02. Zirana Putri Evrixxa

87 5 0
                                        

hai hai

I hope you like it, happy reading

°°°

Didalam sebuah kamar terdapat seorang gadis, ia baru saja selesai membersihkan diri
zira adalah atlet panahan handal.
Ia juga selalu ditunjuk mewakili perlombaan panahan, bukan cuman berprestasi di panahan tapi ia juga berprestasi dalam olimpiade, cerdas cermat,  bidang seni, dan seni musik.

Sering dipuji sempurna? artinya kau belum melihat sisi keluarga nya, baginya rumah adalah neraka.

"Hufft, capek. Kira kira ngapain lagi ya? biar pikiran gue tenang?" ya, itu zira sedang berbicara pada dirinya sendiri, bagi nya mencari kesibukan agar kesedihan terlupakan, ya walau sementara itu sudah cukup.

"Pr gue? udah gue kerjain kemarin. Terus ngapain lagi? aelahhh nganggur nih," zira tak henti henti nya mengoceh pada dirinya sendiri. "Oh, novel. Ya baca Novel 'My Husband' dulu deh jiakkh," zira kegirangan akibatnya ia baru saja membeli buku novel sebanyak 7 buku.

23 menit ia bergelut di kasur seraya membaca buku dalam posisi tengkurap.

Non, waktunya makan malam non" dari arah pintu kamar yang tertutup sang maid memanggilnya untuk segera makan malam

"Iya bi, bentar lagi Zira turun" sahut Zira sedikit berteriak agar bi Asti mendengar nya,"

"Mampus, ajal gue dateng," gumam Zira pada diri sendiri.

Dari arah meja makan terlihat sang ayah Evrix' sudah duduk manis di meja makan, Evrix melihat sang putri telah menuruni tangga.

"Noh, baru juga turun tangga udah di tatap tajam," batin Zira berkata.
"Oke Zir, tenangin diri lo, lo pasti kuat."

Zira mendudukan pantat nya di kursi, dan tangan dimeja luas persegi panjang itu.

tidak ada pembicaraan selagi makan, hingga selesai Zira sudah berniat beranjak kembali ke kamar tapi, evrix mulai angkat suara,

"Duduk" perintah sang ayah, ya dia sangat amat cuek, kalau ada kepentingan baru bicara panjang lebar, dan itu menurut pada Zira

Kaki nya mulai lemas, namun ia tetap menurut untuk duduk kembali.

"Bagaimana?" sudah Zira duga, ini pasti akan menjadi sebuah pertanyaan kematian baginya.

"I-itu, masih sesi pemilihan"

"Hm, lakukan yang terbaik. Jangan mengecewakan ku" Evrix beranjak dari meja makan, kaki yang tadi nya berjalan meninggalkan Zira, Berhenti, seraya berkata "Jika kau kalah, jangan harap kau bisa berjalan" ucap nya tanpa berbalik.

"Tamat riwayat ku,"

***

HUZZIRA [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang