19. Memberi Saran

27 2 0
                                        

---

~Mencintaimu secara blak blakan dan brutal its another level of pain.~

^

"

Apakah kalian menemukan keberadaan nya?"

"Ti-tidak tuan, kami sudah berusaha"

"Sialan, cari dia dan musnahkan secepatnya!"

"B-baiklah tuan, saya akan mengeluarkan lebih banyak pasukan lagi"

"Pergilah!"

***

"

Zira, keruang musik yuk?"

"Ah, males lah" Jawab Zira tanpa mememandang lawan bicaranya

"Ish, lo gak lupakan lo berbakat dalam bidang musik?"

"Hm, lo juga"

"Nah itu tau, ayuk lah"

"Cerewet banget si lo Vel! gue lagi mager" sahut Zira.

"Mager jan di pelihara, ayok! perlu gue seret?" tanya Vella mulai jenuh.

"Gak, makasih"

"Nah makanya ayuk!"

Zira memutar bola malas.
"Ck, iya iya cepetan lo ganti baju dulu!" ucap Zira malas, ia menaruh hp yang ia pegang tadi ke atas meja lalu beranjak ke arah ruang musik yang berada di mansionnya.

Vella melihat badannya yang masih terbungkus baju sekolah nya, lalu menyengir. Ia lupa mengganti karena ke asikkan vc bareng ayang nya'
"Hehe, males lah. Nanti aja gantinya, kuylah"

"Siapa suruh vc gatau jam, sampe lupa udah malam." gumam Zira merasa jengkel, akibatnya ia sedari tadi menjadi nyamuk kala pacar Vella dari inggris itu menggombali Vella."Yaudah!"

"Yeyyy"
.

Sesampainya mereka di tempat tujuan yaitu di ruang musik, Zira menuju ke arah alat musik disana.

ia memainkan gitar, seraya bernyanyi meng cover lagu yangBer judul : Prom Queen - by Beach Bunny

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ia memainkan gitar, seraya bernyanyi meng cover lagu yang
Ber judul : Prom Queen - by Beach Bunny.

Sedangkan Vella menuju ke arah Piano.

sesekali ia bersenandung, seraya menggerakan tangan lentiknya untuk memainkan piano tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

sesekali ia bersenandung, seraya menggerakan tangan lentiknya untuk memainkan piano tersebut.

2 jam berlalu dengan cepat.

"Vella" panggil Zira

"Hah? apa? lo ada manggil Zir?"

"Hooh, kita kekamar yuk. Ngantuk nih dah jam 11 tau nggak?"

"Oh, yaudah yuk. Gue juga capek dari tadi siang" keluh Vella, sembari keluar dari ruang musik, menuju kamar Zira.

"Idih, capek ngapain? capek manja manja bareng ayang lo?" cibir Zira menatap Vella yang cengar cengir

"Hehe, tau aja lo. Lo kan tau sendiri dia harus di bujuk kek gitu biar dia mau nurutin permintaan gue Zir"

sesampai nya mereka di kasur Zira mereka duduk, lalu melanjutkan topic pembicaraan mereka yang tertunda saat menaiki tangga.

"Matre! minta bapak lo aja ribet amat. dari pada ngemis ngemis sama si Bryan yang pelit tujuh keliling itu"

"ih, gitu gitu dia setia tau!" elak Vella membela yayang tercinta nya.

"Setia setia tai kucing, bentar lagi juga dia juga selingkuhin lo!"

"Lo ngedoa in Zir?" Vella memasang wajah memelas nya, "Tega banget lo Zir" sambungnya.

"Gak ngedoa in, cuman Feeling aja."

"iihhh, sampe beneran dia nyelingkuhin gue di sana gue potong Titidd nya sih!" sahut Vella, dengan nada mengancam.

Zira terkekeh mendengar penuturan Vella. "Lagian lo ninggalin inggris untuk indonesia cuman buat gue? terus siapa yang ngawasin gerak geriknya? siapa tau ntar dia genit sama cewek lain di sana?" kompor Zira, sembari tersenyum miring, lucu menurutnya mengerjai atau menakuti Vella begini.

"Jan bikin gue Overthinking deh Zir, gue percaya dia serius sama gue!" ujar nya dengan nada pede.

"Serius? emang kalian berencana mau serius?"

"Iya, dia janji sama gue mau nikahin gue setelah lulus SMA"

"HAHH-" refleks Zira menutup mulutnya dengam tangan, saat sadar ia berteriak sangat kencang. "Seserius itu dia?"

"Ya gitu dia bilang, terus gue juga mau serius sama dia"

"Kok ngebet banget pengen cepat cepat nikah? kenapa gak abis kalian lulus kuliah aja?" usul Zira sambil menatap gadis didepannya.

"Ya biarin lah, lebih cepat lebih baik" jawab nya tanpa beban.

"Lo kira nikah semudah itu Vel? ga mudah Vella apalagi kalau lo udah jadi mama muda! pusing tujuh keliling anjir" Zira geleng geleng mendengar ucapan Vella yang enteng.

"Ah, ga ambil pusing. Yang penting Bryan milik gue seutuhnya!"

"Gak abis pikri gue" Zira geleng geleng sembari tertawa dengan ucapan Vella yang kembali enteng membicarakannya.
"Emang ngomongnya itu simple tapi ngelakuinnya itu sulit Vel, banyak pelajaran, rintangan, jebakan, bahkan pengehianatan yang harus lo dapatkan sebelum lo menemukan jalan hidup lo dan jalan keluar nya." Jelas Zira panjang lebar sembari memegang bahu Vella.

"Ya mau gimana lagi? gue udah cinta banget sama dia"

"Jangan sampe lo mudah percaya, tipu daya laki laki itu kuat Vel. Gue cuman ngasih saran buat lo, gue gak mau lo jatuh terlalu jauh sama Bryan. Nanti berujung penyesalan atau bahkan lo trauma nerima orang baru"

"Hm gue, tau. Yaudah lah tidur kuy, besok sekolah"

"Yaudah"

"Good night Zir"

"Good night too"

***

Janlup Vote yak!

makasieee!!

HUZZIRA [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang