Janlup Votee!!
happy reading!!
---
~Jangan meremehkan,
jika takut akan kekalahan.~
"Hei bro, tenang." ucap Axel dengan senyum remeh.
"Dia ga terima?" tanya Rio yang melihat Huzar melempar helm nya ke arah dinding hingga tak berbentuk. Beruntung tidak ada korban yang mengenai helm tersebut.
"Bos, tenangin diri lo" bisik Irvan kepada sang ketua.
"Bos, pesawatnya ga bikin lo jadi kismin kok" celetuk Agil asal yang di balas pelototan oleh teman anggota geng nya "ngapa? bener kan omongan gu-"
"Emang ga salah Gil," sahut Renzi membantu menjawab perkataan Agil
"Tapi disini, lo gatau situasi. Huzar bukan menyayangkan pesawat nya, tapi posisinya disini adalah ketua geng terkejam sejagat raya, masa iya kalah sama perempu-" belum sempat Renzi menyelesaikan omongannya, dia baru sadar apa yang dia bicarakan. Sama saja dia meremehkan sang ketuanya sendiri.
"maksudnya, baru kali ini kalah, hehe. Maap bos" Lanjutnya dengan cengiran rasa bersalah
"Shut up" ujar Huzar merasa sudah mulai membaik, ia menatap sang ketua Dragwo'_Zyn dengan sedikit tajam namun menusuk
Zyn masih setia menonton sejak tadi, dan helm nya masih stay di kepalanya, hanya mata gadis itu yang terlihat
*Mata itu, seperti tidak asing*
"Lo, Buka helm lo!" perintah Huzar menunjuk helm gadis itu.
"heh, atas dasar apa lo memerintah ketua kami-" sahut Axel tak terima, Queen mereka di perintah
"Buka doank susah amat" gumam Kelvin menyela omongan Axel
"Minimal kalau mau nyuruh pake cara lembut, bukan dengan kasar" imbuh Rio tak tinggal diam.
Sementara Queen Zyr mengkode Axel agar mendekat dengannya.
Axel mengangguk dan menurut mendekati nya, kemudian Zyr membisikkan sesuatu kepada Axel yang di balas anggukan tanda mengerti.
Sejujurnya Zyr sudah tak tahan ingin berbicara, namun dia tahu, jika dia berbicara Huzar pasti akan mengenalinya. Makanya sejak tadi dia hanya berdiam diri.
"Heh! kabur kemana lo?" ujar Huzar, ia melihat Zyr hendak keluar Area balap dengan motor nya.
Niat nya hendak mengejar nya karena berani beraninya dia kabur.
"Stop Huzar, dengerin gue." pinta Axel supaya Huzar berhenti melangkah, Huzar berbalik lalu ia menatap Axel dengan tatapan bertanya "Zyr berkata, jika lo mau liat wujudnya, silahkan datang kembali kesini bulan depan. Dan terima kasih pesawat nya"
Huzar tampak berpikir, kemudian mengangguk.
"Oke, deal!" jawab Huzar.
"Tapi, gue harap lo gak kecewa dengan wujud Zyn." balas Axel.
"kecewa? huhh, atas dasar apa gue kecewa dengan wujudnya?" tanya nya kembali. Teman teman nya yang lain hanya menonton tanpa mengganggu kedua nya berbicara.
"Karena-" ada jeda saat Axel berbicara "Dia adalah orang yang lo kenal" Terang Axel lalu beranjak pergi dari hadapan geng Tryxe, di ikuti anggota Dragwo' lainnya.
"orang yang gue kenal?" batin Huzar bertanya tanya.
"Siapa kira kira bos?" tanya Kelvin penasaran.
"I don't know," tidak ingin berpikir macam macam dulu, lebih baik dia menenangkan diri dahulu baru memikirkan ini.
"Nanti di itu pikirinnya, liat ini jam berapa" cibir Irvan yang sudah lelah berdiam diri menonton.
"Balik markas lah yuk," ajak Renzi yang di balas anggukkan oleh mereka.
***
Saat geng mereka beranjak pergi menggunakan motor mereka masing masing, Zyr keluar dari tempat persembunyiannya, ternyata Zyr bukan pulang, hanya bersembunyi.
"Makanya jangan meremehkan Geng Dragwo_" Gumam Zyr tersenyum kemenangan melihat Huzar putus asa ya walau sebenarnya Zyr tak tega, namun geng tersebut harus di beri sedikit pelajaran.
Flashback :'
Saat waktunya istirahat, banyak yang berada di kantin, salah satunya adalah Zira dan teman temannya, berdekatan dengan meja Zira, ada meja yang sering di gunakan, alias meja khusus untuk geng Tryxe.
Saat Zira sedang menikmati soto ayam nya, dia tak sengaja mendengar pembicaraan meja sebelah, meja Tryxe.
"Kita emang ga punya masalah sama geng Dragwo'. Ya gimana mau punya masalah!!, orang Dragwo ga ada apa apa nya sama Tryxe ya nggak berani nyari masalah lah mereka"
"Hahaha, bener banget"
"Gak ada apa apanya lah mereka"
"Balap aja sering kalah, ups keceplosan"
"keceplosan, keceplosan aja, nggak ada anggota Dragwo disini jadi nggak masalah kita nge Roasting geng sebelah, ya gak bos?"
"Gak bener, tapi ga salah juga"
"Padahal geng nya itu dulu paling di takuti dan di segani. Semenjak ketua nya hilang, alias pergi keluar negeri jadi nggak punya tenaga lagi tuh jiakkshhh"
"Bener bener, Geng nya nganggur cuy"
"Oh iya, satu lagi geng nya dan markas ga di urusi, jadi terbengkalai bjir lah emang"
"hahahaha" tawa mereka menggema di kantin sekolah itu.
*Oh, gitu cara main nya* gumam Zira tersenyum smirk dengan tatapan ke meja tersebut.
Back to topic...
"Lumayan terbalaskan, tapi belum puas anjir" ucap Rio masih belum puas melihat kekecewaan geng Tryxe.
"Kita harus gimana lagi, Queen?" tanya Kevin pada Zyr
"Mendekatlah" pinta Zyr.
Tak lama mereka mendekatkan kepala mereka satu sama lain, dan mendengarkan Zyr yang berbicara pelan, menjelaskan rencana nya di bulan depan.
"Serius Queen?" tanya Keenan sedikit tak percaya, dengan penuturan sang ketua nya tadi, sungguh mengejutkan.
"Yes," senyum nya terbit di bibir sisi kanan Zyr.
"Menakjubkan, gak sabar nunggu bulan depan" ucap Kevin membayangkan bulan depan apa yang akan terjadi.
"Menarik," ucap Nathan mengangguk anguk kan kepala tanda setuju.
"Bersiaplah Tryxe" ucap Rio dengan meregangkan otot otot tubuh nya yang merasa pegal.
"Mari kita mulai" tutur Axel sambil melirik ke arah Zyr yang juga menatapnya, tersenyum penuh arti.
"Kuy, pulang"
"Kuylah"
***
KAMU SEDANG MEMBACA
HUZZIRA [ON GOING]
RomantizmHUZZIRA by misnamrshyla. _____\\\___///_____ "Happy reading..!!" Huzar And Zira. . . --- HUZANIS SKY CLEOBARA Pria berdarah dingin. kaya raya. irit bicara. Huzar juga Ketua Geng Tryxe' penguasa jalanan dan posisi...
![HUZZIRA [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/369476757-64-k38333.jpg)