Yeonjun tahu, Yeonjun mengerti, sampai kapanpun perhatian dan kasih sayang yang Soobin berikan takkan lebih dari sekedar kata 'SAHABAT'
Ada satu waktu di mana semua hal yang Soobin lakukan untuknya membuat Yeonjun frustasi. Terlebih dirinya dan Soob...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Jangan pergi.. "
Kalimat itu terdengar sangat menyakitkan. Menyadari bahwa kepergiannya akan membuat Yeonjun terluka, Soobin tetap tak bisa berbuat apa-apa.
Ketika malam datang semakin pekat, Soobin memutuskan untuk beranjak dari atas kasur. Berjalan pelan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya lagi.
Setelah membersihkan dirinya, Soobin langsung keluar dari dalam kamar mandi untuk berganti pakaian. Ada begitu banyak pakaian milik Yeonjun yang cocok dan pas untuknya. Soobin mengambil pakaian dan celananya secara acak, lalu mengenakannya.
Setelah selesai memakai pakaiannya, Soobin keluar dari dalam kamar Yeonjun dan berjalan menuju dapur. Begitu sampai di dapur, Soobin segera mengambil baskom dan mengisi baskomnya dengan air bersih. Begitu baskomnya sudah terisi penuh oleh air, Soobin memutuskan untuk kembali ke kamar Yeonjun setelah mematikan kerannya.
Tak lama, akhirnya Soobin sampai di dalam kamar Yeonjun. Berjalan kembali menuju lemari, kemudian membukanya. Setelah pintu lemarinya terbuka, Soobin langsung mengambil satu handuk berukuran kecil dan juga satu stel pakaian tidur milik Yeonjun. Setelah semuanya lengkap, Soobin menutup kembali pintu lemarinya.
Soobin membawa pakaian tidur, handuk kecil dan baskom berisi airnya menuju ke ranjang Yeonjun. Saat sampai di sisi ranjang, Soobin meletakkan baskom berisi airnya, serta pakaian tidurnya di atas nakas. Perlahan-lahan Soobin naik ke atas ranjang dan mendudukkan dirinya di sebelah Yeonjun yang masih tertidur lelap.
Dengan hati-hati Soobin membalik tubuh Yeonjun hingga telentang. Kemudian membasahi handuknya dengan air dan memerasnya. Setelah memeras handuknya, Soobin segera mengelap tubuh Yeonjun dengan handuk basah itu.
Dari mulai wajah, leher, dada, tangan, hingga ke seluruh tubuh Yeonjun secara merata. Sehingga tubuh Yeonjun menjadi bersih dari keringat, serta cairan putih miliknya dan milik Yeonjun.
Setelah selesai mengelap seluruh tubuh Yeonjun, dengan telaten Soobin memasangkan baju tidurnya ke badan Yeonjun. Tidak ketinggalan, Soobin juga memakaikan celana panjangnya ke kaki Yeonjun. Begitu semuanya beres, Soobin langsung menutupi tubuh Yeonjun dengan selimut tebal agar tubuh Yeonjun tetap hangat.
Soobin mendekatkan dirinya pada Yeonjun, lebih dekat lagi. Lalu meraih tangan Yeonjun dan menggenggamnya dengan erat. Untuk beberapa saat Soobin terdiam. Setelah melihat wajah Yeonjun yang begitu tenang dalam tidurnya, air mata Soobin kembali mengalir.
Hanya tinggal menghitung jam, Soobin akan melakukan penerbangan ke Australia. Soobin tak pernah menyangka bahwa perpisahan ini akan benar-benar terjadi. Dalam cinta dan impian yang tak pernah pudar. Soobin berharap suatu saat nanti waktu akan memberikannya kesempatan untuk bertemu dengan Yeonjun lagi. Sehingga Soobin bisa memperbaiki segalanya, terutama memperbaiki hubungannya dengan Yeonjun.