36. Truth or dare ²

25 1 0
                                        

~Bebaskan mimpimu di angkasa, warnai bintang di jiwa~

____________

"Wuihh, ikut gabung main donk kita kita"

Sontak ke 6 gadis yang sedang terduduk dilantai pojok itu, menatap orang yang baru saja berbicara. Angga lah orangnya, dan di samping nya juga ada teman teman nya?

"Oh boleh" sahut Oliv mempersilahkan.

Ke enam laki laki tersebut duduk, dan membentuk sebuah lingkaran kecil. Yang ditengah tengah nya terdapat spidol.

Kelvin sengaja duduk di sebelah Keira karena pas sekali Keira berada di ujung kanan membuat ia mudah berada di dekatnya.

Irvan duduk di sebelah Vella yang berada di ujung kiri.

Renzi, Agil, dan Angga juga mendudukkan bokong nya di lantai berkeramik putih tersebut.

Sedangkan Zelvin juga ikut ikutan duduk dengan tatapan tertuju pada salah satu gadis.

Huzar duduk pas di hadapan Zira,  walau jarak nya lumayan jauh tapi tak apa. Namun yang ia bingung, mengapa Zelvin juga ikut? para anggota Tryxe juga keheranan, Fenomena yang langka.

"Wuiss, Zel? ikut juga?" goda Agil, yang di balasan tatapan sinis dari Zelvin.

"Langsung aja ya, gue putar" tutur Zira, karena ia baru saja terkena sasaran spidol itu. Otomatis Zira yang memutarnya.
Spidol tersebut telah di putar oleh Zira, dan atensi ke 6 cowok, dan juga ke 6 cewek tersebut menatap Spidol yang akan berhenti.

Damn!

Keira langsung melotot. Tidak bukan dia yang kena, namun Kelvin yang tertunjuk oleh spidol laknat itu.

Teman teman Kelvin, tersenyum penuh arti kepada nya.

"Dare!" jawab Kelvin tanpa ragu, yang malah membuat Keira ketar ketir, Mengapa harus dare. pikir Keira.

"Oke dare, maksimal 2 pertanyaan" imbuh Oliv memberi tahu aturannya.

"Gue gue" tukas Renzi antusias. "Tantangan nya adalah, traktir kita kita sepuasnya 2 hari. Gimana?"

"Yaelah, masih nanggung. 1 minggu lah" tawar Angga, dengan alis turun naik pada Kelvin.

"1 bulan aja, lebih baik" timpal Renzi ikut ikutan dengan kekehan kecil membayangkan gimana bangkrut nya uang jajan Kelvin

"Fine! 2 hari, no debat!"

"Tantangan kedua, dari gue" ucap Huzar menyeringai.

"Hiss, bro kalau mau bales dendam tentang kemarin. Itu nggak sengaja sumpah" jari telunjuk dan jari tengah ny ia angkat menjadi bentuk huruf V.

"Gape gue"

"Gape apaan?" tanya Kelvin, yang tak mengerti bahasa Huzar.

"Gak peduli!" timpal mereka bebarengan.

"Ck, yaudah apaan?"

"Tantangan nya, besok lo harus nembak cewek!" tantang Huzar dengan senyum miring.

Sontak perkataan Huzar, membuat mereka menoleh pada Kelvin dan Keira bergantian.

"Hm, Fine!" balas Kelvin pasrah.

"Lanjut, lo putar Kel" usul Oliv.

Kelvin mengangguk, lalu mencondongkan badannya ke arah spidol tersebut, dan memutar nya.
Benda tersebut berhenti, kepada----....

"Wahh, sungguh spidol nya sangat sangat tau kalau ini momen langka" celetuk Renzi, yang di balas tatapan sengit oleh Zelvin.

"Truth or dare?"

HUZZIRA [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang