04. Murid baru

74 5 0
                                        

hai hai

I hope you like it, happy reading

♡♡♡
***

~Bukan lupa, namun terbiasa~

Malam telah berganti pagi, kini seorang gadis terbangun akibat ponselnya berdering

~alarm let's wake up from your sleep~
driiinggggg~~~
driiinggggg~~~

"hoaaamm, berisik 5 menit lagi" Zira mengambil, dan mematikan alarm dengan mata yang masih terpejam. Ia membuka mata dan melihat jam 06.22 ia setel jam 06.30 agar membangun kan nya kembali.

8 minutes later...

~alarm let's wake up from your sleep~
driiinggggg~~~
driiinggggg~~~
driiinggggg~~~

"Hooaam," Zira menguap seraya merentangkan tangan nya lalu bangkit dari kasur setelah mematikan alarm itu.

Tujuan nya sekarang adalah kamar mandi. Setelah selesai ia langsung mengambil seragam baru nya,

"Hm, lumayan" ucap Zira saat melihat diri nya dari pantulan cermin "Makeup dikit, deh" Zira mengambil alat kecantikannya dan
"Perfecttt" Ungkap Zira setelah dirasa cukup, ia berniat untuk sarapan terlebih dahulu.

Ia turun dan terdapat bibi Asti, Maid nya "Non, sarapan dulu non?" tawar bi Asti

"Iya bi," bi Asti telah Zira anggap sebagai keluarga nya, karena ia sudah merawat Zira dari kecil. "Bi, papa mana?" tanya Zira kepada bi asti

"Oh, tuan Evrix sudah berangkat tadi non," Sahut bi asti.

"Oh gitu, oke deh makasih info nya bi asti" sudah tidak heran lagi dengan ayahnya yang memiliki posisi 'CEO' terkenal dan terkaya itu.

"Iya, kalau gitu bibi pamit ke dapur ya non"

"Iya bi," setelahnya ia duduk dan menyicipi sarapan pagi,

*Percuma terkenal, namun anaknya sendiri tidak di perkenalkan di publik" Batin Zira.

Selesai dengan sarapan ia langsung ke depan pagar mansion nya dan terdapat seorang satpam penjaga mansionnya

Selesai dengan sarapan ia langsung ke depan pagar mansion nya dan terdapat seorang satpam penjaga mansionnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bang Tio" panggil Zira kepada seorang satpam, biasa di panggil 'bang Tio.

"Bukain garasi donk bang. Zira mau keluarin mobil Zira" pinta Zira pada Tio.

"Oh, siap non" ucap satpam itu, ia langsung bergegas pergi ke garasi dan melaksanakan perintah Zira.

"Sekalian bantu keluarin dari garasi ya Bang!" perintah Zira sedikit berteriak pasalnya Tio sudah berada jauh dari penglihatan

"Siap non!" teriak bang Tio.

Setelahnya datang lah mobil Lamborghini ungu.

"Nih non, hati hati ya non"

HUZZIRA [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang