Freya dan pawangnya

2.6K 283 55
                                        


Setelah selesai dengan sekolahnya kini Marsha pun akan pulang menuju rumahnya sendiri namun saat akan berjalan dirinya dicegat oleh Freyana.

"Ngapain?" Tanya Marsha yang masih ketus.

"Main dong ketempat Eya, emang Chacha nanti gak kangen ama Eya kalo pulang" ucap Freya.

Marsha yang masih berusaha ngambek pun tak kuasa mendengar suara manja dari Freya sedari tadi, bahkan tadi pertahanan dirinya hampir runtuh saat Freya mencoba merayu dengan gelendotannya.

"Chacha capek!! Chacha mau istirahat dirumah" ucap Marsha sambil berjalan.

GREEEPPP

Langkahnya terhenti kala Freya memeluknya dari belakang dan ini sungguh membuat pertahanan Marsha menipis, dengan erat Freya memeluk teman masa kecilnya ini seolah ia tak ingin berpisah dengannya.

Dirinya pun menahan sambil beralih posisi agar berhadapan dengan wajah putih mulus milik Marsha itu,
"Pleeeassee, Chacha mau ya? Main ketempat Eya" ucap Freya dengan puppy eyes nya.

Marsha memejamkan matanya berusaha menghindar dari tatapan Freyana itu namun sayang bibirnya malah berkata sebaliknya.

"Yaudah, Chacha mau" ucapnya.

Terlihat Freya yang berjingkrak sambil melompat lompat mendengar jawaban Marsha itu membuat Marsha sendiri mengembangkan senyumnya melihat Freya kegirangan.

"Ayooo!!! Kita gandengan dong jalannya" ucap Freya sembari menarik narik tangan Marsha.

Marsha pun hanya pasrah lalu berjalan bersampingan disamping Freyana yang saat ini mengajaknya,
"Chacha jangan ngambek ngambek lagi ya, kalaupun Eya deket deket ama cewe lain"

"Tetep Chacha kok yang ada dihati Eya, Chacha tuh tempat Eya pulang satu satunya" ucap Freya sambil kembali menimang perkataannya.

Marsha pun saat ini malah salting mendengar ucapan sang buaya kita,
"Eh gak sih! masih ada kak Chikaa, Ve sayang, ama cici sempurna....."

PLAAAKKKK

suara renyah berasal dari jidat Freyana yang ditampol oleh Marsha itu tadinya Marsha keliatan memerah wajahnya karena salting, namun mendengar ucapan terakhir Freyana tiba tiba itu berubah menjadi emosi.

"Eya nyebelin!!" Ucap Marsha.

Freyana yang masih mengusap jidatnya pun menatap Marsha,
"Bercanda Chacha, tetep Chacha kok yang ada dihati Freya" ucap Freyana membujuk kembali.

Marsha hanya berdehem saja mendengar itu lalu keduanya berjalan sembari ditemani keheningan, setengah perjalanan tiba tiba mata Freyana menangkap sosok Jessi yang sedang duduk sendirian.

Mengembangkan senyumnya dirinya pun berbelok arah untuk menghampiri Jessi,
"Jeciiii...." Ucapnya terpotong.

"Mau kemana!!" Ucap Marsha sembari menarik kerah baju Freyana.

Freyana pun menoleh sembari tersenyum canggung lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal itu,
"Hehe maaf Cha, reflek doang kok" ucap Freya.

Marsha pun memutar bola matanya,
"Masih kurang sakit geplakannya tadi?" Tanya Marsha dengan nada dinginnya.

Sontak Freyana menutupi jidatnya yang sedikit lebar itu sambil menggelengkan kepalanya,
"Cukup deh kayanya Cha" ucap Freya lalu kembali berjalan sembari menggandeng Marsha.

Tak butuh waktu lama kini keduanya sudah sampai dirumah cici sempurna terlihat juga ada Chika yang tersenyum lebar melihat kedatangan Freyana.

"Fureeyyaaaa!!" Teriak Chika sembari memeluk Freyana.

Ksatrya Girl 2 (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang