Kini motor Jonathan berhenti, tepat di depan Alfamart. Jonathan memutar bola mata.
"Jadi ini? Lo mau gue anterin ke sini?" tanya Jonathan dengan malas.
Farhanna menganggukkan kepalanya.
"Lo mau belanja apaan?" tanya Jonathan, tangannya menopang dagu dan pipinya.
"Bukan urusan Lo!" sinis Farhanna, dia lalu masuk ke dalam Alfamart.
Jonathan mengerutkan alis. Apa-apaan gadis ini? Udah mah minta dianter, terus tiba-tiba marah-marah lagi? Sungguh gadis gila + gadis freak, menurut Jonathan.
"Gaje!" ucap Jonathan dengan nada yang cukup tinggi.
Jonathan tiba-tiba terfikirkan ide untuk meninggalkan si Farhanna di sana sendirian... namun dia merasa agak... kasihan juga bila harus meninggalkan gadis itu.
Kini waktu Jonathan telah terbuang 27 menit lebih 45 detik. Dia membuang waktunya dengan sia-sia hanya karena menunggu si Farhanna yang belum keluar-keluar dari Alfamart.
"Ck! Lama bener sih tuh anak! Lagi ngapain coba dia di dalem Alfamart?" kesal Jonathan. Dia lalu memutuskan untuk masuk ke dalam Alfamart dan mencari Farhanna.
Namun tak usah dicari segala, karena saat pintu dibuka... ternyata Farhanna sedang berdiri di depan kasir. Nampak dari raut wajahnya terlihat gelisah.
Namun saat melihat wajahnya Jonathan, ekspresi gelisahnya terlihat hilang. Matanya berbinar-binar penuh harapan.
"Jojon! Untung Lo ke sini! Minta duit dong... uang gue ketinggalan di rumah," ucap Farhanna tanpa tau malu.
Seketika raut wajah Jonathan menjadi masam. Apa-apaan ini? Baru juga gue nongol udah diporotin aja... batin Jonathan.
"Ayo, Jojon! Gue minta duit... pliss..."
Seketika Jonathan pun langsung mengeluarkan kata-kata andalannya.
"Kagak ada! Gue gak punya duit," ucap Jonathan dengan singkat, padat, dan pelit.
Farhanna cemberut. "Ayolah, Jojon, gue minta duit... soalnya duit gue ketinggalan."
"Kagak punya! Udah dibilangin juga..." sinis Jonathan.
"Pliss dong! Pliss... gue minta duit."
Jonathan tetap tak peduli. Dia menyilangkan kedua tangannya lalu menaruhnya di depan dada.
"Kalo Lo ngomongnya 'minta' gue gak mau. Kalo 'minjem' baru boleh," jawab Jonathan, menyindir Farhanna yang ngomongnya minta, bukan minjem.
Mata Farhanna seketika menyipit karena kesal. "Lo pelit banget, Jon!" kesal Farhanna.
"Bodo amat."
Si mbak-mbak kasir hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dua setan di depannya. "Cia elah, Mas... pelit amat sama pacarnya. Entar pas ditinggalin mampus, lu!" timpalnya.
Seketika Farhanna dan Jonathan langsung menatap sinis pada mbak-mbak kasir.
"Dia bukan pacar gue!" ucap keduanya berbarengan.
Mbak-mbak kasir kembali senyam-senyum gak jelas. "Bukan pacar? Atau jangan-jangan suami istri, ya? Kalian nikah muda, ya? Hayo ngaku! Masih SMA udah nikah muda... gue aja yang udah tua belum nikah," goda si mbak kasir.
Jonathan menatap sinis, lalu memutar bola matanya. "So asik bener sih, Mbak!"
Kuping Jonathan sudah tak tahan lagi mendengar semua kata-kata si mbak-mbak kasir itu. Dia merogoh sakunya lalu mengambil dompetnya.
"Berapa total belanjaannya?" tanya Jonathan.
"125.500," jawab si mbak-mbak kasir.
Jonathan mengambil uang berwarna merah satu lembar serta uang berwarna biru satu lembar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menikahi 5 pria?
Romancemenikah dengan 5 pria sekaligus? ah.. bullshit. terserah apa kata kalian, tapi.. inilah takdir farhanna.. menikah dengan 5 suami sekaligus yang merupakan.. cerita tanggal : 24/06/2024
