunuh suamimu, tapi apa kamu tidak merasa aneh ketika orang yang mendatangimu mengatakan pelakunya adalah orang-orang keluarga Jaya?" Zahra mengatakan hanya untuk mengingatkan Ara akan kejadian itu.
"Aku harus mendapat informasi dulu terlepas apakah itu benar atau tidak," kata Ara lalu setelah bagiannya sudah selesai ia bangkit.
"Mau ke mana?" tanya Delson yang juga ikut bangkit dari kursi.
"Aku ingin ke kamar mandi," jawab Ara lalu ia berlalu pergi tanpa mengatakan sepatah kata.
"Tunggu, Ara!" Delson mengejar Ara, sedangkan Marvel mendekati Zahra lalu tangannya terulur mengambil kain.
"Mau apa?" tanya Zahra terkejut saat Marvel di dekatnya.
"Membantumu," jawabnya dengan singkat lalu membersihkan sisa-sisa kororan di lantai. Kenapa mereka tidak menggunakan sapu dan pel? Itulah hukuman mereka yang diberikan oleh Calvin yaitu membersihkan menggunakan kain saja.

KAMU SEDANG MEMBACA
I Found You
RomanceClaudia dan Christian sepasang suami-istri yang sedang menantikan anak, tetapi suatu hari saat Claudia berniat menemui Chris ia terkejut melihat suaminya berjalan dengan seorang wanita. Claudia yang merasa sakit hati melihat itu akhirnya kabur tanpa...