Hai hai !!
Happy reading !!
---
~Yang tak merasa, tidak akan paham.
dan yang tak mengalami tidak pula mengerti~
Kini, suasana terasa mencengkram para murid yang terpaku di kursi kantin, menyaksikan dan mendengarkan suara lantang Zira yang mengerikan.
"Stop, merundung seseorang hanya karena masalah ekonominya! harta kalian gak berlangsung selamanya! CAMKAN ITU!!" Bentak Zira kepada meja yang paling rusuh memaki Gladis tadi. "Kalau gue mau, sekali tarik aja. Usaha orangtua kalian bakalan bangkrut! gue bukan sombong! ini peringatan agar kalian nggak semena mena terhadap orang biasa!" ancaman Zira tak main main ditambah dengan Sorot tajam nya.
"Sekali lagi gue denger caci maki kalian semua, siapapun itu yang tertuju pada Gladis, abis kalian di tangan gue!" peringatan Zira, dengan jempol yang ia gerakkan di lehernya. Kemudian ia beranjak pergi dari kantin tersebut.
Semuanya menjadi merinding, entah kenapa hawa Dan sorot mata Zira sangat mengerikan saat marah, tak terkecuali Huzar yang sedari tadi menonton, bukan ia tak peduli, cuman ia hanya hendak melihat apa yang di lakukan Zira, dan sekarang ia juga ikut Merinding dengan peringatan Zira, padahal ia tidak melakukan apa apa kepada Gladis, mendadak jadi ngeri dan waspada.
"Cewek yang boss Huzar taksir sungguh mengerikan uyy, muka nya aja kayak cantik, imut, lucu, ternyata dia lebih sangar dan mengerikan daripada boss Huzar" ungkap Angga, yang di balas anggukkan oleh teman temannya, "Eh, kok bos juga ikut ngangguk?" tanya Angga heran, dia kira saat keceplosan begini ia akan di amukkin oleh Huzar.
"Gue juga merinding, sumpah" ucap Huzar mengusap ngusap kedua belah tangannya yang sedikit gemetar.
"Pantut di acungin jempol si, tindakkan peringatan Zira tadi" sahut Renzi
"Bener banget" ucap mereka serempak, namun Zelvin hanya ngangguk ngangguk, sejujurnya Zelvin bisa melihat ada kobaran Amarah di sorot mata Zira yang tidak biasa, namun ia hanya diam.
"Apakah dia punya dua kepribadian??" batin Zelvin. "Alter ego?"
***
Sepulang sekolah, mereka tidak langsung ke rumah, anggota inti Tryxe kini sedang berkumpul di dalam Basecamp markas Geng Tryxe.
"Boss? masih demen sama modelan kaya Zira? sangar banget muka nya pas marah" ujar Angga masih kepo dengan boss nya.
"Ya- , mungkin" ucap nya pelan.
"Jan mungkin, kasih kepastian" kini yang menyahut adalah Zelvin, si kulkas berjalan atau si ---
"Heh kutub" panggil Agil kepada Zelvin "Tumben lo angkat suara, biasanya juga bisu" sindir halus dari Agil membuat Zelvin menatap tajam ke arab Agil, yang di balas cengiran "Hehe, ampun gue becanda Zel"
"Mampus lo hahaa" ledek Renzi tertawa puas melihat Agil yang ketakutan.
"Diam lo, raja Game"
"Yee, daripada raja gombal tapi gak dapat pacar" sindir Renzi kepada Agil.
"Be aba ce oco et, Bacot!" sahut Irvan pada ketiga bocah tengil yang gak bisa di ajak serius.
"Disini kita lagi bahas serius, besok adalah hari dimana kita ketemu Queen Zyn kembali. Jadi,bisa serius?" tanya Irvan yang di angguki oleh teman temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HUZZIRA [ON GOING]
RomanceHUZZIRA by misnamrshyla. _____\\\___///_____ "Happy reading..!!" Huzar And Zira. . . --- HUZANIS SKY CLEOBARA Pria berdarah dingin. kaya raya. irit bicara. Huzar juga Ketua Geng Tryxe' penguasa jalanan dan posisi...
![HUZZIRA [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/369476757-64-k38333.jpg)