31. Bolos bareng?

22 1 0
                                        

~Kegagalan adalah pilar dari sebuah kesuksesan~


"Aduh, lo sih nyalain alarmnya malah jam 07.30 kan jadinya kita telat" cerocos Vella.

"Heh! nyalahin gue, salahin alarmnya lah. Gue ngerasa udah nyalain alarm 06.30 juga" jawab Olivia, tak terima ia di salahkan sendirian.

"Udah nggak usah ribut, kita cari solusi aja mendingan" usul Zira agar Vella dan Oliv stop ribut, memang yang paling sering gelud itu hanya lah Vella dan Oliv.

"Bolos" ucap Zeera, perlu kalian tau. Zeera tipe nya nggak banyak menye menye, irit bicara, dan banyak bicara saat genting atau penting saja.

"Hah? yang bener aja lo, nggak ah" tolak Vella.

"Keliling sendirian" ucap Zeera singkat.

"Apaan yang keliling sendirian?" Vella tak mengerti jika Zeera sudah berbicara pendek seperti ini.

"Maksud Zeera itu. Kalau lo nggak bolos, lo keliling lapangan sendirian sebagai hukuman udah telat" jelas Keira.

"Oh"
"Yaudah jan lama lama di parkiran, ntar ketauan guru guru. Mending kita ke Rooftop" usul Vella

"Hah!" teriak mereka serempak setelah mendengar usulan Vella, gila saja saat mereka telat begini, malah ke rooftof?.

Merasa peka akan kekhawatiran sahabatnya, ia berkata
"Gue jamin, nggak bakalan ketauan. Yuk yuk"

Mereka hanya bisa bernapas frustasi, tapi tak alang untuk mengikuti jejak Vella.

Mereka berjalan pelan, layaknya penyusup saat sudah di kordinor sekolah mereka masih menyusup nyusup berjalan sepelan mungkin, sembari melirik ke arah belakang. Takut ada orang.
Tak lama mereka berjalan, terlalu waspada akan di belakang. Sampai tak melihat ada orang di depan.

BRRUKKH~

BRRUKKH~

"Aghh. Aduh, pantat gue" erang Vella merasa pantat nya berdenyut saat menyentuh lantai dengan keras.

"Aw, aishh. Sakit" gumam Zira karena ia juga tertabrak dada bidang seseorang, saat mendongak, ia melihat Huzar dengan tangan yang terulur.
Zira menyambutnya dan berdiri dengan bantuan tangan Huzar.

Dilihat dari belakang Huzar, anggotanya juga berada di sana.

Saat melihat ke samping, Zira menemukan Vella yang berdiri, sembari menepuk nepuk rok belakangnya yang agak berdebu.

"Ah, minggir lo. Gara gara lo pantat gue jadi nyentuh lantai tau nggak?" cibir Vella dengan tangan yang masih menepuk nepuk roknya.

"Heh! lo yang nabrak, nyalahin gue" balas Renzi.

"Ck, kalian ini dimana mana ribut mulu ya" sahut Agil tak habis pikir "Jodoh mampus kalian"

"Najis njing" umpat Vella.

"Ogah njir" balas Renzi.

"Kalian mau kemana?" tanya Huzar menatap Zira.

"Rooftop, kami telat" jelas Zira, hendak berlalu dari hadapan Huzar. Namun tangan kekar, berurat menghentikan jalannya kala lengan nya di digenggam oleh Huzar.

"Kami ikut"

"Terserah," balas Zira dengan melepas lengan nya dari tangan laki laki itu dan setelahnya berlalu begitu saja. Yang di ikuti sahabat sahabat gadis tersebut.

...
Kini sampailah mereka di tempat tujuan, terlihatlah 7 cowok dengan 6 cewek di atas Rooftop.

Terlihat 2 cewek dan 2 cowok seperti layaknya seorang teman, mereka mabar, Oliv, Vella, Renzi, dan Irvan.

HUZZIRA [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang