Layak di pukul

282 13 1
                                        

Kakek barack tengah menyeruput kopi panas nya, dia duduk di kursi taman yang ada di halaman depan mansionnya.

Mansionnya besar, mewah dan megah, terdapat taman yang sangat luas.. tamannya berada di depan rumahnya.

Ada air mancur yang besar dan indah di taman tersebut, kakek barack dulu nya tinggal seorang diri di mansion yang luas itu.. namun semenjak jonathan dititipkan padanya.. dia jadi tak sendiri lagi, dia tak kesepian lagi.

Suara kicauan burung terdengar merdu di atas pohon, hingga sebuah suara motor khas milik jonathan pun terdengar, kakek barack segera menoleh ke arah gerbang.. dan terlihatlah motor jonathan yang tengah melaju menuju gerbang rumah.

Kakek jonathan tersenyum melihat jonathan yang kini sudah tumbuh besar, padahal dia rasa.. baru juga jonathan itu masih kecil, kini pria cengeng yang dulunya mudah menangis karna merindukan ayahnya, sudah tumbuh menjadi pria tampan yang gagah dan berani.

Bahkan kini dia sepertinya sudah melupakan ayahnya, kakek barack menghela nafas.. dia sudah tak tahu lagi bagaimana caranya agar jonathan tak membenci ayah nya terus menerus.

Security menyentuh tombol untuk membuka gerbang yang sangat besar itu, dan gerbang pun terbuka otomatis dengan sendirinya.

Ya gerbang itu memang gerbang yang terbuka otomatis, namun.. ada security yang memencet tombol agar pintunya terbuka otomatis hal tersebut berguna agar tak sembarang orang bisa masuk kedalam kawasan rumah.

Mata farhanna membelalak saat melihat pagar besar itu terbuka otomatis tanpa di dorong oleh siapapun.

"Jojon! gerbangnya kebuka sendiri! emangnya di rumah lo ada hantunya ya? kalo ada. gue gak mau masuk ah." ucap farhanna ketakutan.

Jonathan memutar kedua bola matanya, "Setan kok takut sama setan." ucap jonathan mengejek.

Farhanna berteriak, "gue gak lagi bercanda ya jojon!" farhanna lalu mencubit pinggang jonathan.

Kakek barack menatap wajah farhanna, dia lalu tersenyum tipis.

"Wah, kalian sepertinya sangat akrab ya." ucap kakek barack sambil tersenyum.

"Terpaksa aja lah kek, dia itu gadis yang sering jonathan ceritain.. yang suka nebeng itu loh, kek."

Farhanna membelalakan mata, "jadi.. elo selama ini ngegibahin gue ke kakek elo?" bisik farhanna.

"Kalo iya kenapa?"

Farhanna menggelengkan kepalanya, "gak papa sih.. lagipula, apa salahnya nebeng sama elo.. kan sekalian berangkat ke sekolah." jawab farhanna tak tahu malu.

Kakek barack hanya tertawa kecil melihat interaksi keduanya.

Jonathan lalu turun dari motor, dia berjalan menuju kakek barack yang tengah duduk di kursi taman.

Farhanna lalu mengikuti jonathan, dia berdiri tepat di samping jonathan yang tengah menyalimi tangan kakeknya.

Mata farhanna tiba tiba membulat saat melihat wajah kakek barack, "ka-kakek?!" kaget farhanna.. nada suaranya cukup tinggi membuat telinga jonathan agak berdenging.

"Ck! biasa aja kali.. sakit nih kuping gue!" kesal jonathan.

Farhanna lalu segera menyalimi tangan kakek barack, "kakek gimana kabarnya kek? sehat sehat aja kan?" tanya farhanna.

Kakek barack tersenyum, "iya.. kakek baik baik aja, kok."

Jonathan mengerutkan alis, dia bingung.. kenapa farhanna seperti sudah mengenal kakeknya?

"Kakek emangnya pindah rumah ya? perasaan rumah kakek bukan yang ini deh." ucap farhanna agak bingung.

"Enggak kok, kakek gak pindah rumah.. rumah kakek disini, dulu kakek tinggal di kontrakan yang deket sama rumah kamu itu.. karna kakek merasa kesepian di mansion ini.. mansionnya besar banget, sedangkan kakek tinggal seorang diri."

Menikahi 5 pria?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang