42

20 3 2
                                        


  Seperti yang diperkirakan, pukul 5 sore lebih sedikit keluarga Xendrick datang. Kali ini Aldevaro bersama ibunya serta kakaknya Hary yang datang menemani. Milla mengenakan dress rapi malam itu, karena setelah kedatangan keluarga Aldevaro dia mempunyai jadwal pergi ke rumah Elden untuk melihat kedua orang tuanya.

  Valen berbicara dengan sedikit malu dan mengatakan kalau ia menerima Milla untuk menjadi mate anaknya serta menantunya dan melupakan semua tentang keluarga Swim. Tentu saja itu menjadi berita yang bagus untuk Milla. Namun ternyata tidak melepas begitu saja.

  "Nyonya, jika Sofia datang di masa depan dan mengaku sedang hamil dengan putra anda apa yang akan nyonya lakukan? "

  Pertanyaan Kylson tentu membuat semua orang terkejut terutama Aldevaro yang ingin membantah namun segera di sela Kylson untuk tidak ikut pembicaraan.

  "Kita bisa mengetes dna saat bayi itu lahir dan lihat apakah bayi itu milik Aldevaro atau bukan. "

  "Nyonya, jika Aldevaro mengatakan tidak pernah melakukannya apakah nyonya akan percaya? "

  "Kita bisa menunggu untuk tes DNA saat bayi itu lahir. Jika bukan anak Aldevaro ya Aldevaro tidak perlu bertanggungjawab. Mungkin Sofia terlalu takut untuk mengatakan siapa ayah bayi itu dan kita akan membantunya untuk mendapat keadilan."

  Valen sudah yakin dengan jawabannya namun Kylson hanya menggelengkan kepalanya pelan dan bersmirk, "Berarti nyonya adalah orang yang lebih menyayangi Sofia dibanding putra anda sendiri rupanya. Sofia masih diatas segalanya bahkan setelah membohongi keluarga anda. "

  Valen kikuk dengan pernyataan Kylson dan Aldevaro sudah melirik ke ibu-nya dengan nafas tertahan.

  "Nyonya, lupakan hal tadi. Untuk lamaran kapan anda akan siap?"

  "Secepat itu? " Tanya Valen terkejut.

  "Kenapa tidak cepat nyonya? Apa nyonya masih tidak yakin dengan adik saya?"

  "Bukan seperti itu, ibu ku mungkin ingin menunggu pertemuan ketiga keluarga untuk membahasnya bersama. Bukannya Milla mempunyai mate satu lagi? Tidak mungkinkah kita akan memutuskannya sendiri tanpa mereka?" Sela Hary sebelum ibu-nya sempat mengeluarkan suara.

  Kylson tertawa rendah sembari melirik ke Valen," Saya hanya menguji nyonya saja, apa nyonya masih menunggu kabar dari keadaan Sofia? Benar bukan? Nyonya tenang saja, saya tidak akan mengutik Sofia lagi jika dia diam dan dia akan baik- baik saja. Tapi dia bergerak sedikitpun ke adik saya, jangan salahkan saya jika saya bertindak."

  "Sofia masih anak remaja, apa yang bisa ia lakukan untuk melukai orang lain?"

  Pada saat ini ada seorang bodyguard masuk yang memberi kabar kalau ada seorang gadis berpakaian hitam muncul di gerbang dan ingin menerobos masuk. Axel bangkit untuk menjemput gadis itu dan membawanya masuk setelah mendapat izin dari Kylson.

  "Aldevaro!"

  "Sofia?"

  Valen bangkit untuk menghampiri Sofia yang dijaga dua bodyguard dan memeluknya, melihat ini ada sedikit kebencian Milla pada Sofia dan ia berjalan mendekati Sofia dengan wajah bingung," Sofia, lo jadi kurusan ya?"

  "Ini semua gara-gara lo, balikin Aldevaro nggak? Aldevaro itu punya gue!" Raung Sofia yang ingin menjambak Milla namun ditahan Valen," Sofia nak, kenapa kamu jadi seperti ini?"

  "Balikin Aldevaro! Lo sudah punya Elden juga, kenapa lo nggak bisa relain Aldevaro buat gue? Aldevaro itu hanya punya Sofia!"

  Sofia memberontak dari pelukan Valen dan berlari ke arah Milla sembari melayangkan tangan kananya yang langsung di tangkap oleh Axel yang paling dekat dengannya." Lo mau bunuh adik gue?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 21 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bar-bar OmegaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang