05. Geng Tryxe

63 6 0
                                        

Happy reading...
vote janlup:)

♡♡♡jangan berharap terlalu banyak

~Don't expect to much,
manusia itu gampang berubah~

*kkkriiingggggg...

Bunyi bel telah berbunyi, semua murid seperti balapan untuk menuju ke kantin.

Zira bingung hendak kemana, jadi lebih baik ia memilih untuk tetap di kelas.
ia melihat sebagian anak anak berhamburan keluar kelas, sedangkan Zira memilih membaca novel terlebih dahulu. Saat ia sudah menemukan novel nya, novel kemarin yang ia baca belum selesai dia baca.

Saat hendak melanjutkan membaca, terlihat 2 gadis sekelasnya yang mendekatinya,

"Hai, kenalin gue Intan" sapa salah satu gadis yang menghampirinya, seraya menjulurkan satu tangan dan tersenyum, penampilannya ia memakai ikat rambut 2 sisi. Dibagian kanan dan kiri yang membuat ia tampak imut.

Zira menerima uluran tangan nya kemudian berkata "Zirana"

"Pssst woy, ayok" bisik Intan kepada teman satunya yang diam saja dari tadi

Temannya yang mengerti maksud Intan pun segera berbicara
"Claudya" ucapnya dengan uluran tangannya, rambut Claudya di ikat kepang di bagian sisi kanan dan kiri yang membuat ia tampak lebih cantik, walau muka nya datar sih.

"Zirana" ia membalas jabatan tangan itu lalu tersenyum.

"Kita mau ke kantin, mau bareng?" tanya Intan kepada Zira. Zira menggeleng tanda tidak mau, pasalnya ia kenyang dan ingin membaca buku

"Udahlah. Ayo, jangan sampai kami seret deh. Sekaligus kita keliling, yuk" paksa nya. Mau tidak mau ia ikut beranjak dari kursinya mengikuti 2 gadis itu berjalan beriringan menuju kantin.

"Ga sopan" timpal Claudya kepada Intan.

"Yee. orang bercanda doank, ya kan Zir?" tanya intan seraya merangkul Zira. Zira hanya mangut mangut saja "Hm, Keknya lo sama kek Claudya ya?"

Zira yang tak mengerti pun bertanya maksudnya "Hah?"

"Maksud gue, kalian itu sama Kayak suka baca buku, terlebih buku novel, terus kalian sama sama irit bicara, muka datar, ya walaupun tetap cantik sih" jelas nya panjang lebar.

"Emang lo, bar bar dan banyak bacot" sahut Claudya jengkel.

"Yee, sekalinya Claudya ngomong nih ya, pedes abis." kilah Intan "Gausah didengerin Zir," ujar Intan.

"nyenyenye" ejek Claudya.

Tak lama mereka tiba di sebuah kantin yang Luas dan sepertinya meja nya hampir penuh.

Semua pasang mata menatap kearah Claudya dan Intan, atau lebih tepatnya ke arah Zira pastinya.

"Sana yuk," ajak Intan pada Zira, menunjuk sebuah meja 5 bangku yang terisi 2 siswi. Zira hanya hanya mangut mangut.

"Hai girlss" sapa Intan, sedangkan Zira dan Claudya langsung nyelonong duduk tanpa permisi.

"Hai juga tan"

"Tan tan tan apaan? emang gue tante tante?"

"Tante tante girang, cocok" gumam Claudya pelan, tapi masih bisa terdengar oleh Intan.

"Kan, mulut lo itu pedes banget anjir, gula in dikit kek biar ada manis manisnya." cibir intan

"Ekhhemm" deheman salah satu siswi membuat Zira sadar. Tatapan mereka ber dua ke arah Zira, Yang membuat Zira langsung paham.
Langsung saja ia Menyerahkan tangannya kepada mereka berdua
"Zira" ujar Zira ke salah satu nya.

HUZZIRA [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang