"Huh, ini semua gara-gara Lo." ucap seorang gadis kepada pria yang tengah berdiri di sampingnya, karna sama-sama lagi dihukum.
Sontak pria itu langsung menatap kesal, "kok gara-gara gue sih?"
"Ya gara-gara Lo lah, karna kalo aja Lo tadi ngendarain motornya itu dengan kecepatan tinggi, enggak nyantui, mungkin kita gak akan telat dan gak akan dihukum."
Mata pria itu menyipit karna kesal, "itu juga karna Lo ngoceh terus, Farhanna."
"Loh, kok Lo malah nyalahin gue?! Udah jelas itu salah Lo, Jojon!"
Jonathan hanya memutar bola matanya dengan malas, dia lalu mendecak kesal, "terserah Lo, deh."
Farhanna menggerutu, "ugh, panas banget mataharinya."
"Ya iyalah, namanya juga matahari." sinis Jonathan.
"Apaan sih! Gak ada yang ngomong sama Lo, Jojon!"
Jonathan kembali memutar kedua bola matanya.
"Lo nyebelin banget sih, Jon. Andai aja tadi Lo itu ngelajuin motornya gak nyantui-nyantui amat, mungkin kita gak bakalan dihukum panas-panasan kayak gini." oceh Farhanna, padahal tadi dia telah mengatakan hal tersebut, namun karna dia itu gacor dan banyak omong, jadinya dia terus-terusan ngungkit-ngungkit.
"Oh, kalo gitu, Lo mulai besok gak usah bareng lagi sama gue deh, kalo misalnya Lo takut kesiangan." sindir Jonathan.
"OKE! GUE GAK BAKALAN NEBENG LAGI KE Lo, MULAI BESOK!" ucap Farhanna dengan nada yang cukup tinggi.
Jonathan memutar bola matanya, "bullshit." sinisnya.
"What did you say, Jojon?"
Jojon menatap sinis, "ya elah, sok Inggris." sarkastiknya.
"Ya suka-suka gue lah, daripada Lo gak bisa ngomong Inggris. Huuu! Payah."
"Gue bisa, cuman gue bukan tipe orang yang sok Inggris kayak Lo. Baru tau beberapa kosa kata aja, udah sombong akut." sinis Jonathan sambil memutar bola matanya.
"Apa Lo bilang?!" teriak Farhanna, dia lalu mencubit pinggang Jonathan, kini dengan sekuat tenaga.
Jonathan mengerang, "argh! Sakit, anjir!" pekik Jonathan.
"Biar apa? BIARIN!"
Mendengar sebuah keributan, ketua OSIS pun datang dan memeriksa apa yang terjadi, dan terlihatlah dua makhluk itu tengah bertengkar.
"Hei kalian berdua! Jangan berantem terus! Apa mau saya tambahin hukumannya?" teriak ketua OSIS wanita itu, dia terlihat geram.
Sontak Farhanna dan Jonathan pun kembali diam. Farhanna menundukkan kepalanya, namun tidak dengan Jonathan yang hanya dengan santui menatap wajah ketua OSIS itu.
"Apa kamu lihat-lihat!" teriak si ketos sambil matanya melotot.
"Galak bener sih, Lo! Moga-moga cepet tua dan keriputan, AMIN!" balas Jonathan tanpa rasa takut.
Kedua mata ketos itu terbelalak, dia tak menyangka ada siswa yang berani melawannya, apalagi ketika dihukum.
"Heh! Apa kata kamu?"
Jonathan menyeringai, "telinga Lo budek ya? Sampe gak bisa ngedenger apa yang gue bilang barusan, perasaan gue gak ngomong pake suara rendah."
"Oh, berani ya kamu sama saya, saya bakalan tambahin hukuman buat kamu—"
Belum sempat si ketos selesai bicara, Jonathan segera memotongnya, "silahkan, gue gak takut."
Mata si ketos menyipit, dia lalu memanggil sekretaris OSIS.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menikahi 5 pria?
Romancemenikah dengan 5 pria sekaligus? ah.. bullshit. terserah apa kata kalian, tapi.. inilah takdir farhanna.. menikah dengan 5 suami sekaligus yang merupakan.. cerita tanggal : 24/06/2024
