Pada sore hari.
Farhanna sedang dilema, memutuskan apakah besok dia pergi ke sekolah atau melanjutkan actingnya.
Sebenarnya dia fine-fine aja kok kalo gak sekolah, cuman dia agak bimbang karena si reynard bilang gini pas sore.
"Kalo besok kamu belum mendingan, kita pergi ke tukang urut aja ya."
Bejang gak mau kata gue teh,
(Bejang = BEjir uJANG)
Ngapain coba ke tukang urut? Emangnya bisa bagian itu diurut? Tukang urut mana coba yang mau nyentuh bagian itu. Kalo pun ada, ya si Farhanna gak mau kali disentuh-sentuh dipijat-pijat.
Kalo kata kalian 'tinggal cari tukang urut cewek, apa susahnya'
Gimana kalo tukang urutnya lesbong?
Di tengah-tengah rasa frustasinya, tiba-tiba datanglah si bule kampret. Datang tanpa diundang, pulang susah di usir, itulah dia.
"Bini, temenin gue yuk, pelis." Ucapnya memohon-mohon sembari memasang wajah sok imut.
Kalo ada yang minta joki buat ludahin dia, Farhanna siap.
"Temenin kemana?"
"Ke hatiku."
"Bisa serius gak?"
"Oiya maap-maap."
Alexandro mengambil nafas dalam-dalam kemudian, "Jadi gini, kemarin pas gue abis pulang dari masjid. Kepala gue dilemparin buah mangga, entah sama siapa karena pas dicek gak ada orang selain gue."
Farhanna menatap malas, "Ya terus?"
"Temenin gue ke masjid pelis."
Farhanna menganga tak percaya, tapi dia tak buru-buru memarahi Alexandro, dia memikirkan sesuatu hingga menemukan sebuah ide.
"Nanti gue suruh salah satu temen gue buat nemenin Lo pergi ke masjid, kebetulan dia masih satu desa sama kita. "
Alexandro berfikir selama beberapa saat, " Temen Lo?" Hingga terlintaslah wajah rheva di benaknya.
Pria itu kemudian tersenyum sumringah, kayak orang abis dapet lotre.
"Ide bagus tuh bini, suruh dia temenin gue ke masjid ya. temenin hidup gue pun gak masalah, haha." Dia ngikrik gak jelas, membuat Farhanna mengerutkan alisnya karena kebingungan.
Saat Maghrib tiba
Alexandro terpatung, tubuhnya membeku ketika realita tak sesuai ekspektasi.
Sementara di hadapannya sudah ada si Saripudin yang tengah mesem-mesem gak jelas, merasa salting karena ditatap Alexandro.
Pria itu kemudian merengek pada istrinya, "Bini, kok gak sesuai ekspektasi sih. Kenapa yang datangnya dia?"
Farhanna kebingungan, ia menggaruk pipinya yang tak gatal, "Ya kenapa emangnya? Kan gue bilang bakal nyuruh salah satu temen gue buat nemenin Lo, si Saripudin kan temen gue, dia juga masih satu desa sama kita."
KAMU SEDANG MEMBACA
Menikahi 5 pria?
Romansamenikah dengan 5 pria sekaligus? ah.. bullshit. terserah apa kata kalian, tapi.. inilah takdir farhanna.. menikah dengan 5 suami sekaligus yang merupakan.. cerita tanggal : 24/06/2024
