Keesokan harinya, seperti biasa Farhanna akan berangkat ke sekolah. Dia biasanya nebeng ke motor temannya, yang namanya, jonathan.
Jangan kalian kira, jonathan yang ngajak si Farhanna nebeng ya! Karna si Farhanna sendiri yang suka ngeberhentiin motor si jonathan kalo lewat ke depan rumahnya.
Padahal si jonathan tuh ogah banget kalo si Farhanna nebeng ke dia.
Mereka itu tetanggaan, itulah sebabnya si jonathan selalu lewat di jalan depan rumah nya Farhanna.
Pake jalan lain? Gak bisa. Jalur jalan nya cuman ada satu arah kalo mau pergi ke sekolah. Otomatis motornya ngelewatin rumahnya Farhanna, dan itu artinya mau gak mau si jonathan pasti nebengin motornya buat si Farhanna.
Farhanna sudah siap sedia di depan halaman rumahnya, menunggu jonathan bersama motornya yang akan lewat.
Farhanna menunggu sambil memakan memakan gorengan, saat suara motor jonathan mulai terdengar. Dia langsung bersiap siap.
"Jojon!!" teriak Farhanna dengan mulut yang dipenuhi oleh gorengan.
Dengan penuh rasa malas, jonathan pun menoleh ke arah sumber suara.
"Nama gue jonathan, Farhanna! Bukan jojon." kesal jonathan.
Sedangkan Farhanna hanya menyengir tanpa merasa berdosa, dia berjalan mendekat pada jonathan.
Farhanna menepuk nepuk bahu jonathan, padahal aslinya dia itu lagi nyingkirin minyak yang ada ditangannya karna tadi abis makan gorengan.
Dan jonathan sudah tahu hal itu, tapi dia hanya diam saja, karna sudah biasa.
Jonathan sedikit menyeringai, dia ingin sedikit mengejek Farhanna agar wanita itu kesal padanya.
"Eh, Farhanna, gimana kabar Lo hari ini? Masih sinting ya?" tanya jonathan dengan nada sedikit mengejek.
Farhanna yang mendengar hal itu langsung dibuat geram, dia mementung kepala jonathan dengan botol minumnya.
"Enak aja! Gue itu enggak sinting. Gue itu waras, Lo aja kali yang sinting." sinis Farhanna.
Jonathan hanya tertawa kecil melihat Farhanna yang sangat sensitif hanya pada sedikit ejekan.
"Haha. Cuman segitu doang tenaga Lo? Masa mukul orang kayak gitu sih? Gak kerasa dipentung sama sekali gue." jonathan kembali mengejek, dia berbohong. Padahal rasanya lumayan sakit ketika kepalanya di pentung oleh botol minum milik Farhanna.
"Oh, gak sakit ya? Kalo gitu, sini gue bikin kepala Lo jadi sakit banget." Farhanna kembali mementung kepala jonathan dengan botol minumannya, dia mengeluarkan seluruh tenaga nya.
Hal itu membuat jonathan mengerang kesakitan, "Argh, shitt! Nyebelin bener sih Lo."
"Biar apa? Biarin." balas Farhanna.
Jonathan mengelus-elus kepala dengan tangannya, terasa ada sedikit benjolan di kepalanya.
Ugh, si Farhanna emang nyebelin sih. Tapi, salah siapa si jojon ngejahilin Farhanna, udah mah tau, itu si Farhanna mudah ngambekkan, eh malah di jahilin.
Rasain aja gak sih? Itulah akibat yang harus diterima oleh si jonathan.
Farhanna lalu duduk di jok motor, tepat di belakang jonathan. Dia memegang pinggang jonathan, dan hal itu membuat si jonathan merasa geli.
"Eh! Singkiran tangan Lo dari pinggang gue! Geli tau gak!" kesal jonathan, badannya terus meliuk liuk seperti cacing kepanasan.
"Cia elah. Lebay banget Lo mah, jon!" sarkastik Farhanna.
Jonathan tak terima di katain, 'lebay' oleh si Farhanna.
"Eh! Beneran geli tau! Lo mah gak ngerasain jadinya gue. Coba kalo Lo ada di posisi gue, gue pegang pinggang Lo, pasti rasanya geli." kesal jonathan.
Farhanna segera memasang wajah jijik, dia buru buru melepaskan tangannya yang tengah memegang pinggang si jonathan.
"Idih, ogah banget gue. Dipegang pegang sama Lo, nadjis."
"Lo aja kali yang najis!" balas jonathan, dengan tatapan sinisnya.
"Lo yang najis!"
"Lo."
"Lo!"
"Lo."
"Lo!"
"Lo."
"Loooooo!" teriak Farhanna dengan sangat kencang, bahkan ayam tetangga pun jadi ikut shock.
Farhanna mencubit pinggang jonathan, "Cepetan! Jojon! Nyalain motornya, terus berangkat ke sekolah. Ini udah siang, bisa telat kita." kesal Farhanna.
Jonathan meringis kesakitan, dia memukul mukul tangan Farhanna yang tengah mencubitnya, berharap si Farhanna melepaskan cubitannya.
"E-e-h. Iya-iya. G-gue nyalain m-motornya, tapi, lepasin dulu cubitannya." bujuk jonathan, perlahan Farhanna melepaskan cubitannya.
Setelah itu jonathan lalu menyalakan mesin motornya, dia ingin sekali meneriakki telinga si Farhanna, namun keinginannya saja yang besar tapi keberaniannya kecil.
Dia takut dicubit lagi, guys.
Perlahan motornya pun melaju pergi menuju sekolahnya.
Jonathan diam diam memandangi wajah Farhanna lewat kaca.
Tapi, bukan karna dia diam diam menyukai Farhanna, apalagi memuji penampilannya.
Tapi, untuk mengatakan.
"Anak macan." lirih jonathan sambil memandang wajah Farhanna dari kaca spion.
Farhanna yang tak menyadari tengah diperhatikan, terlihat dengan santui, ngupil ngupil manja di belakangnya.
Jonathan yang melihat hal tersebut hanya menahan tawa, ingin hati dia mengatakan.
"Udah dapet berapa karung upilnya, mbak?"
Namun, begitulah, dia takut di cubit lagi. Soalnya, Farhanna kalo nyubit itu, kecilll sekali, jadinya cubitannya akan terasa lebih nyeri dan ngilu.
Jonathan menghela nafas, dia kembali fokus pada jalan raya.
Tiba tiba, dia merasa ada sesuatu yang bergerak gerak di pundaknya. Ternyata itu jari nya si Farhanna, ekspresi WATADOS terpampang jelas di wajahnya.
Iya, iya, jonathan tau kok, kalo yang lagi dioles oles ke pundaknya itu, jari bekas dia ngupil.
Dan dapat disimpulkan dia itu, kalian tau kan? Pasti tau dong.
Jonathan menghela nafas, sudah biasa. Si Farhanna emang gitu, orangnya 3 j.
Jorok, judes, julit, itulah julukan bagi si Farhanna.
*
*
*
Satu kata buat Farhanna?
Satu kata buat jonathan?
Satu kata buat author?
Satu kata buat cerita ini?
Satu cinta hanya untuk kamu saja?
Aw, canda kids!
Oke deh, sampe sini aja ya! Kalo ada typo atau kata kata yang kurang berkenan, mohon dimaklum, soalnya author juga manusia biasa yang tak sempurna dan banyak dosa.
Ya udah deh, sampe jumpa di chapter selanjutnya.
Bye bye, eceu eceu
KAMU SEDANG MEMBACA
Menikahi 5 pria?
Romancemenikah dengan 5 pria sekaligus? ah.. bullshit. terserah apa kata kalian, tapi.. inilah takdir farhanna.. menikah dengan 5 suami sekaligus yang merupakan.. cerita tanggal : 24/06/2024
