Keduanya sedang bersandar di kursi menikmati pemandangan malam. Keduanya menunggu yang lain sedang memasak steak untuk dimakan bersama-sama.
"Ayah mau ketemu Lo, kak."
Yang lebih tua sempat terdiam saat akan meminum jus yang ada di dalam gelasnya, dirinya kembali melanjutkan minumnya.
"Lo kasih tau? Kenapa? Gue gak terlalu berharap ketemu ayah Lo lagi, Ji."
Sooji menghela napas, "Lo jangan pikir yang aneh-aneh dulu. Ayah bener-bener mau ketemu Lo, kak Bona."
Bona menaruh minumannya di meja samping nya lalu menghembuskan napas berat. "Dia bener-bener mau ketemu gue?"
"Iya, kak. Setidaknya biarin ayah jelasin ke Lo, apa yang terjadi sebenarnya. Biar gak ada salah paham lagi."
Gadis yang lebih tua menatap Sooji, lalu menepuk pundak gadis itu. "Gue bakal ke sana, tapi gue punya permintaan ke Lo."
Sooji menaikkan sebelah alisnya bingung, "permintaan? Apaan emang?"
"Lo bisa bantu gue, bawa Harin ke markas The Clown? Gue mau dia buat keputusan matang atau suatu hal." Mata Bona melihat Harin dan Doah yang sedang bercanda saat menghidangkan daging ke piring.
"Ada apa?"
"I arrested Baek's family at the base The Clown." Ujar Bona sambil bangkit berdiri dari duduknya.
"You did?!" Seru Sooji, membuat perhatian gadis-gadis yang sedang asik bakar bakar steak teralihkan pada keduanya.
Bona tersenyum tipis dan merangkul Sooji. "Nona-nona, biar kami bantu."
"Wah, bantuin Jaeun masak, Ji!" Ujar Jaehyeong sambil menarik Sooji ke arah Jaeun, membuat Harin cemberut karena pacarnya malah ditarik ke sana.
"Nah, kalau kak Bona mending temenin ayang nya tuh, lagi siapin piring." Tunjuk Ji ae.
Bona tersenyum, dan mengangguk, lalu melangkah ke arah Doah yang sedang merapihkan piring. Ia mengendap-endap ke belakang gadis itu, dan memeluknya dari belakang.
Membuat Doah berjengkit kaget, dan menepuk pelan tangan Bona yang melingkar di pinggang nya. "Ih, kagetin aja!"
"Maaf~" Bona terkekeh, dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Doah. Memeluknya dari belakang, menghirup wanginya, harum sekali.
"Ada yang mau aku bantu, gak, sayang?" Bisik Bona tepat di telinga Doah. Hembusan hangat nya membuat geli Doah.
"Kalau mau bantu, bantu aku, jangan terus-terusan peluk aku doang!" Dengus Doah, seraya melepaskan pelukan itu.
Tapi gadis itu malah merengut ketika Doah melepaskan nya. Dan mengecup singkat bibir Doah.
"BONA!"
Dari jauh teman-teman nya hanya dapat menatap mereka dalam iri.
"Liat, dunia serasa milik berdua, kayaknya kita cuman ngontrak aja," ujar Ji ae dengan nada kesal, sambil memotong-motong dagingnya dengan keras.
Yerim tertawa, dan menggenggam tangan Ji ae yang memegang pisau. "Pelan-pelan, nanti tangan Lo kepotong."
"Serem amat," dengus Ji ae, dan membiarkan Yerim mengontrol tangannya.
Jaeun, mengipasi api di arang untuk bakar daging nya, dan Jaehyeong mengusap wajah Jaeun yang berkeringat dan ada bekas abu hitamnya.
"Jaeun, kok wajah lo cemong, jir?" Tanya Sooji sambil menertawakan kelakuan sahabatnya.
"Kena arang lah, nih gara-gara Jaehyeong, bawa arang malah jatuh ke wajah aku," jawab Jaeun dengan sedikit kesal. Jaehyeong dan Sooji terkekeh bersama.
Sementara, Harin hanya terdiam dari jaraknya menatap sang kekasih yang malah seperti tak menganggap nya. Dia melangkah pergi dari taman belakang rumah keluarga Seo itu, masuk ke dalam.
Sooji disikut oleh Jaeun, membuat gadis itu menghentikan tawanya. "Kenapa?" Tanya Sooji, tak tahu apa yang terjadi.
"Itu, woi lah. Pacar lu malah dicuekin." Senggol Jaehyeong.
"Loh, cuekin? Gue kira dia lagi ngobrol ama yang lain."
"Buruan kejar, Ji."
"Ini gue mau kejar elah!" Langsung dengan langkah terburu-buru Sooji masuk ke dalam, mencari Harin yang ternyata sedang duduk di sofa dan menenggelamkan wajahnya ke lututnya.
Suasana sangat hening dan entah mengapa rasanya dingin. Gadisnya sepertinya merajuk karena merasa diabaikan. Perlahan ia mendekati Harin, dan duduk di sampingnya.
"Sayang.."
Panggilan nya tak ada respon, membuat nya mengelus punggung Harin yang agak bergetar. Membuat Sooji merasa Dejavu, dia jadi ingat kenangan dulu, sebelum situasi perpindahan jiwa itu terjadi.
Hubungan mereka cukup serius, yang dimulai dari sebuah rencana pendekatan agar Pyramid Game bisa dihapuskan, sampai ke hubungan pacaran yang masuk ke dalam fase jenuh, dan banyak lagi.
Yang paling dia ingat, adalah pertama kali Harin menunjukkan seberapa lemah dia, walau selama ini dirinya berusaha kuat menghadapi rintangan hidup.
Kala itu, dimana Harin, melakukan sedikit kesalahan yang hampir membuat Baek Hyun Joong melakukan hal yang tak pantas, untung ada dirinya di sana, membawa Harin tepat waktu. Dirinya bawa ke villa nya. Tentu, di sana lah pertama kali Harin menangis, punggung yang bergetar, dan suara isakan nya, begitu membuat Sooji semakin sakit.
Semua itu layaknya Dejavu.
"Sayang.. i'm so sorry.." Sooji membawa tubuh Harin ke dalam pelukan hangat nya. Membawa tubuh gadis itu ke pangkuan nya.
"Kenapa.. minta maaf?" Tanya Harin dengan isakan kecil keluar dari bibir nya. Tangan merangkul leher Sooji, dan menenggelamkan wajahnya ke pundak sang kekasih cinta.
"Karena cuekin kamu.."
Harin menggeleng, dan semakin mengeratkan pelukannya. "Bukan.. seharusnya aku yang minta maaf, seharusnya aku gak egois.. seharusnya aku tau kalau kamu juga butuh ngobrol sama teman-teman kamu. I'm a selfish person, Sooji."
Sooji mendesis menenangkan, mengusap kepala belakang Harin dengan lembut. "Kamu nggak egois, sayang. Aku seharusnya yang lebih peka, kalau you don't like being left alone."
Harin menarik napasnya, dan mengecup singkat ceruk leher Sooji. "Aku takut. Aku takut sendiri. Cukup, cukup akan masa masa menyakitkan itu. Masa keluarga Baek berjaya di atas ku. I'm scared."
"Harin.. kamu jangan takut lagi. Disini, kamu gak sendiri, kamu bersama aku, teman-teman. Keluargaku juga keluargamu, sayang."
Sooji mengecup penuh perasaan kening Harin. "Sayang, mau ikut aku ke markas?"
Harin yang sedari tadi sudah berhenti menangis, walaupun masih ada bercak air mata, terlihat bingung. "Ngapain ke markas?"
"Kak Bona punya sesuatu untuk kamu. Dia bilang, biar kamu yang menentukan."
Harin terdiam, "penting?"
"Iya."
"Kapan kita berangkat?"
Sooji menatap keluar, "mungkin secepatnya."
Harin menurunkan senyumnya, "aku mau berduaan lebih lama sama kamu."
Sooji terkekeh, dan menatap Harin yang ada di pangkuannya. Menarik lembut tengkuknya.
"As you wish." Lalu Sooji mencium Harin dan melumat bibirnya dengan panas. Harin tak ingin kalah.
Tangan nakal Sooji merambat masuk ke dalam kaos Harin, mengusap pinggang polos dan halus milik gadisnya. Harin melenguh saat lidah Sooji berhasil masuk ke dalam mulutnya.
"I love you, Ji. Please, never leave me alone," batin Harin.
_-_-_-_
Double Update Check!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Just You and Me [End]
RomanceTransmigration Books #2 *Beberapa bagian diambil dari drama asli* Kim Bona, seorang pengusaha terkenal, dan memiliki suatu organisasi mafia rahasia. Hanya memiliki sepupunya, yaitu Eunseo. Bona tak menyangka dirinya akan mati, dan berpindah jiwa ke...
![Just You and Me [End]](https://img.wattpad.com/cover/366596735-64-k300979.jpg)