Freyana & perintilannya

2.7K 269 43
                                        


Dirumah milik Shani kini mereka berada dengan Marsha yang masih terkagum dengan penataan indoor rumah milik Shani itu.

"Tumben Chik, adik kamu bawa temen" ucap Shani yang datang melihat ketiganya sedang duduk diruang tamu.

Freyana menoleh lalu tersenyum sangat manis sekali sembari mendekat sambil memeluk Shani,
"Ciciiii, Freya kangen tau" ucap Freyana.

Marsha dan Chika mendengarnya menampilkan ekspresi berbeda Chika yang sudah cukup jengah dengan kelakuan adiknya, sementara Marsha yang sedikit cemberut melihat itu.

"Tahan Cha" batin Marsha yang entah kenapa malah merasa cemburu.

"Freyana, kamu tuh suka banget meluk Cici sih liat tuh ada dua orang yang agak panas liatnya" sindir Shani pada dua orang yang tengah duduk.

Freya sontak menoleh kebelakang dan benar saja dirinya melihat tatapan dua orang itu sangat dingin, Freyana hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.

"Udah sana kalian ngobrol dulu aja, Cici mau belanja dulu" ucapnya Sambil berlalu dari sana.

Freya pun kembali mendekat pada dua gadis yang menjadi penyemangat hidupnya ini,.
"Kok pada diem dieman gini sih? Gak asik tau" celetuk Freyana.

Setelah ditinggal pergi oleh Shani kini Freyana sedang pusing sendiri karena dirinya sedang diperebutkan oleh dua gadis cantik dihadapannya.

"Fure tau lebih bagus"

"Gak!! Eya lebih cocok kak, kan imut kaya orangnya"

"Apaan jelek banget kaya panggilan anak kecil, mending Fure aja, ya ya ya iya kan Fure?"

"Gak lebih asik dipanggil Eya kan kan kan, iya kan Eya?"

Freya yang sedari tadi mendengarkan perdebatan keduanya kini menutup telinganya sambil sedikit menggeram, mungkin dirinya salah membawa Marsha bertemu Chika.

"Apa aja!! Panggilan apapun yang buat kalian seneng Freya terima" ucap Freyana jengah.

Namun respon keduanya kini memalingkan mukanya pada Freyana,
"Bener kan? Fure Maruk gak mau pilih salah satu"

"Iya, Eya emang gak bener bener pengin jadi sahabat ChaCha"

Freyana pun kembali dibuat bingung salahkah ucapannya tadi pikirnya, lalu dirinya beranjak dari sofa membuat kedua gadis itu kini menatapnya bertanya.

"Aku bingung tau, udah kalo emang gak mau mending aku yang pergi aja" ucap Freyana yang sudah pusing.

Saat akan melangkahkan kakinya kedua gadis itu menahan tangannya sembari tersenyum lalu menyuruhnya duduk,

"Kok Eya yang ngambek sih?"

"Iya tuh!! Kita kan bercanda tadi"

Keduanya berusaha membujuk Freyana agar tidak pergi membuat Freyana pun tak bisa menolak dua gadisnya ini, lalu dirinya yang memang sedikit jahil pun memiliki ide.

"Yaudah gue mau disini tapi cium dulu dong" ucap Freyana sembari menaikkan satu alisnya.

Plaaaakkkk

"Awshhhh, sakit tau kenapa malah nampar sih, kanan kiri lagi" gerutu Freyana sambil mengusap kedua pipinya yang merah.

Chika berdecak sambil bersedekap dada,
"Lagian kamu aneh aneh aja, Fure" ucap Chika kesal.

Marsha mengangguk angguk sambil menatap Freyana,
"Bener, modus banget!! Dasar buaya" ucap Marsha.

Freyana hanya menatap mereka malas sambil masih mengelus pipinya itu yang terasa nyeri, melihat Freyana yang diam Chika dan Marsha pun kompak menoleh pada Freyana.

Ksatrya Girl 2 (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang