Yeonjun tahu, Yeonjun mengerti, sampai kapanpun perhatian dan kasih sayang yang Soobin berikan takkan lebih dari sekedar kata 'SAHABAT'
Ada satu waktu di mana semua hal yang Soobin lakukan untuknya membuat Yeonjun frustasi. Terlebih dirinya dan Soob...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Maafkan aku Karina, aku mencintai Yeonjun, aku sangat mencintainya. "
Soobin mengatakannya dengan lemah, meskipun akan menyakiti semua orang tetapi itulah kenyataannya. Soobin tahu menyukai pria adalah hal yang salah, tetapi cintanya kepada Yeonjun tidaklah salah. Cinta itu datang dengan sendirinya, tanpa Soobin minta ataupun Soobin sadari. Soobin hanya ingin semua orang mengerti bahwa hatinya yang telah berpindah kepada Yeonjun, tidak bisa diubah lagi. Soobin benar-benar mencintai Yeonjun dan ingin hidup selamanya bersama Yeonjun. Soobin tak menginginkan apapun lagi selain Yeonjun dan cintanya Yeonjun.
Di sisi lain, Karina terdiam seribu bahasa dan tak mampu berkata-kata. Bahkan Karina tak memiliki tenaga untuk memberikan pukulan dan tamparan yang lebih keras lagi. Hati Karina begitu kecewa dan terluka. Mendengar bahwa Soobin sudah tak mencintainya, menjadi satu penghancur bagi harapannya yang telah tersusun. Mengetahui bahwa hati Soobin bukan lagi untuknya, Karina menangis sangat keras. Air mata Karina berjatuhan, bersamaan dengan seluruh impiannya.
Pernikahan yang indah, membangun rumah tangga yang harmonis, memiliki anak-anak yang lucu, semua itu terhempas hingga tak mampu untuk Karina pertahankan. Jika akhirnya harus seperti ini, haruskah Karina menerimanya?
Tangisan Karina terhenti, Karina menatap Soobin dengan wajah sembab penuh air mata. Mendekat kepada Soobin, kemudian bersimpuh di bawah kedua kaki Soobin. Tidak ada kata menyerah dalam kamus Karina. Karina hanya mau Soobin, Karina hanya menginginkan Soonin dan semua keinginan Karina harus terwujud. Karina tidak mengenal kegagalan, Karina tak menerima penolakan. Apapun akan Karina lakukan, asalkan Soobin tetap bersamanya.
" Apa kamu sudah melupakan semua pembicaraan kita dan segala hal yang kita berdua lakukan? Rumah ini menjadi saksinya, kita sudah melakukannya dan kita melakukannya atas dasar cinta. Kita sama-sama suka dan kita sama-sama saling menginginkan. Aku sudah menyerahkan segalanya padamu. Kasih sayangku, cintaku, bahkan keperawananku. Aku memberikannya padamu dengan suka rela, karena kamu mencintaiku dan aku mencintaimu. Tapi sekarang? Tapi yang aku dengar sekarang kenapa sangat berbeda? Kamu mencintai Yeonjun? Apa maksud ucapanmu itu? Apa kamu sedang bercanda? Apa kamu sedang mempermainkanku? "
Soobin menggeleng kuat, mengapa semuanya menjadi seperti ini? Sungguh, dirinya memang sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi pada Karina. Lalu tiba-tiba Karina mengatakan kalau mereka berdua sudah melakukan hal itu atas dasar suka sama suka. Bagaimana bisa? Apakah Karina sedang bercanda?
" Tidak mungkin! Jangan berbohong!! Kita tidak mungkin melakukannya, aku bahkan tidak bisa mengingat apapun. Jadi jangan mengarang cerita yang aneh-aneh dan berbohong di depan orang tuaku, Karina!! "
" Berbohong? Untuk apa aku berbohong. Aku sangat berterima kasih karena kamu sudah menepati janjimu untuk datang ke rumahku dan merawatku. Lalu saat kamu tahu kalau Ibuku tak ada di rumah, kamu meminta hal itu padaku. Aku tak menolak, aku memberikan semuanya padamu tanpa terkecuali. Rasanya sangat sakit Soobin, tetapi Aku tidak menyesal. Ingat! Aku menyerahkannya kepadamu, calon suamiku. Kita sudah menjalin kasih cukup lama, aku pikir tak masalah jika kita berhubungan badan sebelum menikah. Lagipula kita sama-sama saling mencintai dan aku yakin kamu tidak akan mungkin meninggalkanku. Tetapi sekarang, mengapa kamu mengatakan tidak mencintaiku lagi di saat aku sudah memberikan segalanya padamu? Aku bukan barang Soobin, aku manusia yang memiliki hati. "