1. Amnesia

4.8K 324 8
                                        

Kini mereka sampai di rumah yang terlihat megah. Setelah perawatan yang khusus selama tiga hari. Sung Sooji, dinyatakan sembuh, walaupun diklaim dokter bahwa ia amnesia.

"Sooji, ayo ku antar ke kamar."

Bona yang sekarang adalah Sung Sooji menoleh pada gadis di sampingnya lalu tersenyum tipis, "ayo, Ja Eun."

Sepertinya dia akan mulai membiasakan kehidupan dari tubuh ini. Langkah kakinya mengikuti Jaeun yang sedang membantunya membawa tas baju.

"Nah, ingat ini kamar kamu, jangan sampai lupa, yang itu kamar mandi, bukan gudang!"

Dengan tangan yang membuka pintu itu, sembari menunjukkan kamar nya seperti seorang tour guide yang tengah memandu. Sooji hanya mengangguk-angguk kecil, dan melihat-lihat kamarnya.

"Selera nya boleh juga," gumamnya. Melihat kamar dengan warna gelap dan remang, sesuai dengan dirinya yang tak suka warna menor.

"Makasih, Jaeun udah anter gue."

Jaeun mengangguk semangat, dan berjalan keluar namun kakinya malah tersandung. Dengan cepat dirinya kembali berdiri dan membetulkan rambut nya.

"Aku ke bawah ya." Dan kemudian Jaeun menutup pintu kamar, meninggalkan Sooji yang hanya memandang nya dengan aneh.

"Anak itu.. kayak bocah."

_-_-_

Kini Jaeun menjadi tour guide nya keluar lingkungan rumah dengan sulit nya meminta ijin dari sang ayah yang masih khawatir akan sang anak, pada akhirnya Ja Eun membantunya.

"Nah, pas pulang sekolah atau nongkrong kita sering ke toserba ini. Apalagi bareng, Jaehyeong, Ji ae, Yerim. Mereka lagi sekolah jadi gak bareng kita, aku sih yang suruh."

Sooji menatap toserba itu, dan ber-oh ria. Lalu melirik Jaeun, dan berpikir, apakah gadis di sebelahnya ini memang sudah terbiasa bicara banyak, atau bagaimana?

Tapi karena sedang melamun dirinya bertabrakan dengan seorang gadis lainnya, membuat Jaeun membulatkan matanya sempurna.

"Gawat!"

Sooji menahan tubuh orang itu yang hampir jatuh. "Maaf, gue gak sengaja."

Orang itu lalu mendorong Sooji dengan cepat, karena melihat Ja Eun ada di samping Sooji.

"Maaf, Harin. Ki.. kita gak sengaja, kita duluan ya."

Sooji buru-buru ditarik oleh Jaeun pergi meninggalkan gadis yang menatap mereka dengan serius.

"Heh.. pelan-pelan ya, Jing. Eh, maksudnya Ja Eun!" Hampir dirinya mengumpat.

Merasa mereka telah jauh dari tempat kejadian, Jaeun melepaskan tangannya yang menarik Sooji. Menghela napas berat. Ja eun menatap sekeliling setelah memastikan aman, dia memegang bahu Sooji.

"Ji, tadi itu namanya Baek Harin. Musuh kita di Pyramid Game!"

'Pyramid game? Apa itu?'

Alis sebelah kanannya terangkat penasaran. Tapi, saat Jaeun mengatakan nama gadis itu. Harin. Baek Harin. Adalah cucu dari musuhnya. Sial. Ternyata ini masih ada sangkut pautnya.

_-_-_-_

"Tadi itu Sung Sooji kan?"

Dari belakang nya datang sosok gadis berkacamata dan berwajah datar.

"Iya.. dia sudah keluar dari rumah sakit."

Gadis itu terpaku, menatap jalan yang tadi dilalui Sooji dan Jaeun.

"Tapi, kenapa dia terlihat biasa saja padamu, Harin?"

Harin, menghela napas dan mengedikkan bahunya. "Sudah lah, yang penting dia sudah sembuh, Do Ah."

Do ah menatap Harin yang berjalan kembali, dan diikuti oleh nya.

"Apa yang akan kamu lakukan nanti?"

Harin masih melangkah ke arah mobil yang sudah sampai di depannya, lalu terdiam, "menyambut nya."

_-_-_-_

Sooji menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur, menaruh tangan nya di kening. Memikirkan apa yang terjadi sebenarnya. Ia masuk ke tubuh seorang gadis bermarga Sung. Dan ternyata sekitar nya masih ada sangkut pautnya akan kehidupan sebelumnya saat menjadi Bona.

"Gue pindah ke raga ini, tapi gak dikasih apapun clue buat gue."

Pikirannya melayang dan masuk ke tahap rindu akan sang sepupu, bertanya-tanya akan wanita itu, bagaimana keadaan nya, bagaimana dengan kelompok nya, dan bagaimana dengan perusahaan nya, dan dirinya sendiri?

Hal itu membuatnya terlonjak dan mencari barang elektronik di dalam kamar nya, entah itu handphone atau laptop. Dirinya menemukan handphone yang ada di dalam salah satu rak.

Mencari di sebuah aplikasi. 'Kim Bona'.

Banyak artikel yang membicarakan tentang meninggal nya pengusaha terkenal, penyebabnya gagal jantung, dan lain sebagainya.

"Gue harus cari Eunseo."

Dirinya akan mematikan handphone nya, namun, sebuah notifikasi menghentikan nya. Nama yang tertera di notifikasi nya membuatnya bertanya-tanya.

"Harin? Sooji punya nomor Harin?"

Dirinya membuka pesan itu dengan penasaran.

Harin
Online

Ji
Kamu udah sembuh?
Gak ada yang sakit lagi kan?
19.30

Dahi Sooji menyernyit melihat Harin yang begitu perhatian. Dia men-scroll perlahan ke tas, melihat pesan di antara Harin dan Sooji yang penuh afeksi dan romansa anak remaja. Apalagi ini?

Tapi, seingatnya, Jaeun tadi bilang kalau Harin merupakan musuh dari Sooji dan teman-temannya. Dan ini, kenapa Sooji terlihat seperti memiliki hubungan dengan gadis ini?

Just You and Me [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang