26. Kejahatan Joshua.

19 2 0
                                        

Hai hai~~~

Happy Reading

---

~Tetap lah tumbuh, walau pernah runtuh~

''''')(""

"Kalian mengenal cewek tersebut?" kini Vella yang bertanya.

Anggota Tryxe menganggukkan kepala, tanda mereka mengenalnya.

"Ada salah satu di antara kalian yang paling dekat dengan gadis, oh ralat wanita tersebut?" Zira bertanya dan menantikan jawaban mereka.

Salah satu dia antara mereka angkat tangan.

"Lo-- siapa nya" tanya Vella, layaknya seperti mengintrogasi. "Siapa sih namanya, Ci- Citra ya nggak si?" Zira mengangguk tanda ucapan Vella, benar.

"Citra dia Adik gue, yang hilang beberapa minggu terakhir" jawab nya dengan menundukkan kepala lesu. "Walau bukan Adik kandung, tapi gue udah nganggep dia, sebagai adik kandung gue" ucapnya pelan.

"Divideo tersebut, memang tidak ada yang begituan, karena gue hapus" ucap Zira, "Video tersebut udah gue salin, dan video yang ada di gue itu yang lengkap, gue nggak mungkin ngasih kalian yang lengkap, karena terdapat begituan" jelas Zira dengan kaki yang bersilang.

"J-jadi? di-dia itu di-"

"tepat! yang kalian liat hanya saat Citra di sekap, di rantai tangan, dan baju nya di sobek sobek kan? setelah itu selesai bukan?"

Mereka mengangguk angguk.

"Jadi, lo sebagai Kakak nya Citra, lo mau apain cowok brengsek itu? bukti lengkap nya ada di gue. Dan masih banyak lagi kebusukkan yang diperbuat Joshua, bukan hanya Joshua, anggotanya juga gue simpan kebusukkannya." memang benar adanya Zira memegang aib Joshua dan Anggota anggota nya.
"Dan perlu lo tau juga, Citra di pakai--- Bergilir" ucapan Zira memelan diakhir kalimat.

Vella hanya dia menyimak, karena ia memang tidak menonton video tersebut tapi hanya di beri tau Zira lewat mulut, hanya Zira seorang yang menontonnya_ eitts jan salah paham, ini hanya untuk melihat apa yang dilakukan si bajingan Joshua itu.

"Be-bergilir?"

"Yup, setelah Joshua selesai, dia keluar, dan ternyata ada masuk, setelah orang itu selesai, ada lagi yang masuk. Terhitung 6 orang yang masuk bergiliran yang menyetubuhi adik lo"

"Bajingan!! Brengsek!! ga terima gue, adik digituin!!" Umpat Irvan_ ya Irvan lah kakak Citra. "Gue, ngucapin makasih sama lo Zir, udah ngungkapin kejadian ini. Kalau boleh nanya, lo tau di mana Citra sekarang?"

"Tau"

"Bisa kasih tau gue?"

"Nggak bisa Van, berbahaya. Lo harus tunggu waktu tepat buat jemput Adik lo itu, kalau enggak Lo, dan Adik lo dalam bahaya" jelas Zira, karena Zira tau keamanan di sana sangat ketat.

"Tapi gue gak bisa diam diri disini, sedangkan adik gue tersiksa di sana" Irvan cemas, begitupun teman temannya, namun apa boleh buat.

"Van, tenangin diri lo. Jangan gegabah, yang ada Citra semakin dalam Bahaya kalau lo nyusul dengan gegabah gini" peringat Huzar dengan menepuk nepuk bahu Irvan, Sepenuhnya ia terkejut dengan penuturan Zira, namun ia harus menormalkan ekpresinya.

"Y-yaudah"

Dari arah belakang Zira, terlihat Axel membawa sesuatu, ia menyerahkan pada Zira.

"Sejujurnya gue gak mau ngasih Flashdisk ini kekalian apalagi ke kalian berdua" telunjuk Zira menunjuk Zelvin dan Kelvin. Yang di tunjuk, langsung saling tatap sekaligus bingung.

"Kenapa kami?" tanya Kelvin sembari menunjuk dirinya sendiri dan diri abangnya.

"Flashdisk ini adalah Flashdisk kejahatan dan rahasia keluarga Joshua, ini menyangkut tentang kalian." ungkap Zira, seraya memasang Flashdisk tersebut, dan terlihat layar yang menampilkan sebuah rumah sakit, Zelvin dan Kelvin seketika melotot karena itu rumahsakit ---

"M-Mami?" gumam Zelvin dan Kelvin saat itu juga, mereka mengingat kejadian minggu lalu di rumah sakit Kembangan'.

Mereka melihat secara seksama  pemutaran video di rumah sakit 'Kembangan' tersebut.

Beberapa menit berlalu, dan terlihat seseorang yang tak asing bagi anggota Tryxe, didalam video tersebut ia memencet sesuatu, dan terlihat angka yang berjalan menmundur dari hitungan ke 10.

10-09-08-07-06-05-04-03-02-01- 00

Dan . . .

BOOOMMM !!!

Refleks setelah ledakkan berbunyi dari dalam layar, semuanya menutup telinga.

"J-jadi? Joshua---" kini Zelvin tak mampu melanjutkan kata katanya.

"Ya, ledakkan Rumah sakit tersebut karena disengaja, dan pelakunya adalah Joshua."

"Dalam unsur apa dia meledakkan rumah sakit itu?" tanya Renzi pada Zira.

"Kejadian itu bulan lalu, dan niat dia adalah membunuh mami kalian-" ucap Zira menggantung,
"Namun, ternyata misi Joshua gagal, karena Mami kalian masih bertahan, bukan?" tanya Zira yang di angguki kedua nya, memang mami Zelvin dan Kelvin hanya koma beberapa hari, dan sembuh, walau tidak sembuh total.

"Apa unsur mereka ngincar mami gue?"

"Gue sebenarnya nggak mau ngasih tau ini, serius Zel, Kel. Gue nggak mau bikin kalian kecewa. Tapi kalau kalian memang ngeres mau tau, gue bakalan kasih tau, tapi jangan nyesel setelah tau kebenarannya"

"Kasih tau yang sebenarnya Zira, kami mohon" permohonan Kelvin dengan air mata yang bercucuran membuat Zira tak tega, namun apa boleh buat.

"Baiklah, aku akan menceritakannya, duduklah" Zira menghirup oksigen sebanyak banyaknya dan menghembuskan napas nya, lalu mulai bercerita.
"Jadi--"

***

Jan lup vote <33

makasiee...

HUZZIRA [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang