FRESHA Edition

584 39 1
                                        

Hari itu Marsha lagi nungguin temannya di lapangan belakang sekolah, Angin sore bawa suara anak-anak basket dan bau gorengan dari kantin yang entah kenapa selalu nyusup ke mana-mana.

Tapi tiba tiba pandangan matanya tertumbuk pada seseorang.

Cewek, sendirian, duduk di pojokan, baca buku bekas yang sampulnya udah kayak kertas bungkus nasi.

Rambutnya dikuncir satu bak ekor kuda, pakai hoodie hitam yang lengan kirinya udah agak belel, dan... ekspresinya datar banget.

Marsha menyipitkan matanya dengan satu telapaknya berada didahi seolah sedang meng-scan, memori otaknya mencari tau siapa gadis itu.

Dan beberapa detik dia tak mendapat ingatan kalau Marsha kenal dengan gadis itu, hingga membuat Marsha tiba tiba merasakan sedikit dorongan absurd dalam dirinya buat nyamperin.

Karena... ya, hidup Marsha emang penuh keputusan absurd.

"Woy."

Teriak Marsha yang langsung duduk di sebelahnya tanpa permisi, dengan kaki yang selonjoran santai.

"Buku apaan tuh? Kok cover-nya kayak kulit lumpia digoreng ulang?" ucap Marsha seolah sudah kenal lama dengan gadis itu.

Tapi dia hanya diam saja gak menjawab ucapan Marsha, gadis itu cuma noleh sebentar terus balik baca lagi.

Seketika Marsha tercengang dan langsung ngerasa kayak ditampol realita.

Biasanya, kalo dia nyapa cewek minimal dikasih senyum malu-malu atau tawa kikuk.

Tapi apa ini? Dingin, sunyi dan Hambar Seperti MSG expired.

"Eh, aku nanya lho barusan," kata Marsha lagi, gak terima diabaikan.

Gadis itu menarik nafas pelan membuat Marsha yang sadar menyipitkan matanya,
"Maaf, kamu siapa?" ujarnya menoleh dengan wajah datar.

Jedug.

Pertanyaan yang nyaris bikin Marsha hilang kepercayaan diri sejenak.

Saking kagetnya Marsha sampai bangkit berdiri dengan gaya lebay kayak habis ditolak pas valentine,
"GILAAAA! Ini pertama kalinya dalam sejarah SMA ini... ada orang yang nanya 'kamu siapa?' ke aku!"

Suara Marsha langsung naik dua oktaf, nyeret perhatian tiga burung gereja di pohon sebelah.

Gadis itu mengerjap sekali menatap Marsha dan mencoba mengingat sesuatu, tapi....

"Oh."

OH.??

Marsha udah jalan bolak-balik kayak presenter gosip yang habis kecolongan narasumber, dan apa apaan reaksinya itu.

"Kamu tau gak, aku tuh biasanya yang dikejar-kejar, yang disamperin, yang ditulisin surat pakai parfum cap bunga melati! Tapi kamu... kamu malah nanyain 'siapa'?" tanya Marsha dengan ekspresi jametnya.

Freyan merapikan bukunya lalu berdiri dan menatap Marsha tanpa emosi,
"Kalau kamu bukan guru piket, aku rasa gak penting juga aku tahu siapa kamu." balasnya melenggang pergi.

Meninggalkan Marsha dalam posisi berdiri dengan wajah yang 99% luka batin dan 1% bingung kenapa masih ngerasa senang.

---

Keesokan harinya, kali ini Marsha datang lebih cepat dari biasanya.

Masih dengan jaket hitam kesayangannya yang udah penuh coretan tipe-x, celana semi robek yang katanya "limited edition", dan sebotol teh kotak di tangan kanan.

Satunya lagi... juga teh kotak.

Buat gadis super duper dingin kemaren, Marsha duduk di spot yang sama.

Ksatrya Girl 2 (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang