Drama

187 18 0
                                        

Jonathan, Alexandro, Reynard, Alexiss, dan reyvand kini tengah duduk di kursi sofa ruang televisi.

Mereka semua tengah menatap pada satu orang, siapa orang itu? Farhanna.

Ralat, bukan semuanya soalnya si reyvand gak natap samsek, keliatan gak perduli sih.

"Orang sakit kok bisa-bisanya berkeliaran keluar rumah seenak jidat?" Ucap Jonathan.

Alexandro mengangguk tanda menyetujui ucapan Jonathan, "Betul, mana itunya ngehantam behel motor ojol. Lo naek ke motornya gimana dah, sampe bisa ngehantam gitu?"

"Mana yang katanya bisa jaga diri?" Tambah reynard.

"Hannan kena karma." Timpal Alexiss.

Bak petir menyambar celana bolong, Farhanna merasa terhantam, terpukul, tertampar, terejek, terhina, terkutuk dan ter-ter lainnya lagi oleh perkataan alexiss.

Ia menatap alexiss dengan wajah garang mirip kak Ros yang siap menerkam adik botaknya.

"Apa Lo bilang?"

Alexiss tak takut sama sekali, pipinya sedikit mengembung dengan bibir yang sedikit cemberut. Terlihat lucu, tapi menurut Farhanna kayak cowok pick me.

"Hanan bersihin telinganya dulu sana,"

Farhanna membelalakkan matanya, sementara Alexandro sekuat mungkin menahan tawanya.

Gadis itu dibuat kesal sekaligus kaget dengan perkataan Alexiss yang berubah drastis dari biasanya, kok bisa-bisanya dia ngomong begitu.

"Lo ngehina gue?!" Tanya farhanna dengan nada sedikit tinggi, tapi tak terlalu tinggi sangat karena takut melukai hati si polos.

"S-soalnya Hannan still asking padahal alexiss udah ngomong dengan jelas." Ucapnya dengan gagap.

Jonathan melipat kedua tangannya di depan dada, "Abis dari mana?"

Farhanna memutar kedua bola matanya dengan malas, "Abis mungut kue, tadi ada tukang paket lagi kena apes. Paketnya berjatohan, gue pungut aja lumayan--"

"Tolong jawab serius, Farhanna." Potong reynard.

Farhanna terdiam beberapa saat, ia menatapi seluruh wajah suaminya kemudian mencibir.

"Gue cuman ke toko kue, beli kue lapis legit aja--"

"Emangnya gak bisa order lewat online aja apa? Sampe harus banget pergi ke toko nya langsung?" Potong Jonathan.

Farhanna kembali membuka mulutnya, "Soalnya--"

"Dia gaptek, gak bisa pesen online. Dimaklumin aja lah guys." Ucap Alexandro memotong ucapan Farhanna, entahlah perkataannya itu suatu bermaksud membela atau menghina.

"Gue gak sebodoh itu ya sampe gak tau cara pesen--"

"Farhanna jawab pertanyaan gue." Tekan Jonathan.

"Gimana gue mau jawab, orang mulut kalian aja kayak gunting. Motong pembicaraan orang mulu."

"Kamu abis darimana, Farhanna? Jawab jujur." Tanya Reynard.

Farhanna mendecakkan lidahnya, "Kurang jelas apa gimana sih? Gue kan udah ngomong, ABIS BELI KUE!"

"Di saat kondisi lagi sakit begitu? Bisa-bisanya keluar rumah cuman buat beli kue?"

"Di rumah kan ada banyak ART, kenapa gak minta beliin aja ke mereka kalo emang Lo gaptek ga bisa pesen lewat online. " Tanya alexandro.

Farhanna mendelik sinis pada si buaya darat, bisa-bisanya dia daritadi ngungkit kegaptekan terus.

"Gue gak gaptek ya! Stop bilang kalo--"

Menikahi 5 pria?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang