a turn of an event

2.3K 193 51
                                        

"hey, apa yang kalian lakukan?!"

begitu mendengar suara wanita itu, jihoon langsung tersentak. junkyu pun kaget hingga jihoon bisa mendorongnya menjauh. secepat kilat jihoon langsung memperbaiki bajunya, meskipun tidak banyak yang bisa dilakukannya mengingat dia dan bajunya sekarang terlihat seperti habis diguyur oleh seember penuh air.

"kim junkyu-ssi... kau s-sebaiknya masuk ... " suara jihoon mencicit, ia tidak berani menatap junkyu, jadi jihoon mendorong punggung pria itu agar dia mau mendaki tangga yang menuju pintu depan itu.

di sana, di pintu depan tersebut, berdiri seorang wanita dengan rambut hitam pendek. kedua tangannya tersilang di depan dadanya dan wajahnya memerah karena campuran marah dan malu.

"siapa kau?" tanyanya dengan tajam pada jihoon. "apa kau pacarnya, tuan junkyu?"

"t-tidak. a-aku.. eum ... " jihoon bingung dengan jawabannya selama beberapa saat karena masih terbawa oleh intensitas ciuman yang tadi diberikan oleh si rambut blonde.

"aku ... temannya di kelas home economics "

junkyu yang tidak mengindahkan si wanita berambut hitam langsung bergegas masuk ke rumahnya sambil menarik tangan jihoon. "junkyu-ssi, aku harus pulang, ak-"

"apa? pulang?" teriak wanita itu lagi, membuat jihoon terlonjak.

tidak bisakah ia memelankan suaranya sedikit? pikir jihoon kesal.

"ya? rumahku sebenarnya hanya-"

"dengan pakaian seperti itu dan cuaca seperti ini? apa kau mau kena hipotermia? tidak, tidak. kau menginap di sini malam ini."

jihoon pikir ia salah mendengar kata-kata perempuan itu. "eh? a-apa?"

bukannya perempuan ini tadi marah melihat junkyu menciuminya? pikir jihoon bingung.

tapi si wanita berambut hitam tidak mendengar pertanyaannya. ia menutup pintu kemudian berbalik dan menarik junkyu menjauh dari jihoon,

"kau tunggulah di sini sebentar, aku akan mengurus tuan junkyu kemudian membawakan handuk untukmu." junkyu melepas pegangan tangannya pada jihoon lalu mengikuti si wanita berambut hitam naik ke tangga mewah yang menuju ke kamar pemuda itu.

sebelum jihoon bisa memprotes, si wanita aneh dan junkyu sudah setengah jalan menuju ke atas. jadi jihoon memutuskan untuk menunggu wanita itu dan menjelaskan padanya bahwa dia tidak bisa tinggal di situ.

apa yang ayahnya katakan nanti jika dia tahu anaknya menginap di rumah orang lain, terutama rumah seorang yang tak pernah jihoon kenalkan? jihoon bergidik memikirkannya.

kemudian jihoon melihat sesuatu dari ekor matanya, dan ia tersenyum. perapian di ruang duduk keluarga kim menyala dan memancarkan kehangatan.

karena sekujur tubuhnya gemetar kedinginan, jihoon pun mendekat sumber kehangatan tersebut dan berdiri di depannya. ia melipat kedua tangannya tepat di bawah dadanya, dan seketika memori akan kejadian beberapa menit lalu terulang kembali.

tanpa sadar jihoon menyentuh bibirnya yang membengkak bekas ciuman junkyu. wajahnya langsung merah padam dan ia menunduk. berkali-kali ia mengingatkan pada dirinya bahwa junkyu melakukan itu hanya karena jihoon kebetulan satu-satunya makhluk yang berada di dekatnya.

gairah pria itulah yang mendorongnya. jihoon berani bertaruh besok pagi ketika ia terbangun dia tidak akan ingat sama sekali tentang kejadian malam itu.

jihoon menghela napas. entah mengapa ia merasa kecewa karena menjadi satu-satunya orang yang akan terus mengingat ciuman itu sampai mati.

"kau bisa menggunakan handuk ini untuk mengeringkan tubuhmu." sebuah suara tiba-tiba terdengar dari belakangnya. jihoon berputar dan melihat si wanita berambut hitam menyodorkan sebuah handuk putih besar ke arahnya.

lawless; kyuhoonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang