Freyana terdiam menatap gadis yang datang itu tiba tiba memori diotaknya mengingat kejadian saat Melody terbunuh,
"Mova? Ngapain dia ada disini?" Benak Freya.
Gadis itu tertawa lalu balas menatap Freyana,
"Apa kabar ponakan Melody? Pasti baik baik aja kan" ucap gadis itu.
Freyana mengeraskan rahangnya mengepalkan tangannya hingga jari jarinya sedikit berbunyi,
"Lo penyebab tante gue mati! Apalagi sekarang? Lo juga mau bunuh kakak gue?" Ucap Freyana yang sudah geram.
"Lawan gue dulu baru lo nanti bisa bebasin dia" ucap Mova lalu menoleh menatap Chika.
"Itu juga kalo pisau dilehernya itu belum nusuk lehernya" ucap Mova dengan tawa jahatnya.
Freyana akhirnya menyerang Mova dengan tinjuan kearah belakang kepalanya namun itu dengan mudah dihindari olehnya, lalu melihat Freyana didepannya Mova dengan cepat menendang punggung Freya.
"Jangan ngerasa hebat lo" ucap Mova.
Melihat Freyana terjatuh Mova pun mendekat sembari menginjak kaki kiri Freyana,
"Akhhhh!!!" Rintih Freyana merasakan sakit dikakinya.
Namun tak berhenti disitu Freya dengan satu kakinya yang bebas menendang perut Mova, yang akhirnya membuat Mova terjatuh.
"Bangsat lo!! Apa sebenarnya urusan lo ama gue" tanya Freyana dengan suara yang keras.
Nafas yang tak beraturan rahangnya yang mengeras ia gertakan, lalu dengan kepalan tangannya dirinya meninju Mova yang masih terbaring.
Menghantam kepalanya berkali kali hingga Ikha yang sedang mencengkram rambut Chika pun berteriak,
"Fre! Mau gue lakuin sekarang" ucap Ikha sambil menyodorkan pisau tajam itu ke leher Chika.
Chika yang memang sudah lemas pandangan mata yang sudah buram pun hanya terdiam, walau dalam hatinya dirinya sangat khawatir dengan adik perempuannya itu.
"Ngapain kamu kesini Fre?" Benak Chika.
Freyana pun menoleh pada Ikha membuat fokusnya dalam duel ini hilang, dalam momen itu Mova pun meng uppercut Freyana.
Membuat Freyana terpental dari tubuh Mova,
"Lo pada urusannya ama gue, kenapa sih bawa bawa Chika, hah!" Kesal Freya berteriak.
Mova pun berdiri lalu menyeringai menatap Freya,
"Lo akan gue buat seperti mainan disini" ucap Mova.
Mova pun kembali meninju Freyana disusul dengan pukulan beruntun diarea perutnya, sedangkan Freyana sedikit meringis merasakan pukulan pukulan dari Mova.
Setelah puas Mova pun meraih leher Freyana lalu dengan cepat menyerang wajahnya menggunakan lutut, Freyana pun akhirnya terpental kebelakang lalu terbaring dengan nafas yang sudah tersengal sengal.
Mova sedikit tersenyum smirk lalu menduduki tubuh Freya lalu memukul wajah Freya berkali kali,
"Ini buat balasan tadi" ucap Mova.
Chika yang nampak adik perempuannya sedang dipukuli brutal pun meneteskan air matanya,
"Lawan dek!! Kalo kamu ngalah begini hati kakak juga tersakiti" benaknya.
Terlihat dimata coklat Chika Freyana yang sudah lemas serta darah dari bibir dan pelipisnya mengalir, Mova menghentikan Freyana yang mungkin sudah pingsan itu?
Lalu dirinya berbalik menatap Chika mengelus dagunya sambil mengambil pisau yang ada ditangan Ikha.
"Gue akan bunuh lo terlebih dahulu, sebelum gue bunuh dia" bisik Mova ditelinga Chika.
"Apa sebenarnya mau lo! Ada dendam apa lo ama keluarga gue" ucap Chika namun terdengar lirih.
Mova mencengkram leher Chika membuat Chika sedikit kesusahan bernafas,
"Ini cuma dendam masa lalu, Melody yang udah mempermalukan gue dulu jadi gue balas dengan membunuh dia serta antek anteknya ini" ucap Mova.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ksatrya Girl 2 (END)
Ação"lo gak bisa semudah itu ngalahin gue fre, sampai kapanpun gue yang akan nyatuin SMA Ksatrya ini gue yang pantas jadi pentolan SMA ini" Azizi Naura Mentari "haha gue saat ini cuma sedang main main zee kalo itu yang lo bilang ayo gue juga akan serius...
