Yeonjun tahu, Yeonjun mengerti, sampai kapanpun perhatian dan kasih sayang yang Soobin berikan takkan lebih dari sekedar kata 'SAHABAT'
Ada satu waktu di mana semua hal yang Soobin lakukan untuknya membuat Yeonjun frustasi. Terlebih dirinya dan Soob...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Kamu dari mana saja? Aku sangat mengkhawatirkanmu "
Soobin terdiam saat Karina memeluknya dengan begitu erat. Pelukan yang membuat Soobin begitu jijik. Berada di jarak yang begitu dekat dengan Karina, membuat Soobin muak. Rasanya Soobin ingin mendorong tubuh Karina hingga terjatuh.
Tapi untuk yang kesekian kalinya Soobin harus mengingatkan dirinya sendiri agar bisa bersikap lebih tenang demi kelancaran sandiwaranya di depan semua orang. Sandiwara yang mungkin saja akan membuat Soobin kelelahan.
Dengan hati yang tak rela, Soobin membiarkan Karina memeluknya semakin erat. Setelah beberapa saat membiarkan Karina memeluknya, perlahan-lahan Soobin menjauhkan tubuh Karina darinya dan berkata dengan suara dingin...
" Ini sudah malam, kenapa tidak tidur? "
" Aku mengkhawatirkanmu, aku takut hal buruk terjadi padamu dan... --- "
" Dan aku kabur?! "
" .... "
Karina membeku setelah mendengar ucapan Soobin. Tubuh Karina langsung diselimuti oleh ketegangan yang begitu pekat. Dahi Karina berkerut ketika melihat tatapan Soobin yang begitu tajam saat menatap kepadanya.
Karina tahu, Soobin sudah tidak memiliki perasaan apapun padanya. Ketika Soobin menatapnya dengan penuh kebencian, Karina pasti akan melakukan berbagai macam cara agar Soobin terus memperhatikannya. Bahkan ketika Soobin selalu berusaha menjaga jarak dengannya, Karina akan mencoba untuk menarik Soobin semakin dekat dengannya. Karina akan membuat Soobin mencintainya lagi, hingga bertekuk lutut padanya. Semua hal itu telah Karina pikirkan dengan matang. Terlebih ketika nantinya Karina berhasil menikah dengan Soobin. Bukankah Karina harus bekerja lebih keras lagi untuk merebut hati Soobin?
Tapi entah kenapa, tatapan Soobin sekarang terlihat lebih dingin dari biasanya. Keteduhan yang terpancar dari kedua mata Soobin seperti hembusan angin malam sebelum hujan. Karina bisa merasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya hanya dengan melihat tatapan Soobin yang begitu gelap.
Mengapa tatapan Soobin yang begitu tenang membuatnya takut?
Ada apa dengan Soobin?
Ketenangan Soobin saat ini, membuat Karina tidak nyaman.
" Istirahatlah, ini sudah malam. " setelah mengatakan hal yang diinginkan, Soobin melewati Karina begitu saja yang masih membeku di tempatnya.
Dengan langkah tenang, Soobin berjalan menghampiri orang tuanya. Kemudian mendekatkan dirinya kepada Mina dan memeluknya dengan erat. Mendapatkan pelukan tiba-tiba dari sang putra membuat Mina tak mampu berkata-kata. Tidak ingin terlalu memikirkannya, Mina langsung membalas pelukan sang putra. Kelegaan menyerap ke dalam dada Soobin ketika merasakan sang Ibu membalas pelukannya.
" Maafkan aku, mulai sekarang aku takkan pernah mengecewakan Ayah ataupun Ibu lagi. Aku janji, suatu saat nanti aku akan membuat Ayah dan Ibu bangga padaku. Aku akan melakukan apapun agar tak ada seorangpun yang bisa mengendalikan keluarga kita. " mendengar ucapan sang putra, Mina tersenyum.