Yeonjun tahu, Yeonjun mengerti, sampai kapanpun perhatian dan kasih sayang yang Soobin berikan takkan lebih dari sekedar kata 'SAHABAT'
Ada satu waktu di mana semua hal yang Soobin lakukan untuknya membuat Yeonjun frustasi. Terlebih dirinya dan Soob...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lia menutup pintu ruangan perawatan dengan sangat kesal. Bagaimana tidak kesal, Yeonjun menyuruhnya untuk mencarikan dokter agar luka dan lebam di wajah Soobin bisa segera diobati. Kenapa Yeonjun malah menyuruhnya? Kenapa Yeonjun tidak menyuruh Soobin untuk mencari dokternya sendiri?
Seharusnya sebelum mendatangi ruangan perawatan Yeonjun, Soobin bisa menemui dokter terlebih dahulu untuk mengobati luka dan lebam di wajahnya. Tetapi pada kenyataannya, Soobin malah mendatangi Yeonjun dalam keadaan yang masih babak belur.
Apakah Soobin sengaja?
Apakah Soobin ingin mencari perhatian Yeonjun?
Lia marah, cemburu dan sangat kesal.
Lia semakin merasa terabaikan karena semua intensitas Yeonjun, kini hanya tertuju kepada Soobin.
Tetapi yang lebih parah adalah, ciuman romantisnya bersama Yeonjun harus gagal karena tangan Soobin mendorong mulutnya hingga menjauh dari Yeonjun. Keinginannya untuk membangun keromantisan bersama Yeonjun menjadi gagal gara-gara ulah Soobin yang sangat menyebalkan. Rasanya Lia ingin sekali memukul wajah Soobin dan membuat wajah Soobin semakin babak belur.
Namun, semua pikiran buruk itu menjadi buyar saat melihat keberadaan Taehyun di depannya.
" Ternyata kamu masih di sini. " ucap Lia setelah berdiri di dekat Taehyun.
" Tentu saja, aku masih menunggu konfirmasi darimu. "
" Ahh begitu yaa. "
Lia tak menyangka kalau Taehyun rela menunggu demi mendengar sebuah kabar baik yang diharapkannya.
Dan yaa..
Taehyun mendapatkan kabar baiknya.
" Yeonjun mengizinkanmu untuk masuk ke dalam dan menemuinya. "
Senyum di wajah Taehyun terbit dengan begitu indah.
" Sungguh? "
" Iyah. "
Rasanya sangat membahagiakan, seperti ada ribuan bunga-bunga yang bermekaran dan mengharumkan seluruh isi hatinya.
Izin yang Yeonjun berikan, telah memberikan peluang yang lebih besar kepada Taehyun untuk bisa melangkah lebih dekat lagi. Meskipun Soobin dan Lia memiliki peluang besar untuk menghalangi jalannya, Taehyun tidak peduli. Selama Yeonjun mengizinkannya, maka takkan ada seorangpun yang bisa menghalanginya.
" Kalau gitu, apakah aku boleh masuk sekarang? "
" Boleh.. "
Dengan rasa bahagia yang semakin tak tertahankan, Taehyun mengambil langkah menuju ruangan perawatan Yeonjun. Namun baru mengambil dua langkah, Lia menghentikannya dengan menahan pergelangan tangan Taehyun.
" Tunggu dulu. "
" Ada apa? "
Taehyun menoleh ke arah Lia dan menatap Lia dengan bingung.