Hai hai...
Happy reading...
---
~Gak ada yang baru, masih tentang kamu~
Terlihat 9 motor beriringan, memasuki suatu kawasan terpencil.
Setelahnya mereka memarkir motor sport mereka masing masing, ke sebuah tempat yang mungkin memang disana lah tempat parkir, karena dari kejauhan terlihat 5 motor berjejer rapi dibatisan terdepan.
Mereka ber 9. Dua diantaranya adalah gadis dan sisa nya adalah pria. Mereka memasuki sebuah gedung yang lumayan mewah berlantai 2 dengan dua gadis yang memimpin berjalan.
Sebuah pintu pertama hanya pintu biasa, karena sekali dorong terbuka_ anggota Tryxe tercengang karena mereka kira tidak ada penjagaan yang ketat disini buktinya saja pintu masuknya semudah itu terbuka.
Ternyata eh ternyata, dugaan mereka salah besar saat pintu dorong tadi terbuka, terlihat 4 penjaga dibalik pintu tersebut, dan menunduk hormat saat Queen Zyr dan Queen Vell masuk.
Detik berikutnya terlihat pintu ke dua yang berwarna putih silver terlihat 2 penjaga lagi berjaga disana, seperti hal nya tadi, mereka menunduk hormat.
Ettss, ini pasti membuat Tryxe semakin tercengang_ karena pintu kedua ini memiliki sidik jari agar pintunya terbuka.
*Canggih* kata itu lah yang patut dilontarkan setelah melihat isi dalam Gedung ini yang terdapat banyaknya alat alat canggih disekitar mereka, dan bukan orang sembarang orang yang bisa masuk ternyata.
Berjalan kembali, dengan Zira dan Vella yang memimpin terlihat sebuah pintu ke tiga, nan transparan dan tak sembarang orang bisa menembus pintu tersebut, dan siapapun yang melihat mungkin hanya terlihat seperti tidak ada pintu di sana hanya tembok kosong. Terlihat tidak ada penjaga di sana.
Zira menghentikkan langkah kakinya saat didepan tembok kosong tersebut, lantas semuanya menjadi berhenti berjalan.
"Kalian tunggu disini, gue sama Vella ngambil sesuatu dulu" ucap Zira.
"Jangan coba coba masuk, kalau nggak mau kena strum" peringat Vella.
Setelah nya mereka masuk, namun tak terjadi apa apa, karena apa? karena mereka memakai kalung tanda pengenal, Canggih bukan?
3 menit mereka berdiam diri dengan berdiri.
"Anjing lama banget, mereka ngejebak kita kali ya? masa tembok kosong gini dibilang bakalan nyetrum" ucap Renzi dengan menunjuk arah pintu nan transparan.
"Percaya aja napa sih" sahut Kelvin.
"Heh heh, ngapain lo?" ucap Irvan melihat pergerakan Renzi yang mendekati pintu nan transparan.
"Mau buktiin" ucap Renzi santai, sambil menatap kedepan.
"Jangan coba coba, tersetrum." peringatan Huzar karena ia percaya bahwa tembok kosong itu bukan sembarang tembok biasa.
"Halah, mau aja di akal akalin mereka. Nih gue buktiin" Renzi mulai berjalan santai dan, ---
"RENZII!!" teriak mereka serempak.
Terlambat. Kata itu yang cocok untuk mereka.
-DZZZEEETTT-
Renzi sudah tersetrum, dan gosong untunglah hanya sengajatan biasa tidak sampai bikin meninggoy, Renzi terlempar kebelakang dengan penampilan yang baru.
Baju dan celana menjadi hitam, rambut amburadul, sebagian wajah nya terdapat warna hitam, bukan, bukan karena sengatan tersebut. Namun memang ada debu hitam saat sengatan itu terjadi pada Renzi.
"Anjing, ngeyel si" ucap Kelvin, menghamiri Renzi yang terduduk lemah, bukan karena sakit, itu hanya sengatan biasa namun bisa membuat orang syok akibatnya.
"Nyesel kan lo" sahut Irvan setelah menghampirinya, ia menoel badan Renzi memastikan bahwa sengatan tersebut tidak menular, ternyata memang tidak menular.
"Setruman nya biasa, sakit nya lumayan, tapi syok nya yang berat" gumam Renzi, sembari menatap tembok kosong yang telah menyetrumnya.
"Keras kepala" celetuk Zelvin menatap Renzi dengan senyum smirk, walau ia berdiam saja namun ia mempercayai perkataan Vella bahwa disana terdapat setruman jika hanya orang biasa yang masuk.
Terlihat 2 gadis dan 5 pria keluar dari tembok kosong tersebut.
"Pffftttt, bwahahaha" Vella tertawa melihat kondisi Renzi sekarang, begitu juga dengan anggota Dragwo kecuali Zira. "Ngapa lo? kesetrum ya? ngeyel si, dibilang juga apa. Syok kan lo?" Vella tersenyum meledek
"Bacot lo!"
"Santai aja kali" jawab Vella.
"Sentrumannya ini memang nggak terlalu sakit, tapi percayalah itu bakalan bereaksi nanti."
"Lo mau nakut, nakutin gue ya?"
"Anj, dikasih tau malah di bilang nakut nakutin."
"Serah!"
"Nih kalung pengenal, kalau kalian nggak pake itu, kalian bakalan kayak Renzi." terang Zira dengan mengulurkan telapak tangan yang berisi 7 kalung, sebenarnya ia ingin tertawa melihat keadaan Renzi yang terduduk lemas, namun tak tega.
Mereka mengambilnya, dan memakainya seketika mereka terkejut.
Kemana kalung mereka?
"Nggak usah terkejut gitu, emang kalau kalung nya di pakai bakalan transparan, sama kayak temboknya yang transparan" terang Axel, ya 5 pria itu adalah anggota inti Dragwo. Mereka memang mengikuti Zyr dan Vel keluar.
"Gila, canggih bener" ungkap Agil, yang di angguki oleh Angga.
"Biasa aja, kalian belum liat dalamnya, baru luar nya" sombong Vella.
"Dih, songong" gumam Renzi. Untung tidak terdengar, karena Renzi berucap pelan, sembari bangkit dan menepuk nepuk pantat nya yang sedikit berdebu hitam pekat tersebut.
"Yaudah, kuy masuk." ajak Zira memimpin berjalan, walau Renzi sudah memakai kalungnya, namun ia was was takut di setrum kembali.
Sesampainya mereka di ruang yang terdapat sofa dan meja bulat transparan. Zira dan Vella duduk disana dan mempersilahkan mereka duduk.
"Xel" panggil Zira mengkode Axel, yang di angguki oleh Axel, Axel berdiri dan kesuatu tempat, entah kemana.
"Disini, kita mau bahas tentang cewek yang ada di Flashdisk kemarin dulu" ucap Zira.
Spontan, mereka semua mengarahkan pandangannya kepada Zira, menanti kata kata yang akan di lontarkan Zira, kembali.
"Kalian mengenal cewek tersebut?"
"Dia--"
***
Hayoo!!
dia siapa hayoo?!!
jan lup vote!
gue bakalan update secepatnya walau tidak ada pembacanya.
hha.
KAMU SEDANG MEMBACA
HUZZIRA [ON GOING]
RomanceHUZZIRA by misnamrshyla. _____\\\___///_____ "Happy reading..!!" Huzar And Zira. . . --- HUZANIS SKY CLEOBARA Pria berdarah dingin. kaya raya. irit bicara. Huzar juga Ketua Geng Tryxe' penguasa jalanan dan posisi...
![HUZZIRA [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/369476757-64-k38333.jpg)