Kotak bekal berisi makanan, diberikan kepada Jonathan oleh Angela. Jujur Jonathan enggan menerima kotak bekal itu, tapi..
"Makasih ya ma, tapi aku udah sarapan tadi pagi dimasakin farhanna."
Angela pun menatap farhanna yang kini terlihat kikuk karena ditatap olehnya.
"Tapi bekalnya kan bisa dimakan nanti pas di sekolah."
Jonathan tetap enggan menerimanya, ia tidak Sudi.
"Enggak ma, makasih tapi Jonathan kayaknya mau jajan di kan--"
"Jojon cuman malu aja Tante, dia sebenernya pengen dan kangen masakan Tante. Cuman gengsi." Potong Farhanna.
Angela menatap farhanna ia kemudian tersenyum tipis, "Panggil mama, jangan Tante ya sayang."
Farhanna hanya mengangguk dengan kikuk kemudian ia meraih kotak bekal itu dan memasukkannya ke dalam tas Jonathan.
"Kita berangkat ya ma," Farhanna meraih punggung tangan Angela dan menciumnya.
Jonathan merasa tidak enak, pasti setelah ini wanita itu akan menyuruhnya untuk melakukan hal yang sama.
"Jojon," Farhanna mengkode dengan lirikan matanya agar Jonathan segera mencium tangan Angela.
Jonathan menghembuskan nafas dengan kasar, ia kemudian meraih tangan Angela dengan berat hati ia terpaksa mengecup tangan wanita itu.
Tangan seseorang yang amat sangat ia benci.
Angela tersenyum melihat Jonathan mencium punggung tangannya, tangannya yang lain refleks mengusap kepala Jonathan.
Baru beberapa kali usapan, Jonathan langsung pergi seolah menghindar.
"Ayo Han, kita berangkat takut telat."
Jonathan berlari pergi mengambil motornya ke gudang, yang kemudian di susul oleh farhanna.
Ia mengeluarkan motor kesayangannya dari dalam gudang dan melajukannya pergi.
Farhanna seperti biasa dibonceng di jok penumpang, namun entahlah mengapa semenjak saat itu..
Saat Jonathan menyatakan perasaannya..
Terasa seperti ada ruang yang cukup memisahkan diantara keduanya..
Hanya ada keheningan disana, tak ada lagi obrolan, candaan, atau bahkan perkelahian.
Mereka berdua seperti tukang ojol bersama penumpangnya, awkward gak tau mau basa basi apa.
"Nanti kalau udah di pertigaan belok kiri ya." Tiba-tiba sebuah kata tercetus dari mulut Farhanna, perkataan aneh, canggung membuat dirinya bahkan setengah menyesal karna mengatakan hal itu.
"Iya kak, tapi nanti kasih bintang lima ya buat saya." Sinis jonathan, menyindir perkataan Farhanna yang seolah-olah dia adalah penumpang ojol takut salah turun.
'Gue bukan tukang ojek, woi! Gue juga hafal jalan, gue bukan GPS rusak!" Batin Jonathan.
Dan lucunya Farhanna kini dihajar oleh perkataan tersebut, bukan karena sakit hati melainkan kenyataan yang membuatnya ingin menenggelamkan wajah ke jaket si pengemudi sambil bilang.
'Sayang--eh, sial! Kenapa sih gue ngomong begitu.' Batin Farhanna.
"Han Lo mau gak?" Ucap Jonathan secara tiba-tiba, membuat kepala gadis itu mendongak.
"Mau apaan?"
Jonathan menghentikan motornya di pinggir jalan, tanpa perduli itu akan memakan waktu dan membuat mereka kembali terlambat datang ke sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menikahi 5 pria?
Romansamenikah dengan 5 pria sekaligus? ah.. bullshit. terserah apa kata kalian, tapi.. inilah takdir farhanna.. menikah dengan 5 suami sekaligus yang merupakan.. cerita tanggal : 24/06/2024
