"Putik yang sedang berbunga, bunga yang sedang mewangi, wangi nya sangat mewangi." Terdengar Alexandro bernyanyi seenak jidat, tas dipakai di salah satu sisi, jaket dipegang di tangan kanan, dan kedua telinga yang disumbat oleh earphone.
Farhanna hari ini tidak berangkat sekolah, ia izin karena sedang kurang enak badan. Sebetulnya, ia hanya berpura-pura, hari ini ia berniat untuk menemui Bu Peni di tokonya.
Gadis itu tengah terduduk di sofa kamarnya, sambil menonton televisi. Ia memakai selimut di sekujur tubuhnya.
Gedubrak!
Alexandro bersiul, ia berjalan mendekat lalu mengulurkan telapak tangan kanannya pada Farhanna.
Gadis itu mendongak ke atas dengan mata yang menyipit, "Apaan sih, dateng-dateng ngehalangin begini."
"Ekhem," Alexandro memegang tenggorokannya.
"Lo suka liat film gak?"
"Gak suka film, sukanya anime."
Alexandro menghela nafas agak kasar, "Dengerin ya wibu, di film-film kalo suaminya mau pergi si istrinya suka nyium tangannya terus ngasih cium di pipi, abis itu ngomong 'hati-hati ya' sambil dadah-dadah."
"Setidaknya, gak usah sampe ngekiss pipi gue deh. Cukup cium tangan gue terus ngomong sesuatu yang romantis sambil dadah-dadah." Lanjutnya.
Farhanna memutar kedua bola matanya dengan malas, tapi kalau misalkan dia tak menuruti apa keinginan pria itu, bisa-bisa sampai kapanpun dia takkan pergi.
"Ya udah, sini tangan Lo."
"Usaha dikit dong, Lo yang harus ngegapai tangan gue." Titah alexandro.
Farhanna mendecak kesal, "Ribet amat si," ia meraih tangan alexandro dengan kasar, kemudian mengecup punggung tangannya dengan kasar. Setelah itu ia kembali menghempaskan telapak tangan pria itu sambil berkata.
"Hati-hati di jalan, jaga diri, jaga mata, jaga hati, ingat istrimu di rumah jangan jelalatan sana sini."
Alexandro menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, "Oh my God, bini. So sweet banget."
"Udah sana pergi Lo! Hush, hush." Usir Farhanna.
"Lo suka tahu isi bibi kantin kan? Mau gue beliin? Jangan salah paham dulu, bukan berarti gue mulai cinta dan perduli sama Lo. Cuman ya karena Lo gak sekolah siapa tau Lo kangen tahu isi bibi--"
"Udah bacod, iya gue mau tahu isinya. Sana pergi sekolah, entar kalo telat terus dihukum mampus Lo."
Alexandro melakukan aksi hormat pada tiang bendera, setelah itu dia berlari pergi dari kamar Farhanna.
Setelah si buaya darat pergi, Farhanna menghela nafas lega. Ia menyandarkan bahunya di sandaran sofa dan kembali menonton televisi.
"Bini! Jangan lupa minum obat!" Teriak seseorang yang berhasil mencuri perhatian Farhanna.
Teriakan itu berasal dari luar, farhanna melihat dari jendela ternyata itu Alexandro yang telah duduk diatas motornya dengan mesin sedang menyala.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menikahi 5 pria?
Romansamenikah dengan 5 pria sekaligus? ah.. bullshit. terserah apa kata kalian, tapi.. inilah takdir farhanna.. menikah dengan 5 suami sekaligus yang merupakan.. cerita tanggal : 24/06/2024
