4 saudara

608 23 1
                                        

Farhanna akhirnya nyampe di rumah, dia menghampiri ibunya yang tengah menyapu lantai rumah.

"Assalamualaikum, Bunda." Dia menyalami tangan sang ibu.

"Waalaikumsalam, loh.. Farhanna? Kok udah pulang?"

Farhanna menghela napas, dia bingung harus mengatakan yang sejujurnya atau tidak.

"Farhanna.. di skorsing, Bun."

Ibunya menyerngit bingung, "Skorsing teh apa?"

"Itu hukuman, Farhanna dilarang berangkat ke sekolah selama beberapa waktu."

Seketika ibunya pun terkaget-kaget, "Loh, kenapa dilarang? Ada masalah apa sampe kamu kena hukuman kayak gitu?"

Farhanna agak ragu-ragu, tapi.. akhirnya dia tetap menjelaskan.. kata-katanya rinci, ibunya terlihat shock.

"KAMU CIUMAN AMA SIAPA, FARHANNA!?" kaget sang ibu.

Farhanna terdiam beberapa saat sebelum menjawab, "Sama Jojon, Bun, eh.. maksudnya sama Jonathan."

"Jonathan teh siapa?"

"Temen yang sering nebengin motornya buat aku."

Seketika ekspresi terkejut ibunya langsung menghilang, hal itu membuat Farhanna agak bingung.

"Oh, si Jonathan." Ibu Farhanna mengangguk paham.

"Loh, kok cuman, 'oh'? Ibu gak marah sama Farhanna?"

"Buat apa marah? Lagipula kejadiannya udah terjadi kan? Ya udah deh, cepetan sana ganti seragam sekolahnya.. nanti bajunya jadi kotor kalo dipake terus."

Farhanna menganga tak percaya, apa maksudnya ini? Kenapa sang ibu terlihat biasa aja?

"Cepetan, Farhanna, ganti baju seragam sekolahnya.." titah sang ibu.

Farhanna mengangguk, dia lalu berjalan pergi menuju kamar.

Sementara itu, di lain tempat.

"Loh, siapa gadis yang kamu cium?" tanya seorang pria tua kepada cucunya.

"Itu pasti girlfriend-nya lah kek.. dia itu pasti bohong, Kek.. pasti cerita yang real-nya itu, dia kiss pacarnya terus ketahuan sama ketua OSIS." ucap seorang pria rambut kuning. Dia itu keturunan bule, matanya berwarna biru cerah, kulit putih, badan atletis, dan pastinya dia tampan.

Jonathan langsung menatap sinis pada pria itu, "Tutup mulut Lo! Dasar anak pelakor! Lancarin dulu tuh, ngomong bahasa Indonya.." sinis Jonathan.

Yah, memang pria yang mirip bule itu agak belum terlalu lancar bahasa Indonesianya, kadang kalo bicara pake bahasa Indonesia selalu saja terselip beberapa kata Inggris di dalamnya.

"Pelakor itu apa?" tanya pria keturunan bule itu, maklum lah.. selama ini dia tinggal di luar negeri.

Pria berkulit kuning langsat pun menjawab, "Perebut laki orang." Jawabnya singkat, padat, dan jelas.

"Who yang rebut laki orang?" pria keturunan bule itu kembali bertanya.

Jonathan menatap sinis, "Ya ibu Lo lah! Siapa lagi kalo bukan si nenek lampir itu."

"My mom? Dia tidak merebut laki orang.. you jangan fitnah."

Jonathan memutar bola mata, "Eh, dengerin ini ya.. bule kampret, ibu Lo itu.. istri kedua dari ayah gue, ibu Lo ngerebut ayah gue dari istri yang pertamanya."

"Siapa? First wife-nya?" tanya pria bule itu.

"Ibu gue lah!" jawab Jonathan dengan ngegas.

Tiba-tiba pria berkulit kuning langsat berkata, "Gak ada yang rebut laki orang di sini, ibu Lo udah lama meninggal sebelum ayah kita nikah lagi."

Menikahi 5 pria?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang