Ternyata

162 17 0
                                        

Sesuai yang dijanjikan, author update setiap hari Jum'at.

Gak ingkar janji kan gue?

Hahahaha..

Okelah, sorry authornya sok asik.

Selamat membaca,

Janlup vote

Ikan hiu ngompol
I lop u oll

❤️💋

✂️

Hari ini adalah hari Selasa, tepatnya hari

kedua dimana Farhanna tidak sekolah lagi. Kalau kemarin karena pura-pura sakit, sekarang sakit beneran.

Dia tengah terbaring lemas di kasurnya, menungging dengan ekspresi bete di wajahnya.

Masih sedikit ngilu di sana, meski sensasi nya tak sehebat kemarin. Di tambah hari ini adalah hari pertama dia kedatangan tamu, badannya terasa remuk.

"Gini amat jadi gue," keluhnya.

Ia menatapi kertas berisi alamat rumah nenek mertuanya, yang kemarin diberikan oleh Bu Peni.

"Harusnya hari ini gue Dateng ke sana." Gumamnya.

Ia memejamkan matanya, menikmati sensasi rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Time skip

Tepat pada pukul 12.00, Farhanna memutuskan untuk pergi ke rumah nenek mertuanya. Dia sudah bisa berjalan, meski rasa ngilu masih ada tapi tak separah kemarin.

Dan mengenai rasa nyeri di sekujur tubuh badan karena datang bulan, Farhanna mencoba menepis semua rasa sakit itu.

Kalau tidak hari ini, kapan lagi?

Farhanna memesan ojek online dan berangkat menuju lokasi yang tertera di kertas.

Setelah beberapa saat, akhirnya sampai. Di sana terlihat ada sebuah rumah tua, namun pondasinya nampak masih kokoh.

Rumah itu sederhana, namun pekarangannya sungguh sangat bersih dan rapih, siapapun yang melihatnya pasti tahu kalau pemilik rumah sangat menjaga kebersihan dan keindahan rumahnya.

Farhanna berjalan memasuki area rumah, ia mengetuk pintu itu sebanyak 3 kali. Tepat di ketukan terakhir, pintu pun dibuka, menampilkan seorang wanita tua yang terlihat masih cukup bugar.

Rambutnya sudah dipenuhi uban, jika dibandingkan dengan Bu Peni. Tentu saja lebih tua nenek ini, tapi kondisi kebugarannya terlihat nenek ini lebih unggul.

Ia tersenyum ramah pada Farhanna, "Ada perlu apa, neng?"

Farhanna membalas senyuman itu, "Maaf sebelumnya nek, apabila saya mengganggu. Saya, anak menantu dari putri ibu--"

"Saya tidak punya putri." Ucap wanita itu dengan ekspresi datar, terlihat senyuman ramahnya pun hilang seketika.

Farhanna sangat terkejut dengan ucapan wanita itu, "Tapi maaf, nenek mertua saya bukan? Nenek adalah ibu dari ibu mertua saya, kan?"

"Saya tegaskan saya tidak memiliki seorang putri! Jika sudah tak berkepentingan lagi, silahkan tinggalkan tempat tinggal ini."

"Tapi nek--"

Brug.

Pintu rumah itu ditutup dengan cukup keras tepat dihadapan Farhanna,

Menikahi 5 pria?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang