Hai hai !!
happy reading
---
~What a plot twist you were~
"Apakah kau menemukan sebuah petunjuk?"
"Saya baru saja memeriksa, dan saya hanya menemukan petunjuk ini, tuan muda" ucap lelaki berpakaian serba hitam, menunjuk ke arah komputer di depannya.
"Hm, sebutkan"
Lelaki tersebut mengangguk lalu membaca kan informasi yang tertera di komputernya. "Perempuan, berusia 17 th, berada di indonesia-jakarta, tinggal bersama seorang laki laki yang dikenal sebagai ayah nya, bersekolah di SMA ANGKASA, dan -"
belum sempat laki laki itu menyelesaikan ucapan di potong "Cukup, itu sudah cukup. Kau hanya perlu lacak lebih detail keberadaan gadis itu secara keseluruhan"
"Baiklah tuan muda, saya kerjakan sekarang juga"
"Dan jangan lupa, cari keberadaan laki laki yang tinggal bersama gadis itu" perintah nya, "Dan pesankan aku tiket ke indonesia!"
"Siap tuan muda"
"Nice"
***
2 gadis cantik baru saja tiba di area sekolah. Mereka menjadi bahan perhatian karena berangkat menggunakan motor sport ke sekolah.
Zira dan Vella tidak mengambil pusing tentang itu, dan langsung beranjak pergi dari lapangan untuk kekelas.
Saat yang bersamaan, Huzar dan anggotanya juga telah tiba, dan menatap kedua gadis yang juga sama menatap mereka.
"Eh, itu bukannya cewek yang ngamuk di kantin kemarin sama kakel ya?"
"Jan keras keras goblok, nanti orang nya denger"
"Biarin aja, biar sadar diri kalau dia nggak punya sopan santun!"
"Tau tuh, so iye banget bilang sekali tarik keluarga nya bakalan bangkrut! emang dia siapa? dasar mimpi haha!"
"Kebanyakan gaya ya gitu!"
Lantas Zira menoleh dan menemukan 3 gadis yang membicarakannya, Zira hendak menyusul kedua gadis mulut bacot mereka tapi di cegat oleh Vella.
"Zir, kendaliin diri lo. Inget kalau lo kebawa emosi, kejadian tahun lalu bakalan keulang" bisik Vella di telinga Zira.
Zira menghembuskan napas kesal nya, lalu memasuki gedung sekolah meninggalkan Vella lebih dulu ke dalam kelas, mengacuhkan mereka yang masih membicarakan nya.
"Lihat lo bertiga! gue tandain muka kalian!" batin Zira, sembari melewati 3 Setan yang berbisik bisik, namun masih bisa di dengar oleh telinga Zira.
Sesampainya ia dikelas, ia melihat anak anak kelas sedang sibuk sendiri, seperti mencatat? ah iya, Zira hampir lupa, bahwa akan ada ulangan harian hari ini, mereka mencoba membuat Contekan? sungguh murid yang malang, untuk apa bersekolah tinggi tinggi jika nyatanya masih menggunakan contekan? sungguh memalukan.
Ia duduk, di sebelah ketua kelas dengan santai ia menjatuhkan wajah nya dimeja dengan tangan yang ia jadikan sebagai bantal, tanpa ia sadari bahwa ketua kelas tersebut menatap nya begitu dalam, "cantik" batin nya.
Rasanya baru saja ia menutup mata, sudah ada yang membangunkannya
"Pagi anak anak" sapa guru tersebut ramah
"Pagi juga, bu" sahut semua murid bersamaan.
"Masih ingat bukan hari ini ada ulangan?" tanya ibu guru fisika sembari melirik siapa yang tidak hadir.
"Masih bu"
"Baiklah, siapkan kertas dan alat tulis kalian, kita mulai ulangan nya"
***
Kriiinggg*
Tak dirasa waktu terasa begitu cepat, hampir seisi kelas heboh dan panik karena banyak yang belum selesai padahal bell istirahat sudah berbunyi, yang artinya waktu telah habis.
"Baiklah anak anak, waktu habis. Silahkan kumpulkan kertas kalian kedepan meja ibu!" tegas nya.
Zira dan Vella tidak panik, karena sebabnya mereka berdua termasuk golongan anak yang pintar.
Zira dan Vella mengumpulkan kertas ulangannya dengan tenang, lalu pergi kekantin bersama.
Sesampainya mereka ke kantin sekolah, Mereka memesan terlebih dahulu, karena kantin masih belum ramai, jadi tidak perlu repot repot mengantri.
Zira celingak celinguk mencari tempat yang kosong, dan ada 1 meja yang di isi 7 kursi yang mengelilingi nya.
Zira mendudukan pantat nya yang disusul Vella yang menghampirinya membawa pesanan mereka berdua di meja tersebut.
"Gimana? mudah gak si soalnya?" Vella mulai membuat topik sembari tangan nya yang menyuap mie ayam.
"Hm, gampang si. Tapi gue gak tau gue benar apa gak jawabnya" jawab Zira dengan tangan yang mengaduk aduk jus yang ia pesan tadi.
"Gue tadi mau ngoreksi, tapi keburu bell. Jadinya gue agak ragu, walau mudah soal soalnya" ujar Vella dengan bibir yang di manyunkan.
Dari arah belakang, terlihat 4 siswi yang menghampiri Zira dan Vella.
"Hai girls, boleh gabung?" Tanya Elis, sembari memandang Zira dan Vella bergantian.
"Boleh, gabung aja" sahut Vella sembari tersenyum. Zira tidak menjawab, hanya mengangguk angguk tanda memperbolehkannya.
Vella menangkap seorang gadis yang celingak celinguk seperti mencari tempat duduk, Vella melambai pada gadis tersebut_ ya dia adalah Gladis'.
"Sini sini dis"
"O-oke" Gladis mendudukan tubuh nya di satu kursi yang kosong. Gladis masih kaku, dan masih sulit beradaptasi dengan sekitar namun ia berusaha menutupinya.
"Dis, gak usah kaku gitu. Anggap aja kita sahabat lo" ujar Nayra menyadari kalau Gladis merasa tidak diinginkan disini.
"Iya santai aja, kami gak pilih pilih teman kok, ya gak girls?" perkataan Intan di angguki mereka semua.
"M-makasih semua, dan makasih banget b-buat Zira, udah ngebelain g-gue didepan semua orang" ucap Gladis dengan terputus putus, mungkin gugup?
"Ah iya, sama sama Gladis" sahut Zira dengan senyum tulusnya.
***
"Akhirnya gue nyampe juga di indonesia, lumayan capek juga ya dari london ke indonesia"
"I'm coming, and i'm back with you" Senyumnya terukir dibibir laki laki tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
HUZZIRA [ON GOING]
RomanceHUZZIRA by misnamrshyla. _____\\\___///_____ "Happy reading..!!" Huzar And Zira. . . --- HUZANIS SKY CLEOBARA Pria berdarah dingin. kaya raya. irit bicara. Huzar juga Ketua Geng Tryxe' penguasa jalanan dan posisi...
![HUZZIRA [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/369476757-64-k38333.jpg)