New

210 14 5
                                        

Tok tok tok

Kini jam telah menunjukkan pukul 12 malam, saat dimana kebanyakan para makhluk hidup tengah beristirahat di tempat tidurnya.

Berbeda dengan tokoh utama kita. Siapa? Tentu Si Farhanna, farhanni, farhannot.

Di tengah malam seperti ini, bukan saatnya untuk tidur. Baginya ini saatnya untuk memanfaatkan fungsi suaminya.

Kini ia tengah melangkahkan kakinya, namun belum tahu akan mendatangi kamar suaminya yang mana. Ia masih berkipir kiprir.

'kalo gue datangin si alexiss, dia pasti dah tidur. Si reynard juga pasti dah tidur,' batin Farhanna, seraya terus melangkahkan kakinya tanpa tahu akan kemana.

Sampai tiba-tiba wajah si buaya darat pun terlintas di benaknya,

'oh iya, si bule kampret! Dia pasti masih bangun di jam segini. Gue mau nyamperin dia aja ah.'

Farhanna kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar alexandro, yang dimana ia tahu pasti di sana juga ada Jonathan karena mereka berdua tinggal di satu kamar yang sama.

Jedug jedug jedug

Pak cepak cepak jeder

Suara pintu di gebrug, di tendang, di knock, di kick, di senggol tapi sang penghuni kamar tak kunjung menampakkan wujudnya.

Merasa frustasi, Farhanna menatap kesal pada pintu kamar itu. Matanya melotot tajam seolah akan keluar dari kelopaknya.

Menyerah lalu balik lagi ke kamar? Oh tentu tidak, MC kita tak sepesimis itu.

Dia mengatur posisi kakinya, bersiap untuk menendang pintu sekeras mungkin hingga membuat suara yang cukup keras untuk membangunkan dua kebo di dalam kamar.

Srepet~

Jedar!

Kaki Farhanna berhasil mengenai paha Jonathan--eh tunggu dulu, kok paha sih bukan pintu?

Mata Farhanna terbelalak kaget, karna objek yang akan ia tendang secara ajaib berubah menjadi kaki seseorang.

"Gak usah sok-sokan kaget, ini bukan sulap bukan sihir. Ini emang kaki gue." Ucap Jonathan dengan nada suaranya yang terdengar cukup geram.

Farhanna segera menarik kakinya kembali, "Sorry, gue gak sengaja. Lo nya aja ngapain ada di sana, udah tau gue lagi tendang pintu, bukan salah gue dong kalo kaki Lo ketendang."

Jonathan mendecih sinis, "Ya iyalah gue ada di sini, masa gue bukain pintu tapi guenya berdiri di pojok kamer, gimana mo bukain pintunya?"

"Tinggal panjangin tangan Lo." Ucap Farhanna dengan enteng dan tak masuk di logika manusia waras.

"Apaan si, gak nyambung. Kesian tuh otak Lo, dipermalukan harga dirinya."

Farhanna mendecih sinis, "Gak usah banyak bacod dimana si Alexandro?"

Mendengar hal itu salah satu alis Jonathan pun terangkat ke atas, "Tiba-tiba banget nanyain dia, mau ngapain?" Tanya Jonathan, jujur dia penasaran.

"Ck, jawab aja dia dimana?"

Jonathan memutar bola matanya dengan malas, tangannya disilangan di depan dada.

"Ngapain nanya lagi? Dengan Lo Dateng ke sini aja udah mencerminkan kalo Lo tuh tau dimana keberadaan dia."

Farhanna menganga tak mengerti, "maksut?"

"Lo nyari seseorang, terus Dateng ke suatu tempat pasti karena Lo udah menduga orang yang Lo cari ada di tempat itu. Jadi, kenapa Lo nanyain lagi keberadaan dia?"

Menikahi 5 pria?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang