Di malam harinya, Farhanna nampak tengah melamun seorang diri menatap ke arah pintu kaca balkon. Tirainya tidak di tutup, jadi dia bisa melihat dengan jelas lingkungan sekitar ketika malam hari.
"Rheva, maafin gue." Gumamnya pada diri sendiri, jujur ia merasa sangat bersalah pada rheva.
Farhanna menatap langit malam dengan lekat-lekat, menatapi satu persatu bintang yang ada di sana.
Pintu pun di buka, nampak Alexandro memasuki kamar Farhanna tanpa mengetuknya sama sekali.
"Ohayo bini, watashi datang!"
Jujur Alexandro tengah belajar bahasa jepang, karena tahu Farhanna suka anime. Jadi dia pengen bisa lancar bahasa Jepang, tujuannya seperti biasa, beliau ingin caper.
Tapi sudah berulang kali dia menghafalkan kosa kata, yang diingat otaknya hanya watashi, gomenasai, ara-ara, sama yamete kudasai.
Farhanna menoleh ke samping, ekspresinya langsung merengut. Ia baru ingat kalau dia sudah menyetujui permintaan si boteng pada malam kemarin.
Boteng alias bocah tengik.
Itu loh permintaan dia yang bisik-bisik ke Farhanna, awalnya MC kita nolak cuman karena kesian dan ngerasa bersalah akhirnya dia setuju.
Alexandro duduk di tepi kasur Farhanna, dia menggoyangkan bahu Farhanna beberapa kali.
Gadis itu mendelik sinis, "Kenapa Lo?"
"Bini, ayo.. kan sekarang udah jam 10. Jangan lupa Lo harus lakuin itu sama gue di setiap malam."
Farhanna mendengus kesal, "Bacod, gue gak pikun."
Alexandro tertawa ngikrik mirip kuda, dia naik ke atas kasur kemudian membungkus tubuhnya dengan selimut mirip ulat kepompong.
"Ayo bini, mulai sekarang aja."
"Dih, kenapa nyuruh gue? Lo yang mau, Lo sendiri yang ngemulai lah."
"Gue malu bini,"
Mendengar hal itu farhanna mendecih sinis, "Apaan sih, sok-sokan malu. Biasanya juga malu-maluin."
Alexandro menatap serius ke arah Farhanna, "Pokoknya hari ini harus jalan,"
"Lo yakin gak bakalan ada yang keganggu?"
"Yakin lah, kamer di rumah ini kan kedap suara, jadi mustahil orang diluar bakal denger."
Keheningan jatuh sesaat kemudian, "Yaudah, tapi kalo ribut Lo yang tanggung jawab."
Alexandro pun langsung berseri-seri mendengar hal itu.
✂️
Jonathan tengah mengikuti lomba mandiri yang diadakan secara online, kini ia tengah menunggu hasil pengumuman pemenangnya.
Dia mencari namanya masuk ke dalam daftar pemenang tingkat 10 besar. Sampai matanya kemudian berhenti di salah satu urutan.
"Gue juara dua?!"
Dia tertawa bahagia, yah meskipun sedikit lagi dia bisa mendapat juara pertama. Tak apa, rasanya tetap bangga dan bahagia.
"Usaha gue membuahkan hasil,"
Jonathan tertawa kecil.
Akhir-akhir ini dia memang selalu mencari informasi lomba, dan sudah beberapa lomba dia ikuti, namun belum pernah sampai masuk tingkat 3 besar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menikahi 5 pria?
Romancemenikah dengan 5 pria sekaligus? ah.. bullshit. terserah apa kata kalian, tapi.. inilah takdir farhanna.. menikah dengan 5 suami sekaligus yang merupakan.. cerita tanggal : 24/06/2024
