"Lama banget kalian berdua! lumutan gue nunggu kalian!"
"Sabar nek lampir" kata Reza dengan menaruh segala makanan ditangannya, sedangkan Zira tak membawa apa apa karena sudah habis ludes bagian makanannya.
"Papa gue bakalan pulang besok dari australia" ujar Zira menatap ke 5 gadis yang di ketahui sahabat Zira sedari umur nya 13 tahun, atau tepatnya saat ia meninggalkan indonesia untuk mengubur kenangan indah dan buruknya.
"Hm, apa kami perlu pindah?" tanya Oliv dengan hati hati.
"Jangan!" sahut Keira tiba tiba, "Takutnya Om Evrix tahu kita disini, dan saat dia kembali malah kita ilang, Zira dalam bahaya" jelas Keira yang dibalas anggukkan oleh mereka.
"Nggak kok, aman aja" ucap Zira, bersusah payah senyum. Walau sebenernya ada rasa takut. Karena ia memenangkan kompetisi memanah juara 2 internasional.
"Nggak! susah senang kita lewati bersama" ujar Zeera memeluk tubuh ramping Zira, yang disusul oleh Vella, Oliv, Keira barulah Cilla.
"Benar itu" ujar Cilla dalam sesi berpelukan mereka.
"Makasih karena selalu ada buat gue"
"You're welcome"
Reza yang melihat acara berpelukan cewek cewek itu memutar bola mata malas, alay-pikirnya.
Kemudian beranjak pergi tanpa pamit untuk pulang ke apartmen nya, ia memang tinggal sendiri di apartmen sekarang.
***
"Kiw cewek" goda Angga dengan jurus penggoda nya, ia sedang berada di parkiran sekaligus cuci mata.
"Aduh, bening banget" ucap Agil saat melihat gadis keturunan Jerman+Indonesia. Sedangkan gadis yang dimaksud hanya acuh, melanjutkan langkahnya menjauh.
Dulu, yang penggoda cewek cewek itu ber 4, namun sekarang menjadi ber 3 karena Kelvin pensiun dari kata *buaya darat*
"Cayang" sapa Kelvin melihat Keira yang turun dari mobil Lamborghini ungu Zira, yang disusul ketiga sahabatnya, Sedangkan Zira dan Zeera berboncengan membawa motor sport putih Zira.
Sebenarnya mereka bisa saja membeli sendiri tanpa meminjam punya Zira, namun karena ini adalah perintah Zira, mereka menurut.
Zira turun dari jok belakang, disusul Zeera yang juga turun dan melepas helm nya, membiarkan rambut pirang berkilau yang di gerai itu menjadi sorot perhatian anak anak SMA Angkasa. Zira juga tak kalah cakep dan kece nya.
Jika ke enam gadis tersebut di tanding, jelas Zira pemenangnya, kedua? Zeera pastinya, ketiga? ah tentu Keira, keempat? Vella, kelima? barulah Cilla sipaling imutte dan ke enam barulah Oliv ya walaupun begitu. Mereka semua tetap enak dipandang.
"Ya?"
"Ku anterin kekelas ya, tapi sebelum itu kita keliling sekolah dulu" ajak Kelvin, memegang lengan Keira.
"Keliling? Ntar aku capek" keluh Keira dengan wajah memelas, tak sanggup jika membayangkan keliling sekolah luas ini.
"Nanti aku gendong"
"Modus!"
"Sama pacar sendiri nggak boleh?" tanya Kelvin.
"Hmmmm, yaudah deh kuy"
"Kuy"
"Bestie! gue masuk duluan ya!!" teriak Keira menoleh ke arah belakang saat lengan nya ditarik dengan lembut oleh Kelvin.
"Iyaa!" jawab mereka serempak.
Kala mata Huzar dan Zira bertubrukkan, anggota Tryxe heboh sendiri, mengingat kejadian tadi malam.
Jika Huzar sedang berbunga bunga, maka lain hal nya dengan Zira. Malu Coyy!
KAMU SEDANG MEMBACA
HUZZIRA [ON GOING]
RomanceHUZZIRA by misnamrshyla. _____\\\___///_____ "Happy reading..!!" Huzar And Zira. . . --- HUZANIS SKY CLEOBARA Pria berdarah dingin. kaya raya. irit bicara. Huzar juga Ketua Geng Tryxe' penguasa jalanan dan posisi...
![HUZZIRA [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/369476757-64-k38333.jpg)