Farhanna tersenyum pada Angela, kini kedua wanita itu tengah menikmati fruit sando. Duduk di kursi halaman belakang rumah,
"Mama, emangnya mama gak capek nanam tanaman terus ngerawat tanamannya sendirian? Kenapa gak nyuruh bi Icih aja."
Bibi di rumah ada banyak, tapi yang ngurus pekarangan rumah itu bi Icih. Tapi Angela meminta agar halaman belakang rumah diurus oleh dirinya saja.
"Mama suka melihat alam yang dipenuhi pepohonan rindang, warna hijau dari dedaunan pohonnya terasa indah sekali ketika dipandang. Hawanya pun sejuk kalau lingkungan sekitar dipenuhi pepohonan dan tanaman,"
"Hobi mama, ya itu. Menanam tanaman dan pepohonan," jawab Angela sambil tersenyum,
Farhanna terpaku melihat wajah Angela, matanya yang ikut tersenyum, senyumnya yang begitu hangat dan tulus, wajahnya yang lebih cantik jika dibandingkan dengan mc. Terasa sangat tidak cocok apabila diberikan peran sebagai karakter jahat.
"Tapi ma, kenapa gak pake sarung tangan aja. Kan tangan mama jadi kotor nantinya,"
"Justru itu letak serunya, sayang." Jawab Angela dengan suaranya yang begitu sop spoken, sop ayam, sop buah, dan macam jenis sop lainnya.
"Mama, nanti kalo mau nanam tanaman lagi, kabarin aku dong. Pengen ikutan juga."
Angela terkekeh, "Sekarang kan mama lagi nanam tanaman, kenapa gak ikut gabung sekarang aja?"
Farhanna mengangguk dengan penuh antusias, "Ide bagus tuh ma!"
Mereka bangkit berdiri dan mulai berjalan menuju area tanah yang masih kosong, di halaman belakang rumah yang luas, ada banyak jenis tanaman dalam pot dan pepohonan yang rindang,
Dan semua yang ditanam itu adalah tanaman buah-buahan dan pohon buah-buahan juga, dihalaman belakang rumah memang dikhususkan seperti itu.
"Tanamannya subur-subur, buahnya lebat-lebat lagi." Ucap farhanna takjub.
Dia kemudian berlari menuju tanaman keluarga berry, ada strawberry, blueberry, blackberry, dan anggota berry lainnya.
Gadis itu kalau sudah nyaman dan excited, tingkah lakunya akan seperti bocil berusia 5 tahun.
"Ma, ini boleh aku petik?" Tanya Farhanna sambil menunjuk buah blackberry.
"Boleh dipetik, tapi jangan langsung dimakan. Dicuci dulu sebelum dimakan, ya."
Farhanna menganggukkan kepalanya, menuruti perintah mamernya.
(Mamer = mama mertua) Tanpa banyak babibubebo.
Padahal mah bisa aja dia juga ngeyel dan langsung melahap buah itu dari pohonnya tanpa perlu repot-repot dipetik, tapi karena diomonginnya secara baek-baek, SOP spoken dan tanpa gas esmosi.
Farhanna jadi nurut deh, tanpa membangkang.
Tapi, tak apa.. Farhanna tidak membandingkan mama Angela dengan bundanya kok, mereka sama-sama punya kekurangan dan kelebihan.
Kalo sama mama Angela hidup Farhanna nanti terlalu adem ayem, sedangkan farhanna kan pengennya hidupnya tuh genre drama, pertikaian, dan kerusuhan. Biar gak membosankan katanya mah.
Farhanna mendongakkan kepalanya, menatap pohon buah mangga yang cukup berbuah lebat, tapi lebatnya masih kalah jauh dengan pohon buah nenek mertua.
Tapi, matanya langsung terbelalak ketika melihat dengan jelas bentukkan buah mangga itu.
"Buah Limus!" Teriak farhanna heboh.
Angela sedikit tersentak kaget, dia yang tengah memetik blackberry dan memasukkannya ke dalam wadah langsung menoleh untuk menatap si cecunguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menikahi 5 pria?
Romancemenikah dengan 5 pria sekaligus? ah.. bullshit. terserah apa kata kalian, tapi.. inilah takdir farhanna.. menikah dengan 5 suami sekaligus yang merupakan.. cerita tanggal : 24/06/2024
