'35'

1.3K 99 2
                                        

Typo.

_________

Setelah pertemuan ditaman Jake memutuskan untuk memperjuangkan cintanya dengan membujuk sang ayah.

"Ayah" Panggil Jake yang membuat Tuan Sim mengalihkan atensinya dari pekerjaannya. Sepertinya Tuan Sim mengalihkan kekecewaannya dengan gila bekerja.

Jake memainkan cincinnya karena dia merasa sangat gugup sekarang "bolehkan aku bertanya padamu?"

Tuan Sim menatap Jake "Jika kau ingin menanyakan tentang Bajingan yang sudah menghamilimu sebaiknya tidak usah" Ucap pedas Tuan Sim dengan kembali membaca berkas di tangannya

Jake yang mendengar itu merasa tidak terima jika hanya Sunghoon yang disalahkan disini.

"Ayah salah!" Teriak Jake yang membuat Tuan Sim menatapnya tidak percaya

"Apa yang salah? Bukankah dia memang menyentuhmu hingga kau hamil! pantas saja Hyewon tidak ingin menikah denganmu karena kalian sama" Teriak Tuan Sim yang membuat Jake melebarkan matanya. Dia tidak pernah menduga bahwa Ayahnya yang lembut bisa berkata hal seperti itu.

"Apa ayah malu karena aku bisa hamil maka dari itu ayah merahasiakannya dariku?" Tanya Jake sendu yang membuat Tuan Sim merasa berasalah atas perkataannya

"Ayah! aku tidur dengan Sunghoon bukan karena paksaan tapi kami saling mencintai! Bukan hanya Sunghoon yang salah tapi aku juga! Aku salah karena mencintai laki - laki yang bernama park Sunghoon! Kau tahu saat ayah mengajak aku bertemu dengan keluarga calon istri ayah disana aku terkejut karena ternyata Ayah mencintai ibu dari kekasihku!"

Jake menghapus air matanya ketika mengingat pertemuan mereka yang sangat menyakitkan bagi dirinya dan sunghoon. Tuan Sim yang mendengar itu terkejut.

"Lalu kenapa kau tak mengatakan yang sebenarnya?"

Jake menatap Ayahnya "Benar! Seharusnya aku tidak menahan Sunghoon untuk mengatakan hubungan kita pada kalian! Tapi apa pada saat itu ayah akan menerima hubungan kita?"

Tuan Sim terdiam, karena tentu saja dirinya akan menolak keras. Apalagi jika tahu bahwa sang anak adalah pihak bawah karena kondisi Jake yang memiliki rahim.

"Tidak bukan! Kau tahu alasan aku tidak ingin mengungkapkan hubungan kita karena aku bisa melihat tatapan memuja dirimu pada Ibu Sunghoon! Aku sangat bahagia akhirnya ayah bisa melupakan ibu dan mencintai orang baru"

"Tapi tak kusangka ternyata Ayah belum melupakan ibu sepenuhnya yang akhirnya membuat Nyonya Park menderita! Ayah tidak kah kau malu karena kita berdua telah menyakiti keduanya?" Tanya Jake yang membuat Tuan Sim benar - benar bungkam.

"Dan sekarang kau juga menyakitiku karena memisahkan ku dengan orang yang aku cintai" Jake pun pergi meninggalkan ruang kerja Ayahnya dengan Tuan Sim yang kini terdiam membisu dengan kata - kata sang anak yang terus terngingang di benaknya.

Tuan Sim sebenarnya benar - benar menyukai Park Mina hanya saja untuk melupakan ibu Jake dirinya tidak bisa karena sebenarnya cintanya sudah habis pada Istri pertamanya.

Tuan Sim melihat foto pernikahan dirinya bersama istrinya "bahkan aku tak menyadari bahwa yang di simpan di meja kerjaku masih foto ini" Gumamnya lalu mengusap fotonya.

"Min young salah aku jika kecewa pada anak kita?" Tanyanya

"Aku hanya ingin yang terbaik untuknya" Tangis Tuan Sim
--------------

Nyonya Park melihat Sunghoon yang sangat fokus dengan laptopnya padahal ini bukan jam kerja dan mereka sudah berada di rumah. 

"Hoon" panggil Nyonya park dengan memegang pundaknya

Sunghoon hanya bergumam untuk merespon panggilan sang ibu "Bukankah kau tidak menyukai bekerja di kantor? Jika memang kau ingin kembali menjadi dokter ibu tak apa"

Sunghoon menatap ibunya lalu menggenggam kedua tangan sang ibu "Sekarang aku mengerti! Tidak seharusnya aku membiarkan ibu bekerja mengurus pekerjaan yang seharusnya aku kerjakaan! Ini pemberian papah untukku jadi biarkan aku yang mengurus perusaahan! sekarang waktunya Ibu untuk melakukan apapun yang ingin ibu lakukan"

Mina menatap anak semata wayangnya dengan sendu dan akhirnya dia pun menangis yang membuat Sunghoon langsung memeluknya "Kenapa ibu menangis?"

"maafkan ibu! Maafkan..... seharusnya ibu yang mengatakan itu padamu" Ucap Mina yang membuat Sunghoon menangkup wajah cantik ibunya

"Dengan sekarang kau mendukungku bersama Jake itu sudah cukup bagiku! Yang lalu biarlah berlalu ibu" Ucap Sunghoon

"Aku sangat bersyukur kau mirip dengan ayahmu walaupun wajahmu mirip denganku" Mina mengusap wajah Sunghoon

"sekarang Ibu akan mendukung apapun yang di lakukan olehmu! Bahkan jika kau menyuruh ibu untuk membawa Jake kehadapanmu ibu akan lakukan" Ucap Mina yang memang memiliki sifat red flag sedikit

Sunghoon tersenyum "Aku ingin memilikinya dengan adanya restu di dalamnya! Aku ingin benar - benar memilikinya seutuhnya"

Mina terkejut sunghoon benar - benar berbeda dengannya yang red flag! Anaknya benar - benar memiliki sifat hiijau neon yang sangat menyala.

"Semoga kau bisa bersama dengan Jake secepatnya" Ucap Mina yang membuat Sunghoon mengangguk dan langsung memeluk ibunya.

'Aku harus menyadarkan si Sim Bodoh itu! Bagaimana mungkin dia mengabaikan anakku ini' Gerutu Mina dalam hatinya.

___________

Rewrite the starTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang