48. Kerinduan Yang Menyiksa

156 17 0
                                        

Aroma obat-obatan menyebar di seluruh tempat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aroma obat-obatan menyebar di seluruh tempat. Soobin berjalan penuh ketenangan bersama Bangchan yang mengikuti di belakangnya.

Hingga akhirnya, sampailah Soobin di depan meja resepsionis rumah sakit itu. Tak ingin membuang waktu, Soobin segera bertanya pada salah satu resepsionis itu...

" Bisakah saya bertemu dengan Dokter Lee Felix? "

Dahi resepsionis itu berkerut kebingungan, kemudian bertanya balik...

" Apakah anda Tuan Choi Soobin? "

" Iya, saya Choi Soobin. "

Resepsionis itu menganggukkan kepalanya.

" Baiklah, mohon tunggu sebentar. "

Resepsionis itu berbalik, kemudian mengambil langkah cepat untuk menjauh dari Soobin. Secara diam-diam resepsionis itu mulai menghubungi seseorang dengan ponsel pribadinya.

Setelah menunggu beberapa saat, resepsionis itu kembali mendekati Soobin dan berkata...

" Tuan Lee Felix sudah menunggu anda di ruangannya, mari ikuti saya. "

" Baik.. "

Dengan langkah tenang, Soobin berjalan mengikuti resepsionis itu bersama dengan Bangchan yang tetap setia mendampingi di belakangnya.

Dokter Lee Felix adalah dokter spesialis Patologi Anatomi.

Kepercayaan diri Soobin untuk mengembalikan semuanya ke jalan yang seharusnya, tumbuh semakin kuat. Hal-hal yang ingin diketahui telah membuat Soobin yakin untuk melangkah maju dan menemui dokter Lee Felix.

Satu hal yang pasti, Soobin ingin sekali mengetahui kondisi tubuhnya lebih dalam lagi. Soobin ingin mengingat segala hal yang tak bisa diingatnya dan Soobin ingin segera menyingkirkan semua masalah yang membuatnya terpisah dari Yeonjun.

Bahkan sampai detik ini, Soobin masih menyimpan rapat-rapat setiap rencana dan perkataan Ayahnya Taehyun kepadanya...

Flashback On

Di dalam pesawat...

Soobin hanya terdiam di tempatnya tanpa berniat untuk bergerak sedikitpun. Di sebelahnya ada Karina yang terus memeluk lengannya tanpa berniat untuk melepaskannya.

Segalanya terasa membosankan, bahkan penerbangan yang Soobin lakukan terasa memuakkan. Perpisahan, kesedihan dan kemarahan menjadi sebuah duri yang ingin segera Soobin singkirkan dengan cepat.

Sampai detik ini, Soobin belum memiliki kesanggupan untuk bergerak melawan. Hatinya masih terlalu lemah, bahkan pikirannya masih tertuju kepada Yeonjun yang setiap detiknya semakin Soobin rindukan.

Ketika sampai di bandara Melbourne, tiba-tiba saja ponsel Soobin berdering. Dahi Soobin berkerut, Soobin merasa bingung karena ada nomor private yang menghubungi ponselnya. Ketika membukanya, ternyata nomor private itu mengirim sebuah pesan suara kepadanya. Soobin yakin, pesan suara itu adalah pesan yang Soobin harapkan dan nantikan.

Drive You Insane | SOOBJUNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang