Tersadarkan

198 20 1
                                        

Farhanna nampak tengah mengolah mangga-mangga itu menjadi berbagai jenis makanan,

Mangga yang masih muda dia pisahkan untuk membuat sambal mangga muda, karena mengingat Jonathan menyukainya.

Kemudian mangga yang lainnya dia olah menjadi beragam jenis makanan, ada yang dibuat selai mangga, jus mangga tanpa campuran gula dan susu, smoothie mangga, ice cream dan mangga goreng.

Sisanya dia simpan, karena takut mumbazir kalau diolah semuanya sekaligus.

"Bini, jangan jadiin mangga sebagai kelinci percobaan memasak Lo, please."

Alexandro menatap jengah pada olahan mangga goreng Farhanna yang kini telah tersaji di piring.

"Jangan kebanyakan nonton sinetron endowsiar coba," lanjutnya.

Farhanna mendecak kesal, "Apaan sih, beda ya, yang sebelah mah semangka ini mah mangga."

"Lagipula mangga gorengnya juga enak kok, jangan menilai sesuatu dari sampulnya. Cicipin dulu sebelum berkomentar."

Alexandro bergidik ngeri, melihatnya pun tak Sudi, apalagi harus mencicipi.

"Si Alexiss doyan, kalo gue sih masih sayang sama masa depan."

Belum sempat perdebatan lanjut, terdengar langkah kecil mendekat ke dapur.

Alexiss muncul. Rambutnya sedikit berantakan, kausnya kebesaran, matanya berbinar melihat meja penuh makanan.

" Wow," katanya spontan. "So many mangga, is this like mangga festival?"

Farhanna langsung senyum lebar. " Nah, ini ada yang pinter. Alexiss, mau coba nggak mangga goreng?"

Alexandro refleks menoleh pada kembarannya, Gerak geriknya mengisyaratkan 'Jangan.'

Tapi terlambat.

Alexiss sudah mengambil satu potong mangga goreng, menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu. Ia membolak-balik pelan.

"This mangga, kenapa terlihat seperti goreng pisang?"

"This mangga, kenapa terlihat seperti goreng pisang?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Itu namanya inovasi," jawab Farhanna.

Alexiss menganggukkan kepalanya, "Oh, inovation." Lalu krek, dia gigit. Sementara Alexandro menutup mata pasrah.

Beberapa detik hening.

Lalu mata Alexiss membesar. "Eh--"
Ia mengunyah lagi, "Wait, this is actually... good?"

Farhanna mendongak sombong. "Tuh kan."

Alexandro langsung buka mata, "LO SERIUS?"

Alexiss mengangguk cepat. "Yes, Crunchy outside, mango inside. Sweet but... confused."

"TUH, LIDAH LO JUGA BINGUNG KAN ?" Ucap Alexandro sedikit tertawa.

Alexiss mikir sebentar. "Yes. My tongue like... 'what is happening?' but in a happy way."

Menikahi 5 pria?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang